Ditolak di Amerika, Huawei perkuat posisi di Inggris


Karena alasan politik, Huawei ditolak kehadirannya oleh pemerintah Amerika Serikat di negara mereka karena alasan bisa mengganggu keamanan nasional. Huawei dianggap sebagai mata-mata dari pemerintah China oleh politisi lokal, walaupun mereka telah membantahnya. Tapi di Inggris, di mana Huawei telah memiliki basis pelanggan yang solid, situasinya sangat berbeda.

Menteri keuangan Inggris George Osborne, yang berada di China pekan ini dalam perjalanan lima harinya, sengaja mengunjungi markas Huawei di selatan kota Shenzhen pada hari Rabu kemarin untuk bertemu dengan pendiri perusahaan dan Kepala Eksekutif Ren Zhengfei.

"Saya memiliki keyakinan dengan masa depan Huawei di Inggris," kata Ren dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Huawei menyelenggarakan penyambutan delegasi perusahaan teknologi Inggris di kantor pusatnya selama kunjungan Menteri Osborne, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempromosikan kerjasama dengan sektor telekomunikasi Inggris.

Huawei juga mengatakan menginvestasikan $200 juta untuk membangun sebuah pusat R&D baru dan pusat pengembangan di Inggris. Investasi terbaru ini merupakan bagian dari rencana yang diumumkan oleh Huawei tahun lalu untuk menghabiskan $2 milyar selama lima tahun pada R&D dan pengadaan komponen di Inggris. Di bulan Juni, Huawei membuka kantor pusat barunya Inggris - sebuah kompleks bangunan seluas 140.000 kaki persegi di Reading.

Huawei telah memiliki kantor R&D di Ipswich, di mana mereka mempekerjakan lebih dari 80 insinyur. Perusahaan mengatakan kalau mereka mengharapkan insinyur yang bekerja di kantor R&D di Inggris bisa meningkat menjadi 300 pada 2017 dengan penambahan pusat baru.

Dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal pekan lalu, Chen Lifang, wakil presiden senior dan dewan direktur dari Huawei, mengatakan bahwa investasi R&D adalah salah satu prioritas utama mereka. Menurut Chen, Huawei tidak akan memotong kembali investasi R&D mereka bahkan selama periode krisis ekonomi, dan kebijakan yang telah ditetapkan tidak akan berubah. Huawei menghabiskan sekitar $4,8 milyar pada R&D tahun lalu, atau hampir 14% dari pendapatan grup perusahaan. Saat ini, sekitar setengah dari tenaga kerja Huawei bergerak dalam bidang R&D.