CEO Samsung tidak bisa memilih antara Galaxy dan iPhone


Menurut CEO Samsung Electronics Kwon Oh-hyun, absennya Wakil Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong, yang juga ahli waris de facto Samsung Group, dapat mempengaruhi operasional produsen smartphone dan semikonduktor terbesar di dunia ini dalam jangka panjang.

"(Absennya Lee Jae-yong) adalah semacam tragedi," kata Kwon Oh-hyun saat sesi tanya jawab yang dipimpin oleh David Rubenstein, pendiri dan kepala eksekutif The Carlyle Group dan presiden The Economic Club of Washington D.C., pada sebuah acara acara yang diselenggarakan oleh Economic Club di Amerika Serikat pada hari Kamis (19/10) kemarin waktu setempat. "Bisnis (di Samsung Electronics) sendiri berjalan dengan baik saat ini ini," namun perusahaan tersebut memerlukan beberapa saran mengenai rencana jangka panjangnya, yang mana "dalam hal ini, kami memiliki beberapa kelemahan sekarang," kata Kwon. Dia tidak membahas lebih lanjut masalah ini karena pengadilan untuk memutuskan masa depan Lee Jae-yong masih berlangsung.

Pada bulan Agustus kemarin, Lee Jae-yong dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena memberikan bantuan buat yayasan non-profit milik kepercayaan mantan Presiden Park Geun-hye. Bantuan ini dituduh merupakan bagian dari upaya Lee Jae-yong untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai ketua Samsung Group, Lee Kun-hee, yang masih dalam kondisi koma. Lee Jae-yong sendiri adalah putra satu-satunya Lee Kun-hee yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua di Samsung. Lee telah mengajukan banding untuk menolak tuntutan tersebut, dan Pengadilan Tinggi memulai pengadilan banding bulan ini.

Meskipun pimpinannya sedang dipenjara, Samsung Electronics pekan lalu memproyeksikan akan bisa menaikkan pendapatan operasional sebesar 14,5 triliun won (sekitar 174 triliun rupiah) untuk kuartal ketiga tahun ini yang berakhir pada bulan September, hampir tiga kali lipat dari tahun lalu dan rekor keuntungan kuartalan lainnya yang didapat berkat booming yang berkepanjangan di industri semikonduktor global. Pendapatan operasional tertinggi yang dicapai oleh Samsung sebelumnya adalah 14,1 triliun won pada kuartal kedua tahun ini juga.

Di puncak kesuksesan yang diraih oleh Samsung saat ini, Kwon Oh-hyun, yang telah memimpin raksasa teknologi Korea atas nama keluarga Lee, membuat pengumuman mendadak untuk mengundurkan diri dari manajemen, yang langsung mengejutkan pasar industri dan keuangan. Menjawab pertanyaan tentang apa yang memotivasi dia untuk membuat keputusan ini, Kwon hanya mengutip sebuah pepatah Korea kuno yang mengatakan bahwa "inilah saat terbaik untuk pergi saat Anda berada di puncak."

"Samsung Electronics hanya sebuah perusahaan lokal sederhana saat saya pertama kali bergabung dengan perusahaan pada tahun 1985, namun kemudian menghasilkan lompatan besar selama 30 tahun terakhir untuk menjadi penguasa teknologi global sekarang," kata Kwon, sambil menambahkan bahwa sudah saatnya dia pensiun dengan kebanggaan.

Kwon praktis menjadi kepala de facto Samsung electronics sejak penangkapan ahli waris Samsung Lee awal tahun ini, dan banyak disebut sebagai salah satu yang paling berjasa untuk kesuksesan besar bisnis komponen perusahaan, selain ketua Lee Kun-hee tentunya. Dia telah menjadi wakil ketua Samsung Electronics sejak 2012.

Setelah pensiun, Kwon ingin mengambil peran mentoring untuk kaum muda dan startups mereka, katanya. Pengunduran dirinya akan mulai berlaku pada akhir masa jabatan dewan direksi pada bulan Maret 2018. Kwon mengatakan bahwa dia akan merekomendasikan penggantinya, namun dewan direksi yang berhak membuat keputusan akhir.

Sebagai pemimpin dari perusahaan smartphone terbesar di dunia, Kwon tidak segan mengatakan bahwa ponsel buatan perusahaannya adalah yang terbaik dalam hal hardware. Namun ia juga mengakui bahwa iPhone milik Apple "sedikit lebih baik" dibanding Samsung Galaxy dalam hal layanan (software) dan lain-lain. Jadi smartphone mana yang akan dia rekomendasikan? "Tergantung selera Anda," dia menjawab pertanyaan dari Rubenstein, sambil memberi catatan bahwa pertanyaan itu seperti meminta dia untuk memilih antara sushi dan kimchi.

Setelah bekerja di sebuah perusahaan teknologi selama tiga dekade, Kwon berbagi tantangan yang dihadapi setiap perusahaan teknologi dalam lingkungan teknologi informasi (IT) yang cepat berubah. "Seperti yang Anda ketahui, industri IT berubah begitu cepat sehingga tidak ada yang bisa mengharapkan apa yang akan terjadi dalam 10 tahun ke depan," kata Kwon. Untuk bertahan dan mempertahankan bisnis untuk jangka panjang, dua tujuan dasar namun utama setiap perusahaan, Samsung Electronics harus terus mencari solusi terbaik untuk "bagaimana mengubah budaya dan mentalitas perusahaan kami dan bagaimana mendidik bakatnya."

Kwon menghadiri The Economic Club of Washington D.C.. dan memberikan pidato singkat sebelum mengadakan sesi wawancara dari presiden klub Rubenstein. Economic Club adalah perusahaan nirlaba yang didirikan pada tahun 1986 dengan tujuan untuk berbagi wawasan tentang isu-isu global. Klub ini memiliki sekitar 700 anggota termasuk Samsung Electronics, Google, Amazon, Boeing, ExxonMobil, Time Warner, dan Citigroup.