Samsung siapkan CEO baru minggu ini


Samsung Electronics akan mengumumkan seorang chief executive officer (CEO) baru yang bertanggung jawab atas semikonduktor paling cepat minggu ini. Eksekutif ini akan menggantikan Kwon Oh-hyun, yang secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada 13 Oktober yang lalu.

Dewan direksi Samsung dijadwalkan akan melakukan rapat pada 31 Oktober mendatang untuk menyetujui penggantinya. Dewan telah memainkan peran utama dalam pengambilan keputusan perusahaan sejak Kantor Strategi Masa Depan milik Samsung dibubarkan pada bulan Maret menyusul tuduhan penyuapan.

Pada bulan Agustus, pemimpin Samsung, Wakil Ketua Lee Jae-yong, dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena tuduhan terlibat penyuapan secara tidak langsung pada pemerintahan lama yang telah digulingkan. Samsung telah menawarkan sumbangan kepada seorang teman mantan Presiden Park Geun-hye sebagai imbalan atas bantuan politik untuk menyatukan dua anak perusahaan milik Samsung Group.

"Saya berniat untuk merekomendasikan orang tersebut untuk menggantikan saya," Kwon mengatakan kepada wartawan saat melakukan perjalanan bisnis di Washington Kamis lalu, "yang akan ditentukan pada pertemuan dewan."

Kwon Oh-hyun menghabiskan 32 tahun di Samsung dan dengan tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya pada 13 Oktober, sambil mengatakan bahwa "Samsung sekarang membutuhkan pemimpin baru yang lebih baik dari sebelumnya." Dia memperingatkan bahwa kinerja rekam jejak perusahaan yang baru-baru ini, yang didorong oleh permintaan yang sehat untuk semikonduktor, "hanya merupakan hasil dari keputusan dan investasi dari generasi terdahulu."

Pengunduran diri Kwon, yang dulu ditunjuk sevagai CEO Samsung oleh ayah Lee Jae-yong, Ketua Lee Kun-hee, yang telah mengalami koma sejak Mei 2014, menandakan berakhirnya pemerintahan patriarki secara resmi atas perusahaan tersebut. Putranya, Lee Jae-yong, yang sedang berjuang untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah atas jatuhnya hukuman penjara atas dirinya, kemungkinan besar akan segera dikeluarkan dari penjara lewat keputusan banding, sehingga pengaruhnya di konglomerat terbesar di Korea Selatan itu semakin tumbuh.

Kim Ki-nam, 60 tahun, dikatakan sebagai calon yang paling memungkinkan, mengingat pengalamannya bekerja secara langsung di bawah Kwon sebagai presiden bisnis semikonduktor milik Samsung.

Pengamat industri lainnya meramalkan sosok yang lebih muda, lebih berpotensi di usia yang masih 50-an tahun dan bekerja di operasional milik Samsung Electronics di Silicon Valley, untuk menambahkan angin segar ke perusahaan. Sebagai perbandingan, Kwon, yang baru saja mengundurkan diri, saat ini berusia 66 tahun.

Seandainya seorang CEO yang lebih muda diberi kedudukan, skala reshuffle eksekutif yang rutin dilakukan tiap tahun kemungkinan akan lebih besar daripada di bawah tokoh yang lebih senior.

"Perombakan sebaiknya tidak memakan waktu lama untuk membuat manajemen berjalan seperti biasa," kata juru bicara Samsung, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Samsung telah menghentikan reshuffle rutin di bagian eksekutif tingkat atas semenjak skandal penyuapan tersebut terjadi setahun yang lalu. Sebuah reshuffle diharapkan akan segera terjadi etelah seorang kepala eksekutif baru diberi kedudukan, yang akan lebih awal dari jadwal reshuffle tahunan yang biasa terjadi di awal Desember.