Samsung mendapat ijin uji coba mobil tanpa sopir di Silicon Valley


Samsung Electronics menjadi entitas ke-39 pada daftar Department of Motor Vehicles (DMV) milik negara bagian California di Amerika Serikat untuk menguji teknologi mobil tanpa sopir di jalan-jalan yang ada di Silicon Valley.

Sebelumnya Samsung juga telah diberikan ijin untuk uji layak jalan di Korea Selatan pada bulan Mei.

Berdasarkan peraturan di California, perusahaan yang ingin menguji mobil tanpa sopir perlu mengajukan izin dan menyampaikan laporan rutin ke DMV. Tahun lalu, perusahaan taksi online Uber terpaksa diusir dari jalan-jalan yang ada di San Francisco ketika ditemukan menguji kendaraan otonom tanpa mengantongi ijin terlebih dulu.

Samsung Electronics menyatakan rencananya untuk menguji teknologi mobil tanpa sopir pada tiga kendaraan - satu Toyota Prius dan dua Audi A3s - di kota-kota San Jose, Santa Clara dan Mountain View.

“Kami tidak memiliki rencana untuk memasuki bisnis manufaktur mobil,” kata seorang pejabat di Samsung Electronics. “Kami ingin mengembangkan teknologi yang mendasari untuk kendaraan tanpa sopir daripada membuat mobil kita sendiri.”

Sebelumnya Samsung Group pernah membuat divisi penjualan mobil dengan nama Samsung Motors pada tahun 1994. Akibat krisis keuangan Asia yang juga melanda Korea Selatan, sebagian besar saham Samsung Motors di jual ke Renault Group, produsen otomotif asal Perancis, pada tahun 2000.

Samsung Electronics mengatakan akan fokus pada pengembangan komponen mobil dan sistem machine-learning untuk mendukung kendaraan otonom. Menurut sumber dari Korea, tugas untuk mendapatkan ijin dari negara bagian California dipelopori oleh divisi semikonduktor di kantor Samsung Electronics di San Jose.

Raksasa elektronik Korea ini telah bergabung pada persaingan membuat mobil tanpa sopir dengan tujuan untuk menjadi pemimpin global di sektor elektronik otomotif. Untuk tujuan ini, mereka mengakuisisi Harman International Industries, perusahaan pembuat audio dan sistem hiburan di dalam kendaraan yang berbasis di Amerika Serikat pada pada bulan Maret kemarin dengan angka fantastis 108 triliun.