Divisi R&D dan engineer Samsung mulai tinggalkan bisnis smartphone


Investasi Samsung Electronics dalam penelitian dan pengembangan (R&D) diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi tahun ini untuk mengejar peluang bisnis baru, walaupun sedang mengalami penurunan pendapatan terkait lesunya bisnis smartphone. Selain itu engineer Samsung yang bekerja pada bisnis smartphone juga mulai dialihkan ke bisnis baru.

"Tahun ini diperkirakan pengeluaran oleh Samsung pada proyek R&D mereka akan berakhir dengan rekor 15 triliun won," kata seorang pejabat Samsung pada hari Minggu kemarin.

Ini setara dengan 7,4 persen dari pendapatan. Samsung melaporkan pendapatan 153,5 triliun pada periode Januari-September. Samsung mengatakan laba operasional kuartal ketiga turun 60 persen dari tahun sebelumnya menjadi 4,1 triliun won menandai keuntungan terlemah per-kuartal sejak 2011. Penjualan juga anjlok 20 persen pada periode yang sama. Tahun lalu, Samsung menghabiskan 14,8 triliun won pada proyek R&D.

Peningkatan belanja perusahaan diharapkan dapat membantu menemukan arus pendapatan baru diluar smartphone.

"Kesulitan hari ini tidak berarti bahwa Samsung Electronics akan semakin melemah di masa depan karena perusahaan berencana untuk berinvestasi yang lebih banyak pada proyek-proyek bisnis masa depan untuk inovasi teknologi" kata pejabat itu.

Dilain pihak, Samsung Electronics juga telah membuat pengambilan keputusan yang cepat dengan memindahkan pekerja software dari unit smartphone dalam waktu kurang dari sebulan setelah mereka membukukan penurunan laba dalam bisnis smartphone. Samsung mentransfer sekitar 500 engineer dari unit mobile dan mengalokasikan mereka sebagian besar untuk inisiatif dalam Internet of Things (IoT).

Para analis menyoroti kemampuan Samsung untuk membuat keputusan yang cepat bahkan tanpa adanya chairman merek Lee Kun-hee yang sedang sakit. Sangat kontras dengan perjuangan Sony untuk menghidupkan kembali unit mobile sejak mengambil alih saham Ericsson AB pada tahun 2012.

"Tidak seperti rekan-rekan mereka di Jepang, di Samsung rencana ketuanya akan dieksekusi dengan sangat cepat," kata Atul Goyal, seorang analis dari Jefferies Group yang berbasis di Singapura. "Samsung adalah perusahaan yang sangat baik di hardware, namun tidak di software. Ini akan membuat mereka segera memperbaiki dirinya dalam beberapa tahun."

"Ketika mereka melihat sesuatu yang bekerja bahkan jika itu hanya sedikit, mereka akan mempercepatnya dengan lebih cepat, menggeser orang-orang dan sumber daya ke dalamnya dan mendorongnya dengan sangat agresif," kata Atul Goyal mengomentari alur kerja di Samsung.

Samsung Electronics mengoperasikan tiga divisi R&D, dan kini semuanya bertugas untuk mengembangkan produk baru sebagai bagian dari strategi pertengahan dan jangka panjang.

Saat berlangsungnya Samsung Investors Forum 2014 di New York pada 17 November kemarin, Samsung Electronics juga mengatakan kepada para investor global tentang tiga bisnis baru yang akan dibudidayakan sebagai mesin pertumbuhan baru. Ketiganya adalah sistem semikonduktor fin-FET, layar OLED flksibel dan inkubasi start-up.

Kepada sekitar 200 investor dan analis dari dalam dan luar negeri yang mengambil bagian dalam acara ini. Samsung mengatakan akan memperkuat bisnis pengecoran semikonduktor dengan memanfaatkan teknologi fin-FER 14-nanometer, mempelopori pasar mobile dengan melampaui batas dalam hal desain dengan menggunakan panel OLED fleksibel, serta secara aktif mempromosikan teknologi startup yang mereka danai dan akuisisi melalui Open Innovation Center yang didirikan di Amerika Serikat.

"Kami akan mampu memasok produk dengan layar yang bisa dilipat kepada pelanggan kami pada akhir tahun depan," kata Lee Chang-hoon, wakil presiden tim strategis bisnis di Samsung Display, selama acara.

Sejarah dari divisi R&D milik Samsung Electronics bisa dilihat melalui video berikut.