Vendor China berencana tinggalkan OS buatan Amerika


Di tengah perselisihan mengenai keputusan kongres Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa Huawei dan ZTE mengancam keamanan nasional AS, kedua vendor terbesar dari China itu mulai sedikit demi sedikit meninggalkan sistem operasi buatan perusahaan Amerika. Hal ini dipicu sikap pemerintah AS yang melarang perusahaan di negaranya untuk bekerja sama dengan Huawei maupun ZTE sehingga Microsoft meninggalkan Huawei saat peluncuran global Windows Phone 8 di San Francisco hari ini.

"Kami adalah salah satu dari empat pembuat [perangkat Windows Phone 8] dan [kami] tidak bisa menghadiri peluncuran global," tulis wakil presiden Huawei Yu Chengdong di Weibo, versi Twitter dari China. "Saya berharap situasi yang tidak diinginkan ini tidak membawa kejutan di tengah-tengah pdrjuangan politik dan bisnis antara China dan Amerika Serikat."

Sebelum peristiwa ini, beberapa produsen ponsel China memang sudah mengadopsi multi-platform. Pendiri Huawei Ren Zhengfei sebelumnya telah mengatakan, selain akan membuat chip sendiri, Huawei juga akan membuat sistem operasi mobile sendiri, didasarkan pada pertimbangan strategis untuk mengurangi resiko yang terkait dengan ketergantungan masa depan mereka pada Google Android dan platform milik Microsoft yang mungkin akan menjadi pesaing mereka di masa depan.

Wakil Presiden Eksekutif ZTE He Shiyou dalam wawancara eksklusif dengan Sohu IT pada pertengahan September tahun ini, juga mengatakan bahwa operator di Amerika Serikat, Eropa, serta operator domestik (China) secara umum tidak akan mau tunduk pada satu sistem operasi tunggal. Untuk handset produksi ZTE, dia menegaskan akan menerapkan strategi "multi-platform", di samping smartphone Android dan Windows Phone, ZTE juga berencana untuk meluncurkan smartphone berbasis Firefox OS pada kuartal keempat di pasar domestik.

Asisten Manajer Umum Leadcore, pembuat prosesor mobile berbasis ARM di China, Liu Guangjun juga menyatakan dukungannya kepada Huawei, ZTE dan produsen dalam negeri lainnya untuk mengembangkan sistem operasi mereka sendiri. Dia percaya bahwa "akan muncul perusahaan-perusahaan dengan merek besar yang akan memiliki sistem operasi mereka sendiri, dimana ini akan menjadi tren di masa depan."

Namun, ada beberapa pengamat industri yang menyatakan keprihatinannya terhadap sistem operasi independen. Editor-in-chief dari Communications World Weekly Yang Haifeng mengatakan bahwa sekarang sudah banyak sistem operasi open source, dan dengan membuat ulang sistem operasi berdasarkan sistem operasi open source yang sudah ada bisa menjadi sesuatu yang mudah. Tapi kesulitannya adalah bahwa sistem operasi membutuhkan sebuah rantai industri yang lengkap, chip, produsen perangkat, pengembang aplikasi, operator dan pengguna untuk bersama-sama mendukung perusahaan dalam negeri, yang saat ini tidak tersedia.

Huawei Technologies Co Ltd yang berbasis di Shenzhen, China, didirikan 25 tahun lalu oleh veteran Tentara Pembebasan Rakyat Ren Zhengfei. Huawei saat ini adalah vendor ponsel terbesar keenam di dunia dan nomor dua dalam jaringan komunikasi global, bisnis yang tahun lalu membawa hampir tiga perempat dari total pendapatan mereka.

Dalam persaingan pasar smartphone yang semakin sengit, Huawei tidak hanya akan mengandalkan perangkat berbasis Android yang telah dijalani hingga saat ini, maupun Windows Phone 8 dari Microsoft, tetapi juga TIZEN dimana mereka menjadi salah satu anggota dari TIZEN Association. Berbeda dengan ZTE yang bertaruh pada Firefox OS sebagai alternatif utama dari OS buatan Amerika, Huawei lebih memilih TIZEN yang memiliki dukungan industri yang lebih kuat. Selain ingin menjauhkan diri dari Microsoft yang terbukti tidak bersahabat bagi mereka, Huawei juga ingin memiliki alternatif utama untuk Android, yang telah menjadi fokus dari sengketa hukum antara Apple dan pembuat handset utama.

"Apapun yang disukai oleh konsumen, kita akan mengembangkannya," kata Wan Biao, CEO dari Huawei Device, dalam sebuah wawancara di kantor pusat perusahaannya. "Kami juga telah mencurahkan sumber daya ke dalam sistem operasi mobile yang akan datang berbasis platform kami saat ini dengan alasan jika perusahaan lain tidak akan membiarkan kita menggunakan sistem mereka satu hari nanti."

Huawei telah berkembang dalam bisnis perangkat untuk konsumen - yang menjual smartphone, tablet PC, dan dongle - secara agresif. Perangkat mobile mereka telah mengambil pangsa pasar secara signifikan, meskipun dengan mengorbankan profitabilitas - yang mendorong perusahaan untuk bergeser ke arah produk yang lebih high-end seperti model Vision dan Ascend.

"Kami masih berinvestasi secara aktif untuk 1-2 tahun ke depan, sehingga akan menjadi tantangan besar untuk mencapai profitabilitas yang tinggi," kata Wan. Pada bulan Juli, Huawei membukukan penurunan 22 persen pada laba operasi di semester pertama, sambil mengutip "tantangan signifikan" dari ekonomi global yang melemah dan pengeluaran yang ketat oleh operator telekomunikasi.

Selain bersifat bebas dan terbuka, TIZEN juga dikelola secara bersama oleh Linux Foundation, anggota yang tergabung dalam TIZEN Association dan komunitas open source. Sebagai sebuah sistem operasi, TIZEN telah memiliki rantai industri yang lengkap, mulai dari pembuat chip, produsen perangkat, pengembang aplikasi, operator serta berbasis standar open source yang sudah ada dan terbukti dari Linux Foundation, W3C, Khronos Group, dll.

"Kami masih berinvestasi secara aktif untuk 1-2 tahun ke depan, sehingga akan menjadi tantangan besar untuk mencapai profitabilitas yang tinggi," kata Wan. Pada bulan Juli, Huawei membukukan penurunan 22 persen pada laba operasi di semester pertama, sambil mengutip "tantangan signifikan" dari ekonomi global yang melemah dan pengeluaran yang ketat oleh operator telekomunikasi.

Huawei mengharapkan pendapatan dari perangkat konsumen akan terus tumbuh di kisaran 30 persen tahun depan, meskipun penjualan dari smartphone akan tumbuh lebih cepat, sekitar 40 persen. Perusahaan telah mengatakan bahwa mereka mengharapkan bisnis mereka akan menumbuhkan pendapatan sekitar sepertiga dibanding tahun ini menjadi US$9 miliar, dan bisa mencapai $30 milyar dalam lima tahun, cocok dengan bisnis peralatan telekomunikasi sebagai pendorong utama pendapatan.

Dalam sebuah wawancara media baru-baru, Huawei deputy chairman Hu Houkun mengatakan perusahaan bertujuan untuk menjadi vendor smartphone global No.3, dengan pangsa pasar 15 persen pada tahun 2015, naik dari sekitar 5 persen saat ini.