Tizen kalahkan Android Wear di Q1 2017


Setahun yang lalu, salah satu eksekutif Samsung Electronics mengatakan bahwa mereka tidak lagi mengembangkan smartwatch berbasis OS Android Wear karena mulai saat itu OS Tizen akan digunakan di semua perangkat wearable mereka. Alasan Samsung lebih memilih Tizen dibanding Android Wear karena jauh lebih efisien dalam penggunaan baterai. Setelah satu tahun berlalu, Tizen akhirnya berhasil mengalahkan pangsa pasar Android Wear yang didukung oleh banyak vendor.

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan riset pasar Strategy Analytics, pengiriman smartwatch global selama kuartal pertama 2017 sebesar 6,2 juta unit, naik 48% dalam hitungan tahunan. Smartwatch Apple mempertahankan posisi teratas dengan pangsa pasar 57%. Sementara Tizen dengan pangsa pasar 19% berhasil mengambil posisi kedua dari Android Wear di kuartal ini untuk pertama kalinya sejak Q4 2015. Vendor Android Wear menyumbang 18% pangsa pasar dan bersama-sama menempati peringkat ketiga.


"Laporan kami melacak pengiriman smartwatch global dan pngsa pasar untuk vendor terdepan per kuartal dari 2013 sampai Q1 2017," kata Steven Waltzer, analis industri dari Strategy Analytics yang menerbitkan laporannya hari ini buat produsen perangkat, pemasok komponen, operator, pengembang, pemasok konten dan pemangku kepentingan lainnya yang merasa berkepentingan untuk mengetahui ukuran dan tingkat pertumbuhan pasar global.

Seperti kita tahu, sebagian besar kesuksesan awal dari Android berasal dari adopsi OS besutan Google ini oleh perusahaan seperti Samsung, HTC dan Motorola. Saat ini, Samsung kembali mempertahankan posisi no.1 dalam hal pengiriman smartphone, sehingga secara tidak langsung terus meningkatkan popularitas Android berkat penggunaan OS Android di hampir semua smartphone mereka. Kemitraan semacam ini awalnya diharapkan juga akan kembali menguntungkan Android Wear dalam perkembangan awalnya untuk menantang dominasi Apple WatchOS seperti sebelumnya melawan Apple iOS. Namun, Samsung hanya sempat mengapalkan satu smartwatch berbasis Android Wear, yaitu Samsung Gear Live, sebelum akhirnya beralih total ke OS Tizen yang mereka kembangkan sendiri.


Dua tahun lalu, pangsa pasar perangkat wearable Tizen cuma 6,7% dan berada di peringkat kelima, jauh dibawah Android yang sudah di posisi runner-up dengan 17,4%. Bahkan Strategy Analytics waktu itu meramalkan bahwa 4 tahun lagi di tahun 2019 pangsa pasar Tizen menurun cuma 2,2% berbanding Android yang naik dengan 38,4%. Namun, kenyataan di lapangan nampaknya berkata lain.

Hingga saat ini, OS Tizen untuk smartwatch cuma digunakan oleh Samsung. Sementara Android Wear masih tetap digunakan oleh sebagian besar vendor smartwatch seperti LG, Huawei, Motorola, Asus, Sony, Casio, Fossil, Tag Heuer dan lainnya. Versi terbaru Android Wear 2.0 yang diluncurkan saat Google I/O tahun lalu dibuat berdasarkan Android 7.1.1 Nougat. Beberapa analis sepakat bahwa keberhasilan Samsung dengan Tizen kali ini bisa menjadi alasan kuat buat perusahaan lain seperti LG dan Huawei untuk mengembangkan OS smartwatch mereka sendiri.