Penyedia data & konten mulai beralih dari Android ke HTML5 untuk platform Smart TV


Beberapa penyedia konten dan layanan digital untuk platform Smart TV mulai beralih dari Android ke HTML5. Mereka umumnya beralasan karena faktor kebebasan, kemudahan dan tentunya keunggulan teknologi dari platform yang lebih baru ini.

KT misalnya, salah satu operator dan penyedia data terbesar di Korea ini baru saja memutuskan untuk mengubah sistem operasi (OS) untuk Smart IPTV dari Android ke HTML5. Keputusan KT ini tampaknya berasal dari keprihatinan atas ketergantungan pada platform Google. Selain itu, KT diyakini telah mencapai kesimpulan bahwa platform web berbasis teknologi HTML5 adalah pilihan yang optimal untuk mewujudkan kekuatan IPTV di interaktivitas melalui layanan cerdas. Langkah KT tersebut juga didasarkan pada tren global yang sedang berlangsung terhadap HTML5.

Selama ini KT mengalami kesulitan menerima sertifikasi CTS dari Google, yang diperlukan untuk bisa langsung mengakses Google Play. Sepertinya Google telah memperkuat pengaruhnya melalui suatu kenaikan komisi pada Google Play, dimana KT tampaknya menjadi khawatir hubungan kemitraan mereka dengan Google akan berakhir menjadi hubungan atasan-bawahan dalam bisnis Smart TV. Sementara HTML5 dapat digunakan terlepas dari perusahaan atau platform penyedia, sehingga tidak akan ada kekhawatiran adanya subordinasi.

Dengan teknologi yang lebih baru dan modern, HTML juga mengalahkan Java dalam hal kecepatan dan penyimpanan data di server. Seperti kita tahu Android adalah platform berbasis Java yang berjalan pada kernel Linux.

Selain KT, beberapa operator broadcast dan penyedia layanan konten lainnya juga sibuk membuat peralihan ke HTML5 dalam ketakutan terjadinya hubungan atasan-bawahan dengan penyedia platform. Seperti misalnya Time Warner Cable dan Comcast dari Amerika Serikat, JCOM asal Jepang dan KDG dari Jerman yang saat ini bekerja pada platform generasi berikutnya milik mereka sendiri.

Di Korea, T-broad dijadwalkan akan mengkomersialisasikan layanan Smart IPTV berbasis HTML5. Sementara produsen Smart TV seperti Samsung Electronics akan mengandalkan OS TIZEN yang berbasis HTML5 untuk Smart TV, dan pesaingnya LG yang baru-baru ini mengakuisisi WebOS dari Hewlett-Packard untuk digunakan pada Smart TV menggantikan platform Google TV yang berbasis Android. Di Jepang produsen TV seperti Panasonic juga telah meluncurkan platform Smart TV berbasis HTML5.