CEO Harman: Samsung akan mengalahkan Google dan Amazon lewat smart speaker


Kerjasama yang lebih erat dengan Harman International, afiliasi Samsung Electronics yang baru, nampaknya sangat penting bagi raksasa teknologi tersebut untuk meluncurkan perangkat Artificial Intelligence (AI) "tak terkalahkan" tahun depan, setelah para pemimpin kedua perusahaan mengadakan pertemuan tertutup di IFA 2017 di Berlin.

Pada hari Jumat (1/9), Yoon Boo-keun, presiden dan CEO Consumer Electronics business di Samsung Electronics, mengadakan pertemuan rahasia dengan CEO Harman Dinesh Paliwal di tempat pribadi yang didirikan oleh Harman secara eksklusif untuk distributor dan mitra bisnis mereka. Pertemuan tertutup ini memakan waktu lebih dari setengah jam.

Dinesh Paliwal, CEO Harman International, mengatakan kepada The Korea Herald setelah pertemuan tersebut bahwa pembicaraan tersebut mencakup kolaborasi yang sedang berlangsung mengenai pengembangan smart speaker yang akan datang.

"Penelitian dan pengembangan bersama dengan tingkatan yang signifikan sedang berlangsung," kata Paliwal. "Speaker Samsung akan memiliki platform AI yang lebih baik daripada Google Assistant dan Amazon Alexa."

CEO Harman menekankan bahwa speaker Samsung akan menjadi platform lengkap yang mendukung operasional semua jenis peralatan rumah tangga dan perangkat mobile, dengan tujuan utamanya adalah untuk membangun ekosistem AI. Paliwal mengungkapkan kepercayaannya pada produk pertama yang dikembangkan bersama oleh Samsung dan Harman sejak produsen audio dan elektronik untuk mobil asal Amerika Serikat itu diakuisisi oleh Samsung seharga 108 triliun rupiah pada bulan Maret.

"Apa yang akan kita luncurkan akan menjadi keseluruhan dari ekosistem baru," kata Paliwal. "Ini akan menjadi platform yang bisa menghubungkan semua perangkat dan peralatan di rumah."

Sesumbar Paliwal ini mungkin sangat beralasan, mengingat bahwa perusahaannya telah merilis smart speaker dengan dukungan AI yang berlainan. Di IFA 2017, Harman meluncurkan tiga smart speaker JBL LINK yang menggunakan AI dari Google Assistant, serta Harman Kardon ALLURE  dengan AI Alexa milik Amazon. Sebelumnya di bulan Mei, Harman berkolaborasi dengan Microsoft untuk meluncurkan smart speaker Harman Kardon INVOKE dengan AI Cortana.

Dari pengalaman pembuatan semua produk smart sepaker tersebut setidaknya telah membuat Harmat mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing AI buatan Google, Amazon maupun Microsoft.



Ekosistem AI Samsung bakal tak terkalahkan

Paliwal menambahkan bahwa dia akan mengunjungi Seoul pada bulan Oktober untuk bertemu dengan pejabat tinggi Samsung mengenai masalah operasional dan manajemen Harman. Pertemuan Yoon dan Paliwal terjadi sehari setelah Yoon mengadakan konferensi pers, berjanji untuk meluncurkan perangkat AI yang tak tertandingi tahun depan.

Yoon pada hari Jumat juga melakukan tur ke berbagai stan yang berada di area seluas 160 ribu meter persegi di Messe Berlin yang ditempati oleh mitra dan pesaing Samsung, termasuk Miele, Bosch, Toshiba, Sony dan Loewe, sebelum mencapai lokasi pribadi Harman. Ruang Harman, yang terletak di luar aula pameran utama, tertutup bagi pers dan publik. Yoon dan Paliwal lemudian melihat-lihat pameran Harman dan pindah ke sebuah observatorium di Funkturm Berlin Radio Tower yang terletak di sebelah tempat Harman untuk pembicaraan bisnis pribadi.

Sadar akan potensi pertumbuhan pasar smartphone yang semakin ternatas, Samsung telah bersiap untuk terjun ke pasar elektronik mobil. Begitu platform AI kreasi Samsung-Harman mencapai pasar, akan membawa hampir semua obyek ke tingkat konektivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata Paliwal setelah pembicaraan mereka berdua.

Mengomentari bahwa Samsung saat ini sudah menjadi perusahaan "yang lebih baik dari Google dan Microsoft" dengan peralatan rumah tangga serta produk dan layanan nirkabel yang canggih, Paliwal mengatakan akan menjadi "tak terkalahkan" saat ekosistem AI Samsung selesai diciptakan.