Samsung Open Source Conference (SOSCON) 2017


Samsung Electronics menjadi tuan rumah 'Samsung Open Source Conference' di kampus Samsung R&D yang beralamat di Seongchon-gu 33, Seocho-gu, Seoul, pada tanggal 25 dan 26 Oktober 2017.

Samsung Open Source Conference (SOSCON) yang diadakan setiap tahun sejak 2014, merupakan konferensi open source terbesar di Korea dengan lebih dari 1.000 pengembang yang berpartisipasi setiap tahunnya. Dan lebih dari 2.000 pengembang telah mengajukan permohonan untuk keikutsertaan tahun ini.


Pembicara utama untuk SOSCON tahun ini diantaranya adalah Wakil Presiden Samsung Electronics Software Center Jo Seung-hwan (조승환), Profesor Teknik Mesin Oh Jun-ho (오준호) dari KAIST (Korea Advanced Institute of Science & Technology) yang juga mengepalai pusat penelitian robotika humanoid, Chief Technology Officer (CTO) Kim Bum-jun dari Woowahan (우아한형제들) yang merupakan perusahaan e-commerce terbesar dan terbaik di Korea yang bergerak dalam bidang makanan, serta Wakil Presiden dan General Manager Hortonworks Asia Pasific Kamal Brar. Mereka semua menyoroti tidak hanya pentingnya pengembangan budaya dan nilai dari open source, namun juga penekanannya pada berbagi dan kolaborasi melalui open source.

Di sesi 'Inspiration Talk,' menghadirkan kisak sukses dari penciptaan produk komersial 3D print tangan palsu pertama didunia oleh startup Mand.ro (만드로). Representasi Mand.ro yaitu CEO Yi Sang-ho (이상호 ) menceritakan tantangan yang ada selama proses pengembangannya hingga kesuksesannya, dan pendiri Hong Sun-jae (홍순재) menjelaskan sisi open source dari perusahaannya.


Lebih dari 30 sesi teknologi diadakan dengan tema open source untuk teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), big data, Internet of Things (IoT), cloud, platform dan keamanan.

Samsung Electronics, Microsoft, SKT, Amazon Web Services (AWS) dan Naver memamerkan platform open source "Tizen", teknology mixed reality dan big data. Seorang siswa sekolah menengah di Korea juga memperkenalkan produksi pesawat tak berawak. Dan ada sekitar 20 stand yang menarik perhatian para peserta.

Sementara itu, melalui sesi hands-on, para peserta bisa menggunakan 'GitHub', layanan web hosting untuk proyek open source, atau mengembangkan perangkat lunak dan membuat perangkat secara langsung dengan tema IoT yang berbasis Tizen. Samsung juga mengadakan "Kompetisi Tantangan IoT" untuk memecahkan masalah yang diberikan.

Selain itu, Open Connectivity Foundation (OCF) yang merupakan organisasi standarisasi teknologi IoT untuk menciptakan interoperabilitas antar perangkat juga ikut berpartisipasi. OCF juga mengumumkan acara OCF Korea Plugfest menawarkan kesempatan untuk pertukaran informasi antara pengembang yang mengembangkan produk dengan standarisasi OCF.


"Seiring perkembangan kecepatan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, big data, IoT, dan keamanan semakin cepat, daya saing perangkat lunak menjadi semakin penting untuk meningkatkan bisnis perusahaan," kata Jo Seung-hwan (조승환), wakil presiden Samsung Electronics Software Center. "Saya harap kita memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman pengembangan dan teknologi terkini yang kita butuhkan untuk menjadi kompetitif."