Samsung dan anggota Tizen Association bergabung untuk memproduksi chip semikonduktor sendiri


Sebelumnya dilaporkan bahwa Operator Jepang NTT DoCoMo dan lima vendor regional seperti Fujitsu, Fujitsu Semiconductor, NEC, Panasonic Mobile Communications dan Samsung Electronics, berencana untuk mendirikan perusahaan joint venture pada akhir Maret 2012 untuk memproduksi chipset LTE baru untuk perangkat mobile. Kini tak lama setelah Samsung Electronics mengumumkan berpisah dengan Sony pada usaha patungan mereka di panel LCD (liquid crystal display), Samsung mengumumkan bahwa mereka akan mendirikan usaha baru dalam chip nonmemory dengan perusahaan lain termasuk NTT DoCoMo, Fujitsu, Fujitsu Semiconductor, NEC dan Panasonic. Banyak kritikus teknologi yang kemudian melihat usaha baru ini sebagai indikasi perubahan tren di industri IT.

Dalam dunia panel, harga LCD telah jatuh secara konsisten, memicu spekulasi bahwa OLED (organik LED) TV akan menggantikan layar LCD dalam waktu dekat. Sementara itu, chip memori DRAM telah menjadi kurang menguntungkan, sementara chip nonmemory untuk smartphone diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Panel dan chip adalah dua pilar utama dari bisnis spare-part dan komponen Samsung, dengan Apple, Sony dan tentu saja mereka sendiri sebagai konsumen terbesarnya.

Kedua pengumuman datang setelah Kwon Oh-hyun, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden dari hasil merger baru-baru ini dari divisi chip dan display Samsung, yang kemudian dipromosikan menjadi vice chairman dalam perombakan manajerial yang terjadi pada bulan Desember kemarin.

Samsung mengatakan bahwa perusahaan baru ini terutama akan bertanggung jawab untuk merancang dan mengembangkan sebuah chip komunikasi generasi berikutnya. Sementara orang dalam Samsung mencatat bahwa jika usaha ini berhasil, perusahaan bersama ini bisa mengancam dominasi panjang Qualcomm di segmen bisnis ini. Perusahaan joint venture ini rencananya akan didirikan di Jepang pada atau sekitar bulan Maret seperti rencana semula yang diungkapkan oleh NTT DoCoMo.

"Kami akan membahas proses manufakturnya dan waktunya ketika kita akan memulai untuk produksi massal secara lebih rinci nanti," kata seorang juru bicara Samsung.

Secara khusus, perusahaan baru ini akan membuat chip yang akan digunakan dalam smartphone yang bekerja pada jaringan LTE (Long-Term Evolution), teknologi nirkabel generasi keempat (4G) yang saat ini mulai diadopsi pembuat ponsel dan operator di seluruh dunia.

Mengingat ledakan pertumbuhan smartphone serta peralihan yang cepat ke teknologi LTE, baik dalam hal perangkat, jaringan dan infrastruktur lainnya, ada lebih dari hanya kebutuhan dari sebelumnya bagi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Qualcomm dan bekerja pada chip komunikasi berteknologi tinggi.

Chip komunikasi dikategorikan sebagai chip nonmemory, satu hal yang baik Samsung dan Hynix sebagai pembuat chip memori No 1 dan No 2 dunia, mencoba untuk lebih baik disini. Chip nonmemory chip - atau solusi system-on-chip (SoC), seperti yang dirujuk dalam industri ini - adalah sistem kontrol untuk seluruh proses komputasi seperti prosesor aplikasi dalam perangkat mobile, atau CPU (central processing unit) di PC. Sebaliknya, chip memori DRAM dan NAND berfungsi untuk menyimpan atau membaca data.

Samsung telah meningkatkan fokusnya pada bisnis chip nonmemory ini dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan harga chip DRAM yang terus jatuh secara signifikan, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Chip nonmemory saat ini dianggap lebih menguntungkan dari chip memori konvensional kerena tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga.

Samsung diharapkan bisa mengucurkan dana sebesar 7 triliun won (sekitar 56 triliun rupiah) ke dalam bisnis chip nonmemory tahun ini. Samsung Group, selaku konglomerat terbesar di Korea, mengumumkan pekan ini bahwa mereka akan menginvestasikan dana 47,8 triliun won (sekitar 382 triliun rupiah) tahun ini meskipun sedang tidak ada ketidakpastian ekonomi di dunia.

"Sebagai konsekuensi bisnis smartphone yang diperluas, integrasi antara bisnis chip memori dan chip nonmemory telah menjadi sangat penting," kata Lee Seung-woo, seorang analis di Shinyoung Securities.

Sementara orang dalam mengatakan bahwa Samsung telah menerima banyak pesanan untuk membuat semikonduktor akhir-akhir ini dan untuk itu berencana untuk memperluas fasilitas untuk memenuhi permintaan. Pesanan telah meningkat sejalan dengan tren industri baru dan terutama permintaan untuk spektrum yang lebih luas dari chip bersamaan dengan munculnya perangkat mobile cerdas seperti smartphone, tablet dan Smart TV. Kehebatan teknologi Samsung juga telah memainkan peran penting dan menarik pelanggan yang telah lama setia dengan merek lain.

Dan dengan bergabungnya vendor-vendor yang sebagian besar adalah anggota Board of Directors dari Tizen Association untuk sebuah perusahaan baru, maka perkembangan Tizen tidak hanya bisa dikontrol dari segi software, namun juga dari sisi hardware. Bersama dengan raksasa hardware lain seperti Intel yang ikut mendukung Tizen, di masa depan kita bisa mengharapkan deretan perangkat Tizen yang selalu terdepan dari sisi kecanggihan hardware dengan integrasi software yang lebih sempurna dibandingkan dengan platform lain yang hanya dikontrol oleh perusahaan software.