Samsung Gear sekarang didukung oleh 1000 aplikasi Tizen


Berusaha untuk mencapai hegemoni di pasar wearable dan Smart TV, Samsung Electronics terus mengambil inisiatif untuk mendorong percepatan ekosistem Tizen untuk perangkat wearable dan TV. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari rencana masa depan untuk mandiri tidak hanya dari sisi hardware, tapi juga dalam hal software.

Hari ini Samsung Electronics mengumumkan bahwa perangkat seri Samsung Gear yang berbasis sistem operasi (OS) Tizen telah didukung oleh 1000 aplikasi. Jumlah ini berarti tiga kali lipat lebih banyak dari jumlah aplikasi yang tersedia untuk Android Wear sebanyak 300 aplikasi.

Hasil ini dicapai setelah 5 bulan sejak platform Tizen Wearable diluncurkan pada bulan Maret di Mobile World Congress (MWC) 2014 yang diselenggarakan di Barcelona, atau 4 bulan sejak perangkat wearable pertama berbasis OS Tizen - Samsung Gear 2 dan Gear 2 Neo - mulai dijual di 125 negara.




Bagi Samsung, pencapaian ini merupakan tonggak yang penting untuk dalam strategi mereka untuk mengambil alih dominasi ekosistem IT global melawan Google dan Apple dalam perang habis-habisan untuk memimpin generasi berikutnya untuk inovasi IT dalam perangkat wearable.

Ekosistem mobile untuk smartphone sekarang sudah dikuasai oleh Google dan Apple. Untuk itu, kesempatan terbesar buat Samsung adalah pada ekosistem aplikasi untuk perangkat generasi berikutnya setelah era smartphone yang dikenal dengan Internet of Things (IoT) dimana perangkat wearable adalah salah satunya.

Selain perangkat wearable, Samsung Electronics juga berniat untuk mengamankan pasar IT lainnya yang belum terbentuk. Saat ini Samsung juga telah mempersiapkan ekosistem aplikasi untuk Smart TV berbasis OS Tizen di belakang layar melalui divisi konten software mereka, Media Solution Center (MSC).

Antara perangkat wearable dan Smart TV akan ada ketertaitan yang erat, karena Samsung akan menjadikan perangkat wearable berbasis Tizen sebagai konsol atau pengontrol untuk Smart TV berbasis Tizen.

Beberapa strategi telah dilakukan untuk menarik banyak pengembang aplikasi agar membuat aplikasi untuk Tizen, diantaranya dengan memberikan 100% pendapatan dari aplikasi kepada pengembang serta menyelenggarakan serangkaian hackathon di beberapa negara.