Samsung Open Source Conference (SOSCON) 2014 - Highlights


Setiap kursi di ruang konferensi di Intercontinental Hotel di Samsung-dong, Seoul, kemarin dipenuhi oleh sebagian besar laki-laki muda dengan kacamata tebal berbingkai yang berada di sana untuk menghadiri konferensi open-source pertama yang diadakan oleh Samsung Electronics. Diperkirakan 1000 orang lebih telah menghadiri Samsung Open Source Conference (SOSCON) yang berlangsung selama dua hari.

"Kita tidak khawatir ketika kita merencanakan konferensi ini," kata Lee Hyo-gun, wakil presiden senior dari Samsung Electronics yang bertanggung jawab atas pengembangan software, termasuk sistem operasi (OS) Tizen. "Tapi aku senang begitu banyak orang telah menunjukkan minat dalam open source."

Dalam ucapan pembukaannya kepada peserta yang hadir, Lee mengatakan bahwa tanpa open source, Samsung tidak akan pernah bisa sampai sejauh ini dalam hal pengembangan software. "Kita harus berbagi pengalaman kita dengan orang-orang di luar perusahaan dan mengadakan acara seperti ini dari dulu," tambahnya.

Sebuah perubahan besar sedang terjadi di perusahaan teknologi terbesar di dunia. Samsung Electronics, yang pernah mengandalkan hardware untuk memasarkan produknya, telah mulai lebih fokus pada pengembangan software.

"Hari ini, salah satu definisi yang paling penting dari open source adalah strateginya," kata Jim Zemlin, direktur eksekutif di Linux Foundation, selama pidato utamanya di SOSCON kemarin. Dia mengatakan tujuan untuk perusahaan mengadopsi open source semata adalah untuk meningkatkan profitabilitas dan pangsa pasar.

"[Open source] lebih murah dan lebih cepat," kata Jim Zemlin. "Anda dapat menghemat $2.000 per code dan fokus pada menciptakan code baru." Dia juag menambahkan bahwa open source memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan sumber internal dengan menghubungkan produk-produknya.

Kemajuan ke arah menciptakan ekosistem digital dengan merek Samsung ditampilkan di IFA, yang diselenggarakan awal bulan ini di Berlin. Samsung memperkenalkan Smart Home yang memungkinkan perangkat elektronik yang dapat dikendalikan menggunakan smartphone, termasuk TV dan lemari es.

Awal tahun ini, Samsung Electronics mengatakan bahwa mereka mulai mengembangkan Tizen untuk menerapkannya ke berbagai peralatan elektronik yang kemudian akan dihubungkan, yang dikenal sebagai Internet of Things (IoT).


Setelah dibuka oleh Jim Zemlin, pembicara utama pertama adalah mantan manajer komunitas Ubuntu Jono Bacon, yang saat ini menjadi direktur senior di X Prize Foundation. Dia berpidato membahas topik nilai berbagi dan cara software open source memperkaya kehidupan masyarakat. Direktur Lee Min-suk di NHN NEXT menjadi pembicara berikutnya, yang membahas tentang bagaimana untuk mendidik pengembang software open source dan signifikansi mereka di industri software. Pengembang kernel Linux Heo Tae-joon di Red Hat Software berbicara pada tema Open Source, Basis Keuntungannya, dan Keterpusatan Pengembang.

Dalam pidato terakhir untuk pembicara utama disampaikan oleh Carsten Haitzler, pendiri dan kreator dari Enlightenment (EFL) dan pengembang platform Tizen di Samsung Electronics. Dia bercerita kisahnya sendiri dalam topik Open Source Project Leadership.

Setelah pidato, empat sesi tematis diadakan untuk sesi platform, Internet of Things (IoT), Web, Big Data Cloud, dan paten dan masalah yang terkait dengan perizinan selama kegiatan komunitas open source. Masing-masing sesi dipimpin oleh 2-6 pembicara, kebanyakan dari mereka adalah pengembang software yang bekerja untuk Samsung Electronics, Intel dan banyak perusahaan IT global lainnya.


Sebuah acara hackathon selama dua hari juga diadakan selama konferensi untuk pengembangan aplikasi Tizen yang didasarkan pada software open source. Sebanyak 100 pengembang bergabung di acara hackathon yang pada pertama. Pemenang pertama akan mendapatkan uang tunai sebesar 3 juta won, pemenang kedua 2 juta won dan dua pemenang ketiga masing-masing akan mendapat 1 juta won.

Samsung berencana untuk mengadakan konferensi ini secara tahunan sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan industri open source di Korea dan mengembangkan ekosistem Tizen.