Samsung Z2 Review (Ongoing)


Dijual dengan harga Rp. 900.000 nett di Samsung Experience Makassar, saya memutuskan untuk membelinya dengan warna hitam, sebetulnya terdapat warna gold tapi karena saya kurang suka akhirnya saya abaikan. Tersedia pula warna red wine namun menurut SPG nya warna merah tersebut hanya tersedia secara online di marketplace yang nantinya ditunjuk langsung oleh Samsung.


Desain dan Paket Penjualan

Paket penjualan Samsung Z2 lumayan lengkap. Didalam box kita dapat menemukan ponsel Z2, baterai, earphone, charger, kertas manual, kartu garansi, starterpack Smartfren dengan bonus kuota 1GB selama 1 minggu setelah pengaktifan ( Untuk kedepannya bisa menggunakan paket Smartplan Galaxy Double Kuota), Cover tambahan berwarna senada (hitam) yang memiliki motif batik lembut yang menurut saya keren.

Beralih ke sisi desain, berbekal dimensi 121,5 x 63 x 10,8 mm dengan bobot 127 g membuat ponsel ini cukup nyaman saat saya genggam menggunakan satu tangan. Menurut saya desain samsung Z2 ini mengikuti desain Samsung Galaxy Core 2 yang dipangkas. Didepan, terdapat layar yang tidak dilindungi oleh proteksi apapun sehingga harus segera membeli anti gores, lalu ada  kamera depan VGA dan lubang earpiece pada bagian atas, tombol fisik home yang diapit oleh tombol kapasitif menu dan back dibagian bawah yang tidak bisa menyala, dan di bagian belakang terdapat lubang kamera yang diapit oleh LED flash, dan speaker.

Motif kulit jeruk pada bagian belakang membuat ponsel ini tidak mudah licin saat dipegang, port dua micro SIM ada dibawah baterai sedangkan port microSD ada di samping lampu LED. Untuk port USB berada dibawah ditemani lubang mic, port jack 3,5 mm diatas, tombol volume up and down di samping kiri, dan tombol power disebelah kanan. Samsung banget !!.

Berikut beberapa foto yang saya ambil:







Spesifikasi, User Interface, Tizen Store dan Sensor



Mengusung chipset Spreadtrum SC9830 dengan CPU quad core 1,5 GHz Cortex A7 dan GPU Mali-400MP2 serta RAM 1 GB dan internal storage sebesar 8 GB (setelah dipakai untuk sistem dan aplikasi bawaan, memori yang tersisa hanya 5,01 GB saat pertama kali dinyalakan ), ponsel Samsung Z2 ini masih cukup gegas untuk menjalankan sistem operasi Tizen 2.4.0,5.

Namun setelah mengunduh dan memperbaharui beberapa aplikasi bawaan dan menjalankan 10 aplikasi sekaligus secara bersamaan (dalam hal ini saya menjalankan Facebook, Messenger, LINE, Instagram, WhatsApp, Danger Dash, Asphalt Nitro, ACL yg didalamnya terdapat MX Player dan UC Browser) ponsel mengalami sedikit lag dan hangat di bagian belakang. Tapi rasa hangat itu hilang saat saya hanya mencoba 5 aplikasi saja (menjalankan Facebook, Messenger, Whatsapp dan Instagram serta mendengarkan musik).
ACL (Application Compatibility Layer) merupakan emulator aplikasi yang dikembangkan oleh OPENMOBILE WORLD WIDE INC. selaku pengembang dan pemilih hak cipta yang bisa menjalankan aplikasi berbasis Android di smartphone Tizen, namun sampai saat ini aplikasi android yang bisa dijalankan baru dari pihak pengembang tersebut, kita tetap tidak diperbolehkan mengunduh dan menginstal aplikasi secara sembarangan. Ini terkait dengan perizinan lisensi, pembajakan, dan lain sebagainya.


Oh ya saat menjalankan 10 aplikasi tadi, proses multitasking tidak berjalan sempurna menurut saya, dimana saat saya akan kembali ke aplikasi pertama ( dalam hal ini saya memainkan game Danger Dash dan Asphalt Nitro bawaan ) saya harus mengulang dari awal permainan. Ini disebabkan oleh beratnya beban untuk menjalankan program ACL secara bersamaan dengan aplikasi lainnya. Saya tidak mengecek kekuatan hardware melalui aplikasi Antutu, Quadrant, Nenamark atau yang lainnya karena belum tersedia di Tizen Store.



