Samsung buka AI lab di Kanada


Samsung Groups hari ini mengatakan bahwa mereka telah membuka sebuah laboratorium penelitian untuk teknologi artificial intelligence (AI) di Université de Montréal, Kanada. Laboratorium ini akan berada dibawah Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT), hub R&D milik Samsung Group yang didirikan sebagai inkubator untuk teknologi terdepan dan juga berfungsi sebagai Chief Technology Office (CTO) untuk Samsung Group, termasuk Samsung Electronics.

Laboratorium yang dibuka pada bulan Agustus ini akan fokus pada pengembangan algoritma inti untuk digunakan dalam robotika, mobil tanpa sopir, terjemahan/interpretasi, serta pengenalan suara dan visual.

Samsung Electronics mengatakan para perisetnya akan bekerja sama dengan Prof. Yoshua Bengio, seorang ilmuwan komputer Kanada yang terkenal karena karyanya pada jaringan saraf tiruan (artificial neural network) dan pembelajaran dalam (deep learning), dan mahasiswa universitas lainnya untuk mempelajari teknologi AI. Laboratorium tersebut akan melakukan proyek riset bersama dengan SAIT untuk membuat komponen untuk algoritma juga.

Proyek riset bersama ini diharapkan dapat membantu Samsung mengamankan tenaga kerja yang lebih berbakat dan meningkatkan kemampuan teknologi AI-nya dalam beberapa tahun mendatang.

Dan secara kebetulan, Facebook pada 15 September kemarin juga mengumumkan akan membuka laboratorium riset AI di Montreal. Sejak Google mulai terjun ke bisnis hardware, Samsung lebih banyak menjalin kerjasama dengan Facebook dan Microsoft. Awal bulan ini, Facebook dan Microsoft mengumumkan ekosistem terbuka untuk AI framework.