CEO Samsung: Kita akan memimpin di era IoT


"Semua produk Samsung Electronics akan terhubung dan membentuk ekosistem IoT (Internet of Things) dengan mitra eksternal. Kami akan memimpin konektivitas hiper masa depan," kata Yoon Boo-keun (BK Yoon), CEO Consumer Electronics (CE) Business di Samsung Electronics pada sebuah pertemuan pers di IFA 2017.

Samsung Electronics adalah satu dari sedikit perusahaan global yang langka, karena menguasai segala hal mulai dari IT dan peralatan rumah tangga hingga kemampuan dan komponen integral termasuk platform IoT, komputasi awan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pengenalan suara, komunikasi nirkabel, chip semi konduktor, sensor dan solusi keamanan. Samsung juga menawarkan solusi B2B terbaik untuk kendaraan, komunikasi, listrik, distribusi, konten dan area lain yang menarik bagi mitra global mereka.

CEO Yoon mengungkapkan visi bisnisnya dan mengatakan "Samsung akan menarik sinergi dari semua lini produk. Dengan menghubungkan mereka ke ekosistem IoT eksternal, kami akan dapat memberikan nilai tambah bagi konsumen seiring dengan peningkatan pengalaman hidup sehari-hari mereka."

Rencana Samsung yang pertama adalah dengan menghubungkan semua produk Samsung pada tahun 2020. Produk-produk ini akan dihubungkan berdasarkan pada Samsung Connect, platform dan aplikasi integral komputasi berbasis cloud, dan juga dikendalikan olehnya. Antarmuka pintar smartphone Bixby akan memungkinkan kontrol yang mudah atas layanan IoT. Untuk meningkatkan efek sinergi dari perusahaan, Samsung saat ini menjalankan komite IoT secara internal di mana masing-masing departemen yang ada di Samsung ikut berpartisipasi didalamnya. Selanjutnya, sebuah tim satuan tugas beroperasi untuk menyediakan layanan IoT dan AI yang komprehensif.

Samsung juga memimpin pembentukan dan penyebaran standar IoT sebagai anggota dewan Open Connectivity Foundation (OCF), grup standardisasi IoT terbesar di dunia. Samsung berencana untuk bekerja sama dengan Google Home, Alexa dan layanan lainnya melalui strategi platform terbuka. Pada saat yang sama, Samsung akan meningkatkan konektivitas produk IoT eksternal menggunakan platform SmartThings milik mereka sendiri dengan skalabilitas yang luas. Selain itu, Samsung akan mengungkapkan kode sumber komputasi awan terkait IoT untuk memperluas ekosistem di acara Samsung Developers Conference (SDC) yang akan diadakan di San Francisco, Amerika Serikat pada bulan Oktober mendatang.

"Layanan IoT yang mudah digunakan untuk semua orang tidak mungkin dilakukan tanpa kerja sama antar bisnis," CEO Yoon menekankan. "Dengan melakukan kerja sama terbuka antara Harman, SmartThings dan kelompok internal dengan bisnis IoT eksternal, kami akan mewujudkan layanan IoT yang berorientasi pengguna di rumah, di kantor, di kendaraan dan area lainnya."


Samsung melanjutkan upayanya untuk menyarankan hal "Normal yang baru" kepada konsumen dalam kehidupan sehari-hari mereka dengan mengembangkan produk yang belum pernah ada sebelumnya dalam divisi bisnis CE-nya. Raksasa Elektronik Korea ini telah menarik perhatian dengan produk baru yang cemerlang di IFA 2017 seperti The Frame Lifestyle TV, yang mencakup Art Store yang menawarkan berbagai karya seni untuk ditampilkan dalam mode bingkai foto. Mesin cuci QuickDrive juga memecahkan masalah baru dengan mengurangi waktu pencucian hingga setengahnya tanpa kompromi pada kinerja pencucian.

"IoT dan B2B akan menjadi fokus investasi utama kami untuk melanjutkan inovasi di bisnis CE," komentar CEO Yoon. "Kami akan memasuki pasar peralatan rumah tangga Amerika Utara sebagai salah satu perusahaan papan atas dalam tiga tahun dengan membangun jajaran terbaik dengan Dacor yang kami akuisisi tahun lalu," tambahnya.