Beralih ke display. Membawa bentang layar seluas 4 inci berpanel TFT kapasitif 256.000 warna dengan resolusi layar 480x800 pixel dan kerapatan 233 ppi membuat tampilan antar menu pada Samsung Z2 cukup nyaman digunakan dalam ruangan dengan kontras 50%.

Kondisi berbeda terlihat ketika saya berada diluar ruangan, layar terasa reflektif saat terkena terik matahari di kota Makassar pada pukul 12.00 WITA. Saya langsung mencoba menggunakan fitur mode outdoor  dan layar bisa terlihat jelas.


UI pada Tizen OS menggunakan istilah Air UX, dimana menurut saya UI seperti ini mengingatkan saya akan ponsel Nokia N9 yang menggunakan sistim operasi Meego  dan Touchwiz pada Samsung bersistim operasi lollipop, sebuah gabungan yang lumayan keren.

Pada layar utama kita dapat merubah 8 posisi ikon yang berada dibawah widget dengan aplikasi favorit kita. Untuk melihat aplikasi lain yang telah kita instal kita cukup menggeser 8 ikon tersebut keatas lalu menggesernya ke kiri. Terdapat berbagai pilihan tema yang bisa diunduh baik secara gratis maupun berbayar di Samsung Theme, membuat saya tidak perlu menginstal launcher dari pihak ketiga lainnya.

Selain tema kita pun bisa mengatur jenis font, ukuran font, palet warna, dan warna pada keyboard. Saat masuk ke mode lockscreen kita disediakan pilihan untuk mengganti font pada jam, mengaktifkan/nonaktifkan widget cuaca dan menambah 1 pintasan aplikasi favorit. Kita juga bisa memfilter notifikasi apa saja yang masuk saat ponsel dalam keadaan terkunci.





Tizen Store merupakan satu - satunya akses bagi kita untuk menginstal aplikasi maupun game. Tidak banyak aplikasi atau game populer yang tersedia seperti halnya pada perangkat bersistim operasi Android maupun iOS, dapat saya maklumi mengingat OS ini masih dalam tahap pengembangan. Berikut saya screenshot top 14 di Tizen Store Indonesia.

 

Sebaiknya saat kita akan mengunduh aplikasi di Tizen Store harus menggunakan koneksi data yang stabil, jika tidak maka unduhan akan terhenti dengan sendirinya, namun akan kembali normal jika sudah mendapatkan koneksi yang stabil dan baik ( unduhan tidak akan dimulai dari awal lagi ).


  • Untuk pembahasan aplikasi yang telah saya instal seperti Facebook, Instagram, Messenger, Line, UC Browser, MX Player, ACL, Here Maps, Whatsapp dan aplikasi atau game lainnya akan saya pos secara mendalam pada judul yang berbeda. Tunggu saja.

Dibagian sensor, Samsung hanya memberikan akselerometer saja, dan multi touch yang mendukung 2 titik sentuh. Terkesan pelit memang, Tidak ada proximity sensor yang berfungsi untuk menonaktifkan layar saat kita bertelepon ataupun gyroscope untuk menikmati konten VR, jadi jangan berharap lebih pada ponsel ini. Untuk pengetesan sensor ini merupakan opini saya, mengingat belum tersedianya aplikasi sensor box di Tizen Store.




Kamera dan Video

Sebelumnya mohon maaf jika gambar yang saya ambil terkesan asal-asalan, mengingat saya bukan seorang fotografer.

Beberapa mode pengambilan Gambar

Berbekal kamera utama sebesar 5 MP Fixed Focus dengan bukaan f/2.2 ditemani LED Flash. Hasil kamera yang menurut saya biasa saja untuk harga ponsel dibawah 1 juta, apalagi  dengan kamera depan yang hanya membawa kekuatan sekelas VGA dengan bukaan f/2.4, jika ingin menghasilkan hasil gambar yang bagus kita haus mengatur posisi cahaya yang pas. Pada mode pro kita hanya bisa mengatur ketajaman gambar, iso hingga 400, white balance, dan red eye reduction. Jika kita ingin mengambil foto dengan cepat kita bisa masuk ke pengaturan kamera lalu memilih mengaktifkan fitur tekan tombol home dua kali untuk masuk ke aplikasi kamera. Foto yang saya ambil menggunakan mode otomatis, saya hanya mengkondisikan lampu flashnya saja. Berikut beberapa hasil foto yang berhasil saya jepret dengan kamera Samsung Z2.


