Wednesday, December 2, 2015

Gaya kepemimpinan chairman baru Samsung pengaruhi kesuksesan Tizen

Jay Y. Lee (kiri) saat bertemu dengan 30 pimpinan operator global untuk membicarakan soal Tizen di MWC 2013 

Samsung Group mengumumkan perombakan eksekutif tahunan tingkat presiden pada 1 Desember kemarin. Ini adalah perubahan personil pertama yang dilakukan oleh vice chairman Lee Jae-yong (Jay Y. Lee) sejak ia mengambil alih chaebol terbesar di Korea ini.

Ada banyak yang memperkirakan bahwa ia akan menerapkan perubahan mendasar melalui ritual tahunan untuk reshuffle manajer tingkat atas. Namun dia memilih untuk mendorong pergeseran generasi secara bertahap, sementara masih memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan dari para CEO yang ada. Seperti misalnya kemarin mengangkat Koh Dong-jin (DJ Koh) sebagai pimpinan Samsung Mobile yang baru, namun masih mempertahankan Shin Jong-kyun (JK Shin) sebagai CEO divisi IT & Mobile Communications (IM).

Dalam hal ini, kata kunci Jay Y. Lee dalam manajemen dapat dilihat sebagai "manajemen kerja." Sangat mungkin bahwa gaya manajemennya yang "praktikal" akan terungkap secara bertahap di seluruh anak perusahaan dari Samsung Group.

Dia menjual unit bisnis yang kurang kompetitif untuk lebih fokus pada unit bisnis utama. Dia menjual pesawat jet pribadinya untuk lebih memilih menggunakan pesawat terbang komersial untuk bepergian, dan juga lebih sering duduk di kursi ekonomi daripada kursi dengan kelas yang lebih tinggi yang tersedia. Dia juga tidak terlalu berminat dalam mengumpulkan properti real estate, walaupun mungkin dia lebih kaya dari konglomerat lainnya di Korea.

Jay Y. Lee juga tidak suka bergantung pada perusahaan lain untuk maju dan membuat pertumbuhan bisnis baru. Dia menghidupkan kembali sistem operasi mobile bada yang dikembangkan oleh perusahaannya menjadi Tizen yang lebih terbuka, dan terus mendorong penggunaan OS Tizen di semua perangkat pintar termasuk smartphone. Dia sendiri juga yang berkeliling dunia untuk mengumpulkan dukungan perusahaan teknologi dan operator telekomunikasi saat pertama kali Tizen diperkenalkan. Termasuk juga menguji sendiri perangkat Tizen yang akan diluncurkan seperti Samsung Z3, walaupun itu hanya untuk segmen low-end.

Selain Tizen, beberapa solusi layanan software buatan sendiri seperti Samsung KNOX dan Samsung Pay juga mulai diakui dunia dan digunakan oleh lebih banyak konsumen.

Dia juga mendorong divisi semikonduktor untuk bisa membuat kustomisasi SoC sendiri untuk Exynos agar bisa melepaskan diri dari Qualcomm, serta melebarkan sayap Samsung SDI menjadi salah satu penyedia komponen mobil listrik terbesar.

Gaya manajemen seperti ini telah membawa perubahan halus di seluruh sumber daya manusia yang ada di Samsung, termasuk juga budaya perusahaan. Kepemimpinan Jay Y. Lee dengan gaya manajemen yang praktikal sekarang mulai melebarkan sayap, yang bertujuan untuk mengembangkan Samsung menjadi "first mover" dengan memanfaatkan filosofi Manajemen Baru yang telah dicanangkan oleh chairman Lee Kun-hee sebelum dia jatuh sakit.



No comments:

Post a Comment