Wednesday, February 25, 2015

Samsung ingin lebih banyak akuisisi untuk Tizen


Samsung Electronics dan afiliasinya akan menggunakan strategi merger dan akuisisi (M&A) sebagai alat pertumbuhan baru untuk memperbesar dan memperkokoh ekosistem Tizen, sesuai dengan arahan perubahan strategi yang akan ditempuh dibawah Vice Chairman Samsung Jay Y. Lee (Lee Jae-yong).

Para pejabat Samsung hari ini mengatakan bahwa perubahan sedang dianut oleh manajemen puncak ini dalam rangka untuk lebih memenuhi kebutuhan dalam penyesuaian yang lebih cepat untuk ketidakpastian dan tuntutan pasar.

"Vice Chairman Lee ingin merampingkan portofolio bisnis dengan meninggalkan bisnis yang tidak menguntungkan dan berinvestasi di area yang lebih menjanjikan," kata seorang eksekutif senior dari Samsung.

Eksekutif ini juga menambahkan bahwa perusahaannya lebih memilih untuk mengakuisisi perusahaan berukuran kecil sebelum melakukan M&A untuk perusahaan yang berukuran lebih besar seperti BlackBerry. "Pertemuan terakhir dengan CEO Google, CEO Facebook, co-founder PayPal dan CEO Microsoft juga berarti bahwa Samsung sedang mencari hal besar berikutnya," tambahnya

Samsung kemarin mengakuisisi Magna International untuk meningkatkan bisnis baterai buat mobil listrik. Sebelumnya mereka telah mengambil alih perusahaan Smart Home SmartThings untuk Internet of Things, LoopPay untuk pijakan terjun ke bisnis pembayaran mobile dan Proximal Data untuk Big Data.

Dilain pihak, Samsung telah menjual bisnis pertahanan keamanan mereka dan perusahaan kimia mereka yang kurang menguntungkan.

"Samsung sedang berada di trek untuk mengubah sifat awal perusahaan kami. Kami akan menjadi pembelanja yang agresif. Fokus kami adalah bagaimana menemukan sasaran yang tepat untuk bisa cocok dengan bisnis yang ada," kata eksekutif lain.

Samsung Electronics diketahui memiliki cadangan kas internal sebesar $56 miliar untuk M&A.

Sebuah transisi kekuasaan ke generasi ketiga sudah berlangsung sejak chairman Samsung Lee Kun-hee masih terus koma di rumah sakit sejak tahun lalu.

"Kuncinya adalah bagaimana menemukan, memperkuat dan mengembangkan sistem sendiri untuk keberlanjutan dan yang akan datang dari M&A dengan waktu yang tepat," kata eksekutif perusahaan.

Dalam catatan terkait, Samsung bertujuan untuk menciptakan ekosistem baru di area yang menjadi target mereka dengan menginvestasikan jutaan dolar untuk perusahaan startup yang berbasis di luar Korea.

"Vice Chairman Lee memiliki kepentingan dalam membangun ekosistem perusahaan sendiri di bidang bisnis yang telah ditunjuk oleh perusahaan. Inilah sebabnya mengapa Samsung berinvestasi lebih untuk platform mobile Tizen dan M&A di Internet of Things," kata eksekutif Samsung, sambil menambahkan bahwa perusahaannya juga ingin memperkuat bisnis FinTech nya.

No comments:

Post a Comment