Baikal kembangkan prosesor MIPS untuk Tizen


Baikal Electronics, perusahaan chip semikonduktor asal Rusia, saat berlangsungnya Startup Village 2016 minggu ini di Moskow mengatakan bahwa mereka sedang bekerja untuk menerapkan OS Tizen pada produk prosesor terbaru mereka Baikal T1. Hal ini akan memunculkan kemungkinan bahwa di masa depan perangkat Tizen akan menggunakan prosesor buatan Rusia.

Baikal T1 adalah prosesor berbasis lisensi desain dari MIPS, bukan ARM atau x84 yang selama ini sudah didukung oleh Tizen. SoC ini adalah yang pertama didunia yang menggunakan core CPU MIPS P5600 "Warrior P-class" yang berfokus pada kinerja tinggi dan daya rendah dari Imagination Technologies selaku pengembang dan pemilik lisensi desain MIPS.

MIPS yang merupakan singkatan dari Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages adalah pelopor penggunaan arsitektur RISC (Reduced instruction set computing). Desain prosesor MIPS saat ini banyak digunakan pada beberapa sistem embedded seperti pada perangkat Windows CE, router, gateway perumahan, komputer berdaya rendah seperti netbook dan konsol game seperti Nintendo 64 dan Sony PlayStation.


Baikal Electronics sendiri menargetkan Baikal T1 buat perangkat seperti router broadband, POP, komunikator jaringan, security gate and VPN concentrator yang sepertinya sesuai dengan target Tizen untuk segmen Internet of Things (IoT).


Dan yang terpenting, kekhawatiran akan adanya ancaman terhadap keamanan mengenai implementasi backdoor melalui desain dan algoritma dari chip semikonduktor buatan negara-negara barat seperti ARM dan x86 akan bisa tereliminasi. Hal inilah yang menyebabkan dua negara adidaya terbesar di dunia, Rusia dan China lebih memilih mengadopsi MIPS.