Menaksir persaingan dalam industri mobil tanpa sopir


Samsung Electronics menaikkan taruhannya sebesar $8 miliar untuk teknologi otomotif, dengan membentuk unit bisnis terpisah di Harman untuk memproduksi teknologi mobil tanpa sopir dan menyiapkan dana investasi sebesar $300 juta buat startup di industri ini.

Menurut Dinesh Paliwal, CEO dari Harman, unit kendaraan otonom ini akan bersaing dalam segala hal mulai dari algoritma mengemudi hingga ke integrasi sistem. Itu akan mencakup sebuah platform asisten mengemudi tingkat lanjut dengan perangkat lunak terbuka yang memungkinkan insinyur luar membangun produk dari platform ini.

Pernyataan CEO Harman ini secara tidak langsung menunjuk pada persaingan dengan Mobileye, startup pengembang platform asisten mengemudi tingkat lanjut asal Israel yang baru-baru ini diakuisisi oleh Intel untuk tujuan terjun dalam bisnis yang sama seperti Samsung.

"Kalangan industri kami benar-benar berteriak, mereka berkata, 'Kami cinta Mobileye tapi kami butuh platform yang terbuka,'" kata Paliwal. "Persaingan adalah hal terbaik yang pernah ada. Industri otomotif ingin kita melakukannya dan kami pikir kami memiliki kapasitas dan kekuatan penuh [untuk melakukan hal itu]."

Intel mengakuisisi Mobileye dengan nilai fantastis $15,3 miliar pada bulan Maret lalu, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari nilai akuisisi Samsung untuk Harman senilai $8 miliar. Baik Intel maupun Samsung memiliki ambisi untuk menawarkan sistem infotainment, pemetaan, layanan pramutamu, dan pengemudi otonom - tanpa menimbulkan kecemasan adanya kompetisi di masa depan seperti yang selama ini timbul dari layanan yang sama buatan Apple atau Alphabet/Google.


Samsung tidak ingin bersaing dengan produsen mobil

Salah satu hal pertama yang dikatakan Presiden Samsung Electronics Young Sohn saat membicarakan kesepakatan $8 miliar untuk membeli Harman International Industries adalah bahwa raksasa elektronik tersebut tidak berniat membuat mobil sendiri.

Penekanan ini sengaja disampaikan di awal oleh Samsung. Target konsumen Samsung adalah pembuat mobil yang ingin memberi kemampuan pada kendaraan mereka seperti halnya smartphone namun mereka sangat curiga timbulnya akses tanpa henti ke dasbor mereka seperti halnya terjadi pada platform Android di perangkat mobile. Mereka sebagian besar menjauhkan diri dari Google, yang dicurigai akan menambang data pengemudi untuk kepentingan sendiri, atau Apple yang diketahui memiliki desain untuk membuat mobil sendiri.

Sebagai produsen mobil yang telah meluncurkan layanan terhubung di mobil mereka, diketahui juga sangat berhati-hati dalam cara mereka bekerja sama dengan Google dan Apple. General Motors memungkinkan konsumennya untuk menghubungkan smartphone mereka ke dashboard melalui Apple Car Play dan Google Android Auto - namun hanya untuk beberapa aplikasi terpilih, dan ponsel sama sekali tidak dibolehkan untuk mengakses data mobil. Bahkan Ford yang sudah terlanjur bekerjasama dengan Alphabet (perusahaan induk Google) untuk mobil tanpa sopir terpaksa memutuskan kerjasama di tengah jalan karena menyadari begitu banyaknya data yang sudah diambil oleh Waymo, unit mobil milik Alphabet. Sementara produsen mobil terbesar di dunia, Toyota Motor, sama sekali tidak mengizinkan mobilnya terhubung ke sistem buatan Google dan Apple, dan lebih memilih membuat sistem sendiri bersama Linux Foundation.

Ketakutan di kalangan pembuat mobil adalah Apple dan Google bisa menambang data di dalam mobil, melacak segala hal mulai dari menggerakkan pola hingga performa mesin, entah itu untuk membuat sesuatu yang baru bagi konsumen yang menguntungkan mereka sendiri atau untuk membantu mereka membuat mobil sendiri tanpa sepengetahuan produsen mobil.

Untuk alasan yang sama, konsorsium produsen mobil asal Jerman (BMW, Audi dan Daimler) mengakuisisi layanan penyedia peta dan navigasi HERE Maps dari Nokia pada tahun 2015 yang lalu agar mereka bisa terbebas dari Google Maps maupun layanan peta lainnya yang berpotensi menambang data dari mobil buatan mereka.

Dan fakta bahwa Harman sudah puluhan tahun dipercaya menjadi pemasok untuk produsen mobil, dan begitu juga dengan Samsung untuk komponen elektronik serta tidak memiliki sistem yang bersaing dengan layanan yang terhubung dengan mobil yang dijual oleh pembuat mobil bisa membuat mereka menjadi mitra kerjasama yang lebih menarik, tanpa khawatir akan membantu membuat pesaing baru di masa depan. Samsung ingin menggabungkan keahlian elektronik konsumennya dan jaringan seluler 5G yang cepat, yang dikembangkan bersama dengan kehadiran Harman di dasbor di seluruh dunia.

"Ini bukan tentang membuat mobil," kata Young Sohn. "Beberapa pembuat mobil mendatangi kami dan meminta kami untuk membantu teknologi seperti 5G, atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) atau memori. Kita bisa memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pembuat mobil."


Samsung Automotive Innovation Fund

John Absmeier, Wakil Presiden Smart Machines untuk Samsung Strategy & Innovation Center (SSIC) dan mantan direktur proyek kendaraan otonom Delphi Automotive di Silicon Valley, akan memimpin unit baru Samsung Automotive Innovation Fund (SAIF), yang diumumkan pada hari Kamis (14/9) kemarin di Frankfurt Motor Show.

"Ada banyak peluang begitu kedua perusahaan bergabung," kata Dinesh Paliwal. "Bayangkan sebuah mobil yang bisa membaca jadwal harian pengemudi dan secara otomatis melakukan panggilan konferensi. Pengemudi otonom hanya akan memberi akses pengemudi ke kemampuan terhubung lebih jauh untuk bekerja atau hiburan."

"Kami akan berada di posisi terbaik karena kami memiliki semua kemampuan," kata Paliwal.

"Jika kita tidak diakuisisi oleh Samsung, dalam waktu lima tahun [kedepan] kita pasti [dalam posisi] berjuang dengan susah payah," kata Paliwal. "Ini semua tentang skala besar untuk terus maju ke depan."