Samsung Pay diprediksi kuasai pasar pembayaran mobile di Asia mulai 2016


Samsung Pay akan mengambil 49% dari pangsa pasar di Asia tahun depan, sehingga diperkirakan akan muncul sebagai layanan untuk utama pembayaran mobile di pasar global.

Hyundai Securities memprediksi bahwa Samsung Pay dengan cepat akan merebut pasar global mulai dari China dan Amerika Serikat dan pangsa pasar di Asia akan mencapai 49%. Dengan jumlah ini, diprediksi bahwa Samsung Electronics akan menjadi bisnis layanan pembayaran terbesar di dunia.

Sementara perusahaan riset pasar global Gartner memperkirakan bahwa pasar pembayaran mobile global yang bernilai $100 miliar pada tahun 2011 akan tumbuh 7 kali lipat hingga tahun 2017 menjadi $720 miliar. Mereka juga memperkirakan bahwa jumlah pembayaran akan cepat tumbuh dari 11 miliar pada tahun 2012 menjadi 47 miliar di tahun ini.

China UnionPay dan Alibaba adalah dua perusahaan yang paling besar kontribusinya dalam membantu Samsung Pay untuk tumbuh besar. Samsung Electronics membuat kemitraan dengan UnionPay yang mengontrol 73% dari pasar Asia dan berencana untuk merilis Samsung Pay di China pada tahun 2016. Tidak hanya bisa menggunakan UnionPay di China, tetapi juga dapat digunakan di 150 negara dan di 26 juta toko afiliasinya. 52% dari kartu pembayaran yang diterbitkan tahun lalu di seluruh dunia memiliki Union Pay.

Samsung juga memilih bekerja sama dengan Alibaba, yang menguasai 75% pasar e-commerce di China, dalam pemasaran sebagai salah satu faktor yang telah membantu Samsung Pay untuk tumbuh.

Peningkatan jumlah model perangkat yang memiliki Samsung Pay juga merupakan faktor positif. Tahun ini Samsung Pay hanya terbatas pada 4 model: Galaxy S6, S6 Edge, S6 Edge Plus, dan Galaxy Note 5. Namun Samsung Electronics berencana untuk menerapkan Samsung Pay untuk smartwatch seperti Gear S2 mulai tahun depan juga untuk model smartphone murah dengan cepat memperluas pengaruh Samsung Pay.

Hyundai Securities memperkirakan bahwa 200 juta perangkat Samsung akan memiliki Samsung Pay tahun depan mengingat fakta bahwa Samsung Electronics mengeluarkan lebih dari 300 juta smartphone plus perangkat mobile lainnya tahun ini. Jumlah ini sesuai dengan 60% dari Smartphone yang akan diproduksi oleh Samsung Electronics tahun depan dan itu nilainya akan 4 kali lebih tinggi dari tahun ini yang sebesar 13%.

Samsung Pay telah menjadi layanan yang sukses di Korea Selatan dan mulai memasuki pasar Amerika Serikat tahun ini, dan di tahun depan direncanakan akan menjangkau lebih banyak negara. Jumlah anggota Samsung Pay, yang diluncurkanpada tanggal 20 Agustus, telah melampaui 1 juta pada bulan Oktober dan diperkirakan akan melampaui 2 juta bulan ini. Jumlah akumulasi pembayaran juga telah melampaui 10 juta.

"Karena Samsung Pay dengan cepat diterima dengan baik di Korea Selatan, diharapkan akan memperluas ke China dan pasar Amerika Serikat," kata Kim Chul-young, peneliti untuk Hyundai Securities. "Bisnis layanan pembayaran mobile dan bisnis modul juga akan mendapatkan keuntungan dari ini."