Tuesday, October 25, 2016

Samsung berniat mengakuisisi Focal Audio


Samsung Electronics berniat untuk mengakuisisi Focal Audio, pembuat perlengkapan audio asal Perancis, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis otomotif elektronik yang yang dianggap sebagai mesin pertumbuhan baru berikutnya.

Menurut sumber industri dari bisnis perbankan dan investasi di Korea hari kemarin (24/10), Samsung Electronics kini sedang dalam pembicaraan akhir untuk mengambil alih Focal Audio. Focal telah banyak dikenal masyarakat Korea setelah Chairman Samsung Group Lee Kun-hee, yang merupakan seorang pencinta audio, memasang Grand Utopia di mobilnya. Samsung ingin membeli pembuat speaker high-end ini dengan harga 240 juta won (sekitar 2,8 miliar).

"Kami mencoba untuk memperoleh Bang & Olufsen, produsen perlengkapan audio high-end yang berbasis di Denmark. Namun, rencana itu dibatalkan karena harganya lebih tinggi dari yang diharapkan. Kemudian, tidak lama kami menemukan perusahaan Perancis ini," kata seorang pejabat dari Samsung Electronics. "Harganya berkisar antara 200 juta sampai 300 juta won (sekitar 2,3 miliar sampai 3,5 miliar rupiah). Pembicaraan antara kedua perusahaan saat ini sudah berada dalam tahap akhir. Karyawan kami sekarang sedang bernegosiasi untuk rinciannya di Perancis."

Samsung Electronics berharap bisa menyelesaikan akuisisi pada akhir tahun ini. "Perusahaan berencana untuk mendaftarkan bisnis otomotif elektronik di jalurnya secepat mungkin. Hal ini membutuhkan proses akuisisi yang agresif untuk bisnis di masa depan, seperti elektronik otomotif, Internet of Things dan artificial intelligence."

Sementara itu, Samsung Electronics juga dalam pembicaraan untuk membeli pemasok suku cadang otomotif Magneti Marelli dari induk perusahaannya Fiat Chrysler Automobiles (FCA) asal Italia, tetapi mengalami kesulitan untuk mencapai kesepakatan. Sumber mengatakan bahwa ini karena proses merger akuisisi dalam skala besar bukan merupakan hal yang mendesak pada saat ini ketika perusahaan masih berfokus pada pemulihan kondisi paska penarikan Galaxy Note 7, dan FCA ingin menjual anak perusahaannya itu dengan harga lebih dari 1 triliun won (sekitar 11,5 triliun rupiah), lebih tinggi dari yang diharapkan oleh Samsung.


No comments:

Post a Comment