HTML5, monetisasi dan augmented reality akan mendominasi aplikasi di 2012


Menurut beberapa pakar yang berbicara pada Mobile World Live menjelang Mobile World Congress (MWC) 2012 mendatang, sektor aplikasi mobile akan bergerak menuju HTML5, fokus yang lebih besar ada pada monetisasi dan datangnya gelombang inovasi kedua seputar augmented reality pada tahun 2012.

David MacQueen, direktur strategi media nirkabel untuk Strategy Analytics, mengatakan akan ada transisi menuju HTML5 setelah pengembang software dihadapkan pada situasi untuk bisa membuat aplikasi untuk platform dan produsen perangkat mobile pada ruang yang lebih luas. CEO dan co-founder dari INQ Mobile, Ken Johnstone, juga setuju bahwa HTML5 akan memiliki dampak yang lebih besar pada tahun 2012. "Saya pikir HTML5 akan menjadi sangat menarik dari sudut pandang konsumsi media. Itu akan membuat hidup jauh lebih mudah untuk bekerja pada lintas platform," katanya.

Sementara Nuno Goncalves Pedro, managing partner untuk Kii Capital, mengatakan akan adanya dorongan yang kuat buat monetisasi untuk menjadi fitur yang penting dalam ruang aplikasi pada tahun 2012, setelah pengembang semakin melihat kedepan meninggalkan model iklan basic dan premium klasik seperti yang ada selama ini.

Konsultan independen David Pringle percaya augmented reality juga akan memainkan peranan yang lebih signifikan dalam ruang aplikasi pada tahun 2012. Dengan hal-hal yang menarik pada generasi sebelumnya yang sudah tidak cocok dengan teknologi yang tersedia, di tahun 2012 kita akan bisa melihat berbagai inovasi baru yang menarik.

"Saya pikir kita akan sampai ke tahap di mana proses dan handset serta konektivitas yang cukup cepat akan membuat augmented reality menjadi sesuatu yang sangat menarik. Saya pikir itu berpotensi menjadi area besar untuk berinovasi di 2012," katanya.

Lebih umum, direktur strategi operator untuk aplikasi dan konten dari CCS Insight Paolo Pescatore mengatakan kalau dia mengharapkan tahun 2012 akan menjadi tahun yang "fenomenal" untuk pasar aplikasi setelah software menjadi bagian dari pertimbangan konsumen saat membeli ponsel.

"Saya pikir jika Anda telah melihat beberapa faktor kunci yang orang lihat ketika benar-benar memutuskan untuk membeli handset, yang semakin meningkat sekarang, adalah mereka melihat ke arah aplikasi. Dan ada aplikasi tertentu yang orang ingin miliki di ponsel mereka," katanya.

Johnstone dari INQ Mobile menambahkan bahwa ia mengharapkan adanya investasi yang berkelanjutan dalam ruang aplikasi. "Saya pikir itu akan menjadi tempat yang perlu diamati untuk beberapa tahun ke depan," katanya.