Investasi di Linux Foundation, Samsung siapkan Tizen sebagai pengganti Android


Samsung mulai memfokuskan rencana rencana dan strateginya di bisnis mobile dan IT, terutama dalam hal software. Raksasa teknologi Korea Selatan ini segera mengumumkan bahwa mereka akan bergabung dengan Linux Foundation di level tertinggi, sebagai anggota Platinum. Posisi ini secara tidak langsung akan memberi Samsung kursi di dewan Linux Foundation.

Dengan pengumuman hari ini, Samsung menyatakan kembali komitmennya untuk Linux dan menanamkan investasi sumber daya mereka dalam sebuah platform berbasis Linux yang dipercaya oleh  Samsung akan bisa membantu mempertahankan posisi mereka dalam kepemimpinan global. Samsung akan bekerja dengan Linux Foundation pada penyederhanaan partisipasi mereka dengan komunitas kernel dan mengadopsi praktek terbaik dari open source.

"Dengan menjadi pemimpin di antara perusahaan sejenis dalam software Linux dan open source, Samsung Electronics jelas telah meningkatkan kemampuan untuk inovasinya sekali lagi," ujar Jim Zemlin, direktur eksekutif di Linux Foundation "Komitmen perusahaan untuk Linux dan investasi dalam perkembangannya mempertegas penempatannya dalam posisi untuk terus meningkatkan pencapaian dalam pasar mobile, embedded dan produk elektronik konsumen. Ini adalah keputusan bisnis strategis yang akan menghasilkan kesuksesan Samsung Electronics yang berkelanjutan dan mempercepat pekerjaan untuk pengembangan Linux."

"Linux Foundation adalah sebuah organisasi penting. Organisasi ini membawa orang yang tepat dan sumber daya bersama untuk membantu perusahaan dan pengembang untuk memajukan Linux untuk semua orang," kata WonJoo Park, Wakil Presiden dari Samsung Electronics. "Kami melihat ke depan untuk meningkatkan kerjasama dan dukungan untuk pertumbuhan portofolio perangkat kami berbasis Linux dan untuk membuat kontribusi untuk memajukan Linux untuk semua."

Jim Zemlin juga mengatakan bahwa komitmen Samsung akan membuatnya menjadi pemimpin global dalam gerakan open source, yang akan membantu bersaing dengan Apple. Menurut Zemlin, kontributor terbanyak ke Linux Foundation untuk saat ini adalah Intel, Red Hat dan Oracle.

"Apple, dianggap sebagai perusahaan pembuat software yang paling tertutup dan eksklusif di dunia, sebenarnya juga sangat baik di open source. Semuanya ada dalam segala sesuatu yang mereka buat," kata Jim Zemlin dalam sebuah wawancara dengan The New York Times. "Samsung melakukan hal yang sama dengan Linux untuk membuat software yang lebih baik, lebih cepat, lebih murah. Mereka berinvestasi di dalamnya dengan cara yang besar, sangat besar, yang hanya bisa dilakukan oleh perusahaan seperti Samsung."

Linux membentuk dasar untuk sistem operasi Google Android. Tapi Linux Foundation juga telah membangun OS mobile lain bernama Tizen yang menjadi proyek utama mereka dengan dukungan Samsung dan Intel. Tizen dibangun berdasarkan OS Samsung Linux Platform (SLP) dari Samsung dan MeeGo dari Intel. Sebagai pendukung terbesar dari Tizen, Samsung tentu saja menginginkan Tizen untuk segera menjadi besar untuk bisa bersaing dengan Apple iOS dan Google Android, dan investasi ini adalah langkah untuk mewujudkan hal itu.

"Setelah baru-baru ini [di Q1 2012] mereka berhasil mengalahkan Nokia menjadi produsen terbesar di dunia ponsel, pengumuman ini juga membuat lebih jelas bagaimana Samsung sekarang akan mencoba untuk menyerang posisi Apple dengan kedua platform berbasis Linux Android dan Tizen," kata seorang juru bicara dari Linux Foundation kepada Business Insider.

Dengan kata lain, Samsung ingin memiliki kontrol lebih sehingga dapat mengubah Tizen menjadi alternatif yang tepat dan layak untuk Android, dan yang lebih penting, sebagai platform software untuk bersaing dengan iOS. Strategi ini juga terungkap akhir Mei lalu saat Samsung Software Conference 2012 dimana Samsung menjelaskan kepada karyawannya bahwa mereka sekarang dan kedepannya akan fokus pada teknologi cloud dan HTML5, yang tidak lain adalah akar dari platform Tizen.

Samsung saat ini memang memiliki OS sendiri bada dan Android untuk deretan smartphone mereka. Namun Samsung kesulitan untuk mempopulerkan bada di kalangan komunitas pengembang aplikasi dan operator di beberapa negara, seperti Amerika Serikat dan Jepang. Sementara platform Android tampaknya akan kalah perang dengan Apple, terutama setelah adanya perang paten yang juga melibatkan Microsoft dan Oracle. Samsung tidak puas untuk hanya berdiam diri saja dan membiarkan hal itu terjadi tanpa rencana yang jelas. Untuk mengontrol Android ke depannya jelas sangat tidak mungkin karena bukan miliknya, sementara dilain pihak Google malah mengakuisisi perusahaan hardware Motorola Mobility yang membuat masa depan menjadi semakin kabur.

Linux Foundation memiliki anggota sekitar 800 perusahaan dan 8.000 pengembang, dimana banyak dari mereka fanatik kepada Linux dan metode open source. Ini adalah basis pengembang software yang sangat besar untuk membantu membangun OS mobile lain dan aplikasi-aplikasi yang keren untuknya.

Ada tiga kelas keanggotaan perusahaan di Linux Foundation: Silver, Gold dan Platinum. Tingkat keanggotaan Platinum adalah tingkat tertinggi dari keanggotaan. Samsung Electronics bergabung dengan sebuah kelompok berpengaruh dari perusahaan yang telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dan dukungan untuk Linux, dan sebagai anggota Platinum, Samsung akan memiliki kursi di Dewan Direksi dari Linux Foundation.

Keanggotaan Linux Foudation untuk level Platinum memiliki biaya sekitar $500.000 (sekitar 5 milyar rupiah). Hanya enam perusahaan yang sebelumnya telah bergabung dengan Linux Foundation pada level ini (IBM, Oracle, Intel, Fujitsu dan Qualcomm Innovation Center). Bahkan Red Hat yang sudah lama terkenal dengan Linux tidak memiliki kursi di dewan kehormatan ini.