Samsung siapkan kulkas Family Hub 3.0 dengan asisten AI Bixby


Samsung Electronics berencana untuk merilis kulkas pintar yang diaplikasikan dengan layanan pengenalan suara AI (Artificial Intelligence) yang disebut 'Bixby' secara global. Untuk itu, Samsung akan menambahkan empat bahasa lainnya untuk didukung oleh Bixby, selain bahasa Korea dan bahasa Inggris.

Varian baru dari kulkas Family Hub yang menjalankan sistem operasi (OS) Tizen akan menargetkan pasar Eropa, yang merupakan medan pertempuran baru untuk peralatan rumah tangga pintar setelah banyak perusahaan elektronik global yang memamerkan inovasi terbaru mereka di pameran dagang IFA 2017 yang berlangsung minggu kemarin di Berlin, Jerman.

Dan empat bahasa baru yang ditambahkan ke Bixby masing-masing adalah bahasa Jerman, Prancis, Italia, dan Inggris. Meskipun bahasa Inggris sudah menjadi salah satu bahasa yang didukung oleh Bixby, kemungkinan Samsung Electronics akan memasukkan fungsi pengenalan suara yang khusus untuk pasar Inggris dengan menerapkan bahasa Inggris (U.K) daripada pasar Amerika Utara dan global yang menggunakan bahasa Inggris (U.S).

"Bixby akan diaplikasikan ke kulkas pintar terlebih dahulu dan mereka saat ini sudah berada di pasar Korea Selatan dan Amerika Serikat" kata Do Young-soo, wakil presiden senior Digital Control Group di Samsung Electronics. "Kami akan memperluas peralatan rumah tangga yang diterapkan bersama Bixby secara global dengan menambahkan bahasa-bahasa utama di Eropa ke Bixby pada akhir tahun ini."

Samsung telah menerapkan Bixby ke kulkas Family Hub, yang merupakan peralat rumah tangga pertama yang bisa dioperasikan dengan Bixby selain smartphone. Family Hub dipandang sebagai perangkat IoT (Internet of Things) utama karena bisa memainkan peran 'hub' yang bisa mengendalikan barang elektronik lainnya dirumah seperti microwave, oven, kompor dan vacuum cleaner yang ada di dapur, dan ini yang juga menjadi alasan mengapa Samsung memasang layar sentuh yang besar di depan Family Hub.

Kulkas Family juga menjadi perangkat yang pertama di dunia yang menerima sertifikat standarisasi IoT global dari OCF (Open Connectivity Foundation), dimana Samsung juga menjadi salah satu anggota dewan didalamnya.

Samsung Electronics telah bekerja secara aktif untuk menarik jaringan distribusi asing seperti layanan pengiriman makanan ke Family Hub sebelum membuat pembaruan ke Family Hub 3.0 yang rencananya akan meluncur tahun depan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemudahan bagi pengguna dengan mengamankan berbagai konten dan layanan. Generasi kedua Family Hub 2.0 pertama kali diluncurkan di pameran elektronik CES 2017 pada awal Januari kemarin di Las Vegas, dengan membawa OS terbaru Tizen 3.0.

"Pembaruan sampai Family Hub 2.0 berfokus pada keamanan dalam pengelolaan perangkat lunak," kata seorang sumber industri di Korea. "Mulai dari Family Hub 3.0, Samsung Electronics akan memasukkan banyak konten dan fungsi baru dengan konektivitas di tengahnya."

Bixby dipandang sebagai metode penting yang akan memimpin peralatan rumah tangga pintar Samsung. Samsung ingin membedakan produknya dari produk milik perusahaan lain seperti BSH Hausgeräte, Electrolux, Miele dengan meningkatkan kenyamanan bagi pengguna dan memungkinkan pengguna untuk mengendalikan kulkas pintarnya melalui suaranya. Dengan menambahkan bahasa-bahasa yang ada di Eropa ke Bixby, diharapkan bisa membangun pemasaran yang disesuaikan untuk negara tertentu.


Selain kulkas, Samsung juga berencana untuk menerapkan Bixby ke semua produk peralatan rumah tangga seperti AC, mesin cuci, dan TV di masa depan untuk membangun keunggulan kompetitif-nya dalam produk smart home dengan mengembangkan portofolio produk yang menggunakan teknologi AI dan IoT.

"Samsung Electronics memiliki keunggulan kompetitif dalam teknologi pengenalan suara yang khusus untuk produk yang berbeda." kata Do Young-soo. "Dengan memperluas area penyebaran secara perlahan namun pasti, kita akan menciptakan lingkungan smart home seperti yang diinginkan oleh konsumen."