Foto diambil saat jam 13.00 WITA.

Foto diambil jam 18.30 WITA menggunakan flash saat didalam mobil.

Foto diambil jam 18.30 WITA tanpa flash didalam mobil.

Foto diambil pukul 05.00 WITA diteras rumah tanpa flash.

Foto diambil pukul 05.00 WITA diteras rumah dengan lampu flash.

Foto diambil pukul 05.15 WITA didalam ruangan tanpa penerangan disekitar,
hanya mengandalkan flash.

Foto jarak dekat tanpa flash.
Foto jarak dekat dengan flash.

Foto diambil jam 16.00 WITA diatas atap kantor selepas hujan.

Selfie didalam ruangan jam 13.00 WITA
dengan pencahayaan dari sinar matahari dibalik jendela.

Selfie low light di dalam kamar

Selfie jam 16.00 WITA saat melawan arah cahaya

Selfie low light di dalam gudang

Selfie diatas atap kantor jam 16.00 WITA selepas hujan


Hasil perekaman video bisa dilihat melalui video berikut:




Multimedia


Radio FM pada Samsung Z2 sudah mendukung RDS dan mampu menyimpan hingga 12 stasiun favorit, serta bisa pula merekan secara langsung acara favorit kita. Umtuk penangkapan sinyalnya menurut saya cukup baik.


Music Player pada Samsung Z2 sudah mendukung file MP3/WAV/AAC/Flac. Menurut kuping kaleng saya, keluaran suara saat diputar melalui earphone bawaan dengan equalizer otomatis, suara vokal terdengar jelas disertai bass dan treble yang seimbang dan ringan, namun saat saya mencoba fitur SoundAlive, suara bass jadi lebih dominan dimana vokal seimbang dengan treble. Sedangkan saat diputar melalui speaker dengan volume maksimal, suara yang dihasilkan tetap nyaman didengar baik saat ponsel diletakan meja atau saat digenggam mengingat terdapat sedikit celah pada lubang speaker.





Video player bawaan Samsung Z2 mampu memutar film berformat mp4 maupun mkv beresolusi 1080p. Untuk mengatur volume kita bisa menswipe jari kita dilayar sebelah kanan, lalu mengatur kontras dengan menswipe jari kita dilayar sebelah kiri dan membuat pola lingkaran dengan jari kita ditengah untuk mengatur fast forward ( memutar searah jarum jam ) atau mengatur rewind ( membalikan arah putar jarum jam ). Selain itu kita dapat pula memutar video sambil melakukan 1 aktifitas lain.



Konektivitas dan Internet


Konektivitas yang disediakan Samsung Z2 meliputi 2G GSM / 3G HSPA / 4G LTE di kedua slot micro SIM nya (namun harus bergantian), yang mendukung di semua jaringan operator seperti Telkomsel, Indosat, XL, Tri, maupun Smartfren (saya belum mencoba Bolt karena belum tersedia di Makassar). Semua koneksi 4G lancar pada saat saya coba satu per satu (namun tempat, kondisi , dan paket internet yang dipilih menentukan kecepatan yang didapat).

Konektivitas lainnya adalah Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct untuk berbagi file, Wi-Fi Hotspot untuk berbagi koneksi internet. Bluetooth v.4.0 sudah support A2DP dan microUSB 2.0.

Untuk berselancar di dunia maya Samsung Z2 sudah menyediakan browser bawaan yang mendukung maksimal 10 tab.


Ketahanan Baterai

Meski hanya dibekali baterai berkapasitas 1500 mAh, setelah saya coba hasil yang didapat adalah 4 jam untuk data 4G / LTE only operator Smartfren, 4 jam 30 menit untuk data 4G/LTE Smartfren jika dijadikan hotspot portable, 8 jam untuk data 3G only operator Tri, 25 jam untuk data 2G Axis, dan 69 jam untuk standby Telkomsel dan Indosat dengan sesekali terhubung via Mifi. Untuk oengginaan baterai tergantung dari jaringan dan pola penggunanya. Jika ingin mengetahui pemakaian ala saya boleh dibaca hingga tuntas, namun jika anda dirasa jenuh membacanya silahkan untuk ke postingan selanjutnya di Fitur Lainnya.

coretan kasar penggunaan baterai ala saya.

