Krisis kepemimpinan di Samsung (Bagian 2)

Dari kiri: Kwon Oh-hyun, Lee Kun-hee, Choi Gee-sung dan Lee Jae-yong.

Baca sebelumnya: Pimpinan dan CEO Samsung mengundurkan diri (Bagian 1)

Samsung Electronics berhasil meraup keuntungan tertinggi sejak pertama kali didirikan pada tahun 1969. Pada kuartal ketiga, yang berakhir pada 30 September, perusahaan andalan Samsung Group asal Korea Selatan ini telah mencatat penjualan sebesar $62 triliun won (sekitar 741 triliun rupiah) dan 14,5 triliun won dalam keuntungan operasional. Pada periode tersebut, margin laba operasional Samsung mencapai 23,4 persen, merupakan pencapaian yang luar biasa sebagai perusahaan manufaktur, bukan sebagai perusahaan teknologi informasi.

Akumulasi laba operasional Samsung Electronics - 38,46 triliun won - sampai kuartal ketiga juga telah mematahkan rekor sebelumnya sebesar 36,79 triliun won pada 2013. Kinerja luar biasa perusahaan tersebut lenih banyak dihasilkan lewat pertumbuhan yang cepat pada penjualan produk semikonduktor berkat permintaan yang terus meningkat di pasar dari pelaku industri TI di seluruh dunia.

Meskipun mampu membukukan kinerja yang luar biasa di dalam negeri dan di luar negeri, namun dilain pihak, juga menimbulkan perasaan khawatir dan was-was. Yang paling menjadi perhatian raksasa elektronik dunia ini adalah adanya kelebihan konsentrasi semikonduktor dalam portofolio keuntungannya. Analis pasar mengatakan kalau Samsung memperoleh hampir 10 triliun won dalam laba operasional dari kategori semikonduktor pada kuartal ketiga. Keuntungannya menyumbang hampir dua pertiga dari keseluruhan keuntungannya pada 14,5 triliun won selama periode tersebut.

Tapi tidak ada yang tahu sampai berapa lama booming bisnis semikonduktor akan terus berlanjut. China siap sepenuhnya untuk meningkatkan produksi berbagai jenis chip memori dengan cara yang menyeluruh mulai tahun depan. Di smartphone dan peralatan rumah tangga, perusahaan China cepat mengejar.

Samsung Electronics harus memperhatikan krisis kepemimpinan yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah Kwon Oh-hyu - wakil ketua, CEO divisi bisnis semikonduktor dan ketua dewan - kemarin (13/10) mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri tahun depan. Dia telah memainkan peran Ketua Lee Kun-hee yang sakit dan ahli warisnya, Lee Jae-yong, yang telah berada di balik jeruji besi selama delapan bulan terakhir terkait penyelidikan pengadilan karena tuduhan penyuapan yang melibatkan skandal Choi Soon-sil.

Lewat pengumuman pengunduran dirinya, Wakil Ketua Kwon mengeluh dengan mengatakan bahwa Samsung Electronics hampir tidak dapat membaca tren masa depan dan menemukan mesin pertumbuhan baru karena kurangnya pengambilan keputusan dan investasi yang cepat, meskipun saat ini bisa membuat keuntungan yang luar biasa, lebih dari perusahaan manapun di seluruh dunia.

Dia menggarisbawahi bahwa sekarang saatnya para eksekutif mudanya untuk memulai dari awal untuk memenuhi tantangan yang sulit dalam teknologi informasi yang berubah dengan cepat. Samsung Electronics harus membuat kekosongan kepemimpinan ini sebagai kesempatan untuk mengatasi krisis yang tak terlihat yang dihadapinya.