Samsung OSG kini jadi salah satu organisasi open source terbesar di dunia


Samsung Electronics menyadari bahwa software open source adalah komponen kunci dari berbagai produk dan ini merupakan bisnis yang penting untuk melanjutkan kesuksesan perusahaan. Kim Young-yoon, wakil presiden eksekutif dari Samsung Software Center menjelaskannya saat menjadi pembicara utama di Samsung Open Source Conference (SOSCON) 2015 hari ini di Conrad Seoul Hotel, Yeouido-dong, Yeongdeungpo-gu, Seoul, Korea Selatan.

"Samsung Electronics telah membentuk grup open source profesional di tubuh organisasi Samsung Software Center sejak tahun 2013," kata Kim Young-yoon. "Kantor cabang serta dukungan tenaga ahli juga telah dibuka di Amerika Serikat, Inggris, India dan negara lainnya."

Open Source Group (OSG) dibentuk pertama kali pada tahun 2013 dengan kantor pusat di Suwon, Korea Selatan, untuk melakukan berbagai hal berikut:
  • Membantu membimbing Samsung Electronics sebagai perusahaan dalam penggunaan, kolaborasi, dan pengembangan software open source secara efektif.
  • Memberikan advokasi atas nama Samsung dalam komunitas open source eksternal.
  • Mengembangkan strategi open source dan tata kelola kebijakan yang konsisten untuk enterprise pada umumnya.

Visi Samsung melalui OSG adalah untuk menghubungkan berbagai kalangan dengan model pengembangan open source yang kolaboratif, dan Samsung OSG saat ini adalah salah satu organisasi global terbesar yang secara aktif memanfaatkan dan berkontribusi pada proyek open source. Samsung telah terlibat dengan cukup nyata dalam pengembangan Kernel Linux, WebKit, Blink, GStreamer, Servo, EFL, dan banyak lagi, dan Samsung juga selalu mendorong proyek-proyek open source termasuk Tizen dan IoTivity untuk menciptakan peluang baru dalam ekosistem open source.

"Perusahaan akan terus meningkatkan keterlibatan dalam menerapkan budaya open source, menyebarkan platform open source dan membentuk pasar baru," kata Kim Young-yoon.

Untuk alasan yang sama, Samsung Electronics juga akan meningkatkan investasi mereka pada teknologi open source. "Di CES 2015 sudah diumumkan keterlibatan dalam bidang IoT dimana perangkat Samsung akan terbuka dengan perangkat lain untuk bisa dihubungkan dengan mudah," kata Kim Young-yoon. "Jadi disini Samsung telah menempatkan nilai yang besar pada keterbukaan," tambahnya.


Open Source Grup juga bertanggung jawab untuk mengorganisir beberapa acara terkemuka berskala global seperti SOSCON (Samsung Open Source Conference), TDC (Tizen Developer Conference), TDS (Tizen Developer Summit) dan Samsung Developer Conference (SDC), serta berperan besar dalam acara seperti LinuxCon, Korea Linux Forum, OSCON maupun FOSDEM untuk menciptakan sebuah platform untuk kolaborasi antara komunitas pengembang open source, pakar industri, dan mitra bisnis dari seluruh dunia. "Samsung telah berinvestasi pada sebuah konferensi open source, ribuan pengembang open source, serta dukungan untuk berbagai universitas baik di dalam maupun di luar negeri dan juga seminar open source di berbagai belahan dunia," kata Kim Young-yoon.

Selain terlihat dalam kernel Linux, proyek open source yang saat ini sedang dikerjakan oleh Samsung OSG antara lain IoTivity, Tizen, Gear VR Framework (GearVRf), IoT.js, JerryScript, Apache Horn serta berbagai proyek yang ada di Github maupun proyek lain seperti EFL, Wayland, Servo, Webkit, Blink, Cairo dan lainnya. Selengkapnya bisa ditemukan di commit101.org.