Curhat soal ketahanan baterai

Hari pertama pembelian pada tanggal 02/10/2016 pada siang hari baterai ponsel hanya memiliki sisa daya dibawah 20%, kemudian saya gunakan untuk mensetting akun, dan update 2 aplikasi melalui jaringan 4G dari operator Tri baterai langsung turun ke 10%. Lalu saya matikan untuk di isi ulang menggunakan charger bawaan yang memiliki Output 5.0 Volt 0.7 Ampere.

Baterai dapat terisi penuh dalam kurun waktu 2 jam dari 10% ke 100%. Lanjut ke sesi berikutnya, saya hanya menyisipkan satu buah kartu Tri pada SIM pertama dengan jaringan yang saya set ke 3G only, lalu saya mengunduh dan memperbaharui aplikasi bawaan, setelah beres semua saya aktifkan notifikasi Facebook (ini sering menyala), LINE, Whatsapp, dan Messenger. Semuanya aktif namun tidak ada 1 pesan pun yang masuk ke saya, sehingga baterai masih tersisa 50 % dihari pertama pengujian pada jam 19.45 WITA.


Pengujian saya lanjutkan dengan menonton film berdurasi 2 jam, setelah itu mendengarkan mp3 sekitar 1 jam, lalu beralih ke radio selama sekitar 1 jam dengan notifikasi Facebook tetap aktif dan lancar, akhirnya baterai terjun ke 5%, jadi total penggunaan baterai ala saya dengan keadaan seperti itu sekitar 8 jam. Mohon maaf sebelumnya saya lupa screenshot untuk penggunaan baterai ini.

Pengujian pada tanggal 03/10/2016 saya menonaktifkan GPS, lalu menggunakan 2 slot SIM Telkomsel dan Indosat (nomer baru) yang diset ke 2G only untuk ke duanya. Dengan intensitas sekali menggunakan Wi-Fi selama 10 menit untuk cek notifikasi facebook, sekali mengangkat telepon dalam waktu 5 menit, dan jarang SMS, ponsel saya tinggalkan tidur sekitar pukul 23.00 WITA dan ketika terbangun pada pukul 06.30 baterai masih tersisa 75%.


masih di tanggal 04/10/2016 dengan sisa baterai sekitar 75% pada pagi hari, saya melanjutkan aktifitas yang sama seperti hari sebelumnya dan baterai tersisa 50% pada malam hari pukul 19.25 WITA. ponsel kembali saya tinggalkan tidur pukul 23.00


Dengan sisa baterai yang tersisa entah pagi itu berapa persen lagi ( hasil screenshot hilang ) saya gunakan ponsel dengan intensitas lebih banyak, diantaranya mengaktifkan mode outdoor selam 15 menit, terhubung ke Wi-Fi selama 30 menit akhirnya baterai ponsel berada pada 5% saat jam 21.00 WITA. Ponsel saya matikan untuk diisi ulang ( pola isi ulang baterai adalah saat baterai 5% saya isi hingga 100% dalam keadaan mati ).


Pada pagi hari ketika saya cek pada rincian penggunaan baterai saya bergumam dalam hati "kok baterainya tidak berada pada 0 jam XX menit yah sama saat pertama kali saya beli yah ?" lalu saya ambil kesimpulan bahwa ponsel ini hanya merekam penggunaan pemakaian melalui baterai saat pertama kali dibeli dan dinyalakan ( berbeda dengan Android yang memiiki SOT ) CMIIW. baiklah kalau sudah begitu saya lanjutkan saja pengujian baterai dengan menscreenshoot homescreen saat berada di 100% ataupun 5%.

