Tren industri mobile masa depan: Dari portable devices menuju wearable devices


Wearable device adalah generasi berikutnya dalam perangkat cerdas atau smart device. Produk-produk berkategori mutakhir ini menggabungkan berbagai item yang sudah akrab dengan keseharian kita seperti jam tangan, kacamata dan pakaian dengan teknologi informasi (IT), yang mengantarkan tren baru dari industri mobile "dari portable menuju wearable."

Wearable device sudah lama dikenal dalam dunia hiburan yang bergenre fiksi atau futuristik, seperti pada film dan komik. Komik Dick Tracy karya Chester Gould sempat membuat sensasi di tahun 1946 ketika memperkenalkan jam tangan layar sentuh canggih yang dibuat menelepon oleh Detektif Dick Tracy. Kemudian pada tahun 1984, film blockbuster "The Terminator" memperkenalkan kaca mata canggih yang bisa difungsikan layaknya komputer.

Dalam kehidupan nyata, perangkat seperti ini sejauh ini sangat sulit untuk dikomersialkan, karena fungsinya yang masih sangat terbatas sehingga membuatnya menjadi sulit untuk membangun pasar. Namun penggunaan perangkat seperti smartphone yang makin diperluas, perkembangan terbaru dalam teknologi hardware dan perbaikan dalam desain, telah membuat wearable device lebih dekat dengan realitas.

Pasar wearable device masih dalam masa pertumbuhan. Oleh karena itu, untuk memperluas dan memperkuat pasar ini, perusahaan harus bisa menahan diri dari keputusan yang tergesa-gesa dan berhati-hati dalam meneliti pasar dari perspektif jangka panjang. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan skeptisisme dan kelelahan teknologi yang mungkin tumbuh di kalangan konsumen, dengan menyebarkan pendekatan yang selalu berfokus pada keinginan konsumen.

Agar berhasil memperluas pasar, perusahaan yang ingin terjun di pasar ini perlu berurusan dengan empat faktor: kebutuhan konsumen, teknologi, ekonomi dan regulasi/peraturan.

Pertama, perusahaan perlu mengembangkan layanan dengan nilai yang efektif dan daya tarik massa. Wearable device masa depan dapat dibagi menjadi fungsi yang masuk ke dalam layanan kesehatan dan informasi atau hiburan. Harapan saat ini adalah bahwa wearable device akan membuat perubahan besar di bidang pemantauan kesehatan.

Jam tangan pintar atau Smart Watch memiliki keuntungan dalam bobot yang ringan dan mudah untuk diakses, tanpa perlu mengambil sebuah telepon atau dompet untuk membuat panggilan telepon atau pembayaran. Beberapa jam tangan bahkan dapat memberikan "sensatori" untuk layanan notifikasi yang bisa menyesuaikan pemberitahuan atau jenis informasi kepada pengguna. Smart watch juga dapat digunakan sebagai platform baru untuk layanan kesehatan. Meskipun meningkatnya minat dalam perawatan kesehatan, namun masih banyak orang cenderung pasif dalam berolahraga. Beberapa pembuat perangkat kesehatan mulai melihat ke depan untuk memperluas pasar konsumen mereka dengan menyediakan jasa pelatihan dan analisis data kesehatan melalui wearable device.

Sementara produk kacamata pintar seperti Google Glass memiliki keuntungan yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto maupun video kapanpun dan dimanapun mereka inginkan sambil memberikan layanan augmented reality. Masalah privasi dan kebutuhan konsumen yang terbatas untuk perekaman video dan fotografi berarti bahwa kacamata pintar ini kemungkinan akan digunakan lebih untuk augmented reality, seperti layanan penerjemahan bahasa, game, pencarian data secara realtime berdasarkan obyek yang dilihat dan fungsi lainnya.

Kedua, hambatan teknis sehubungan dengan baterai, bobot perangkat, metode input dan layar harus bisa diselesaikan. Wearable device harus bisa dipakai setiap saat, membuat baterai yang tahan lama dan bobot yang sangat ringan sangatlah penting. Seringnya pengisian daya akan menurunkan kenyamanan produk dan daya tarik di mata konsumen. Selanjutnya, meskipun memiliki metode input yang berbeda seperti pengenalan suara, gerakan, wajah maupun sidik jari sudah bisa diterapkan saat ini, namun teknologi ini sejatinya masih belum matang. Fungsi pengenalan suara misalnya, masih sangat sulit untuk digunakan dalam lingkungan yang bising dan layar untuk kacamata pintar juga masih menawarkan keterbatasan dalam resolusi, jarak penglihatan dan kemudahan untuk dibaca oleh mata.

Ketiga, wearable device saat ini masih dianggap sebagai pelengkap untuk smartphone, sehingga membuat faktor harga menjadi salah satu penentu utama untuk memperluas basis pasokan. Semakin tingginya harga produk sebaiknya juga diimbangi dengan peningkatan dalam kinerja dan kegunaan buat konsumen. Penggunaan software yang murah, atau bahkan gratis, akan memungkinkan konsumen untuk menggunakan layanan yang beragam dengan harga yang rendah.

Keempat, langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan dampak negatif dan penyalahgunaan wearable device harus segera ditetapkan. Layanan inovatif tertentu untuk wearable device bisa menanamkan ketakutan kepada konsumen atau orang-orang di sekitar pemakai. Perangkat yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto dan video dengan sedikit gerakan atau suara bisa membuka akses ke informasi pribadi orang lain melalui pengenalan wajah, sehingga bisa menyebabkan pelanggaran privasi yang penting. Semua negara-negara di seluruh dunia harus menerapkan peraturan dulu terkait hal ini, sebelum perusahaan seperti Google merilis kacamata pintar mereka, karena dikhawatirkan akan menimbulkan resistensi dan gejolak di masa depan. Produsen juga harus mengantisipasi payung hukum buat mereka sebelum memperluas pasar.

Baik Intel maupun Samsung Electronics saat ini sedang dalam pengembangan produk dan ekosistem dari wearable device setelah berakhirnya era PC dan sebagai perluasan pasar mobile.

"Saya pikir Anda akan mulai melihat barang-barang dengan menggunakan silikon kami menjelang akhir tahun dan awal tahun depan," kata Brian Krzanich, CEO Intel yang baru. "Kami sedang berusaha untuk memberikan silikon kami ke beberapa dari mereka, membuat beberapa untuk kita sendiri, memahami penggunaannya dan menciptakan ekosistem."

"Kami sudah mempersiapkan produk jam tangan ini begitu lama," kata Lee Young-hee, Senior Vice President of Global Marketing Group of Samsung Mobile Communications Business, ketika ditanya tentang pengembangan jam tangan pintar dari perusahaannya. "Kami bekerja sangat keras untuk bersiap-siap untuk itu. Kami sedang mempersiapkan produk untuk masa depan, dan jam tangan pastinya adalah salah satunya."

Di tahun 2014, inovasi di pasar wearable device diperkirakan akan meningkat dengan cepat seiring ledakan permintaan untuk wearable device baru dari konsumen, yang sebagian besar dalam bentuk kacamata dan jam tangan. Untuk memperluas penjualan, fungsi yang memanfaatkan keuntungan dari wearable device dan hardware yang inovatif sangat diperlukan. Pada akhirnya, wearable device adalah produk yang dikenakan pada tubuh, sehingga keselamatan harus menjadi prioritas utama, sementara budaya baru untuk penggunaan wearable device harus ditetapkan dengan mempertimbangkan kebiasaan sosial dan efek negatif buat penggunanya.