Samsung investasi di startup Deep Learning asal China


Pada bulan Agustus kemarin, Samsung Electronics melakukan investasi yang signifikan di DeePhi Tech, sebuah startup berbasis di Tsinghua, China dengan teknologi pembelajaran dalam (Deep Learning). Ini adalah investasi kedua yang dibuat Samsung dalam startup teknologi AI di bawah investasi $30 juta di Graphcore yang berbasis di Inggris pada Oktober tahun lalu.

Samsung terdaftar sebagai salah satu bisnis mitra di homepage DeePhi Tech, bersama dengan produsen chip fabless Taiwan Mediatek, Xilinx asal Amerika Serikat dan penyedia layanan cloud Amazon Web Services.

DeePhi Tech adalah pengembang solusi deep learning yang didirikan pada tahun 2016 oleh empat lulusan Universitas Tsinghua dan Universitas Stanford. Startup ini menarik perhatian dari raksasa teknologi seperti Samsung karena teknologi kompresi jaringan syaraf (neural network) tiruan dan arsitektur hardware jaringan syaraf tiruannya.

DeePhi Tech menawarkan Deep Neural Network Development Kit, yang dikenal sebagai DNNDK, yang merupakan kit pengembangan software deep learning yang dirancang sebagai framework terpadu yang bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat aplikasi deep learning.

Samsung dikabarkan tertarik dengan chipset AI berbasis jaringan syaraf tiruan untuk perangkat portabel, yang memungkinkan pengenalan ucapan sesaat, pemrosesan bahasa syaraf dan tugas pengenalan lainnya pada smartphone. Chipset AI semacam itu, yang dikenal sebagai neural processing unit (NPU), berada pada puncak perhatian pasar sebagai alat untuk memperluas penggunaan program AI, terutama di smartphone.

"Karena tidak efisien untuk memiliki CPU saat ini di smartphone untuk memproses algoritma deep learning, menambahkan NPU akan menjadi tren utama," kata Kim Il-san, seorang peneliti senior di System LSI business di Samsung Electronics, saat seminar Semiconductor Exhibition 2017 hari kamis lalu. "Masih sulit untuk mengomentari adopsi NPU di ponsel Samsung berikutnya."