Pengujian  tanggal 06/10/2016 saya menggunakan data operator 4G/LTE Smartfren dengan paket Smartplan Limitless Rp. 60.000 yang sudah terkena FUP sehingga kecepatan hanya 256kbps atau setara 32kB/s dan 2G Axis hanya untuk standby. Data saya aktifkan jam 07.00 WITA dan operator Smartfren hanya menyisakan 1 bar di rumah saya, walaupun demikian saya nekat untuk mengunduh data game Minion Rush sekitar 300MB selama kurang lebih 3 jam ponsel mengalami kehangatan yang dapat tangan saya rasakan. Setelah data berhasil tersimpan lalu saya mengunduh kembali game Angry Bird, app VLC for Tizen, app Sallam, app Detik dan app CNN akhirnya baterai terjun ke 5% jam 11.30.




Kali ini saya melakukan pengisian baterai melalui Power bank merk Vivan berkapasitas 10.000 mAH yang sudah menemani saya selama hampir 2 tahun, karena kebetulan saat itu saya berada di luar. Dengan output 2A yang saya pilih untuk mengisi daya pada ponsel ini baterai terisi cukup lama, berkisar 3 jam untuk mencapai 100% ( entah mungkin power bank yang saya miliki sudah lelah atau ada hal lain nya ? ).

Ponsel sengaja saya nyalakan jam 18.55 WITA, kemudian saya menggunakan Samsung Z2 sebagai hotspot portable masih dengan 4G nya Smartfren untuk 1 device Android saya dan baterai berada 5% pada jam 23.45 WITA.


Pengujian tanggal 07/10/2016 saya menggunakan XL dan data menggunakan Axis yang saya setel ke 2G only untuk mengetahui seberapa lama bertahan ( baik baterai ponsel maupun kesabaran saya ). Jam 11.00 WITA saya mengaktifkan data saat berada di kantor, dan notifikasi facebook maupun whatsapp berjalan lancar. Namun ketika saya tiba dirumah semua notifikasi tersebut berjalan sangat lambat apalagi untuk facebook ( saya harus membuka facebook terlebih dahulu lalu masuk ke bagian notifikasi dan lalu refresh secara manual ). Saking sebalnya saya tidur lebih awal dengan data tetap aktif di kondisi 2G.

Esok harinya atau pada tanggal 08/10/2016 ketika saya tiba dikantor saya buka notifikasi tersebut dan membalas satu per satu komentar yang masuk di Group Samsung Z2 Indonesia dan baterai berada di 5% pada jam 13.30


Itulah sedikit cerita penggunaan baterai ala saya. Terimakasih untuk tidak melewatkan sesi curhat penggunaan baterai. Sekali lagi saya tekankan bahwa penggunaan baterai tergantung dari jaringan, dan pola pakai penggunanya. Sehingga jika nanti ketahanan baterai yang didapat tidak sesuai dengan apa yang saya simpulkan mungkin cara pengunaan baterai kita yang berbeda.


Fitur Lainnya

Mode S Bike



Pada Samsung Z2 Mode S Bike ini hanya menggunakan catatan lokasi GPS untuk jarak yang kita tempuh, jika sudah berhasil melapaui jarak 50 km, 500 km dan 1000 km akan mendapatkan lencana perunggu, perak, dan emas ( saya tidak tahu fungsi lencana tersebut selain bisa di share ke Facebook ). Saat Mode S Bike dinyalakan otomatis semua panggilan yang masuk akan dialihkan ke sang asisten pribadi. Sang asisten pribadi disini bukan siri, bukan google now, bukan pula cortana melainkan hanya suara seorang perempuan yang berkata " orang yang anda hubungi sedang berkendara dan tidak bisa menerima panggilan, jika anda ingin orang tersebut untuk berhenti dan menerima panggilan silahkan tekan satu " . Jika sang penelepon memang memiliki kepentingan mendadak dan menekan angka satu maka ponsel akan berbunyi, maka kita bisa mengangkat teleponnya.

Mode Ultra Hemat Daya







Pada Mode Ultra Hemat Data ini wallpaper tidak bisa diganti, semua tampilan animasi akan dinonaktifkan, kita hanya bisa mensetting 8 aplikasi penting saja pada homescreen ( untuk aplikasi pihak ketiga yang mendukung mode ini entah kenapa hanya facebook dan whatsapp saja ), selain itu tampilan notification bar nya pun jadi minimalis, untuk data pun dibatasi hanya bisa ke 2G.


Mode Ultra Hemat Data


Mode ini sangat bermanfaat untuk anda yang memiliki paket kuota bervolume atau kuota dengan batasan tertentu. Seperti dikutip dari laman samsung.com Denny Galant, Head of Product Marketing IT&Mobile Samsung Electronics Indonesia mengungkapkan, “Selama ini Samsung berinovasi berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, dengan tujuan agar inovasi yang kami ciptakan dapat memenuhi kebutuhan secara tepat dan memberikan arti lebih kepada pengguna. Di Indonesia, penghematan data menjadi hal yang penting bagi pengguna smartphone, terlebih bagi generasi muda yang memiliki kebiasaan terhubung dengan internet dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Besarnya harapan generasi muda untuk dapat mengefisiensi pemakaian kuota data internet menjadi pemicu bagi kami untuk dapat menciptakan fitur yang mampu mengakomodir penghematan yang ingin dilakukan. Bekerjasama dengan Opera, Samsung menghadirkan fitur Ultra Data Saving (UDS) untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna yang dalam keseharian menggunakan layanan paket internet secara masif. Fitur UDS menghadirkan teknologi penghematan data yang unik. Bekerja dengan cara mengurangi konsumsi data pada aplikasi yang didominasi oleh gambar atau video, kuota data yang terpakai menjadi lebih bisa dikendalikan sehingga pengguna dapat menikmati kuota data internet lebih lama.”
USB On The Go


Samsung Z2 sudah mendukung fitur USB On The Go, Ketika saya coba untuk mentransfer data dari USB OTG ke ponsel, proses bertukar file terbilang cukup cepat. Lalu saya sempat mencoba menghubungkan bluetooth keyboard dan mouse logitech mk 240 melalui dongle ke kabel OTG yang saya beli terpisah, ponsel tidak menunjukan respon apapun.

saat senter dinyalakan

Apa yang kita butuhkan jika ingin mencari sesuatu di tempat gelap ?, Senter. Ya ! meskipun ini fitur sederhana, namun tidak ada salahnya saya membahasnya sedikit disini. Untuk mengaktifkan senter dalam keadaan layar mati ( bukan ponsel mati ) kita cukup menekan kombinasi tombol power dan tombol volume up. dan Voila !! senter menyala tanpa perlu membuka lockscreen terlebih dahulu. Untuk menonaktifkannya cukup dengan kombinasi seperti tadi.


Kesimpulan

Setelah 8 hari pemakaian dapat saya simpulkan bahwa ponsel Samsung Z2 ini ditunjukan untuk anda yang ingin mencoba pengalaman baru dalam menggunakan ponsel. Meskipun masih banyaknya kekurangan dari segi kompabilitas aplikasi dan permainan di Tizen Store dapat saya maklumi mengingat Tizen OS merupakan sistim operasi yang akan terus berkembang seperti yang lain.

Kelebihan :
  • Harga yang ditawarkan cukup bersaing untuk ponsel 4G sekelas Samsung
  • Ponsel tidak di kunci oleh operator manapun
  • UI dan sistim operasi yang mudah digunakan
  • Fitur multimedia yang cukup mumpuni memainkan film HD
  • Paket penjualan yang cukup menarik terutama pada back cover tambahan bermotif mega mendung
  • Baterai yang lumayan awet
  • Mendukung USB On The Go

Kekurangan :
  • Design yang hampir sama dengan varian Samsung Galaxy
  • Belum banyak aplikasi dan permainan populer seperti pada Android maupun iOS
  • Layar yang menurut sebagian orang sudah terlalu kecil pada zaman sekarang
  • Minimnya sensor yang dibawa
  • Kamera belakang yang "hanya" 5MP Fixed Focus. dan kamera depan yang hanya VGA

Demikianlah review dari saya. Terimakasih kepada moderator yang sudah mempercayakan saya untuk mereview ponsel Samsung Z2 dari sudut pandang saya selaku pengguna awam akan Tizen OS. Terimakasih juga kepada para pengunjung blog yang sudah membaca review ala kadar saya ini. Like, dan Bagikan jika anda suka. Beri komentar pada review ala saya. Jangan lupa juga untuk mengunjungi Fanspage kami di Facebook , Twitter , dan Google+ .

Jika ada salah dalam perkataan saya mohon dimaafkan, saya Nadia Mulyana mewakili seluruh crew yang bertugas mengucapkan Terimakasih yang sebanyak - banyaknya. Viva la Kerehore !!