Samsung tawarkan integrasi OS Tizen untuk Uni Eropa


Samsung Electronics memutuskan akan segera menerapkan OS Tizen ke semua peralatan rumah tangga buatannya. Samsung bertujuan untuk melakukan pendekatan baru lewat "pasokan OS melalui peralatan rumah tangga."

OS Tizen akan diaplikasikan oleh Samsung ke semua produk berukuran kecil seperti lampu, termometer dan timbangan selain peralatan rumah tangga utama seperti TV, kulkas atau robot vacuum yang sudah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. "Tizen akan menghubungkan dan mengendalikan semua perangkat di rumah," kata Lee Hyo-keun, wakil presiden Samsung Electronics.

Pemberian peran yang begitu besar kepada OS Tizen didasari oleh penilaian bahwa mempertahankan OS yang dikembangkan sendiri akan lebih hemat dalam hal sinergi bisnis dan biaya keseluruhan. "Jika kita tidak menggunakan Tizen, kita harus membayar banyak royalti kepada pengembang OS lain seperti Google setiap kali kita mengembangkan peralatan di rumah," kata seorang pejabat Samsung. "Mengingat adanya aspek ini, jauh lebih baik menjalankan sistem operasi kita sendiri."

Selain itu, beberapa analis mengatakan bahwa sentimen anti-Google di Eropa turut membantu membuka jalan buat Tizen di Eropa. "Memang benar bahwa Tizen mengalami kesulitan dalam memperluas pangsa pasarnya," kata seorang pengamat industri. "Ini bisa menjadi game changer [perubahan mendasar-red] jika Samsung Electronics mendekati Eropa melalui strategi baru dengan distribusi OS melalui sentimen anti-Google di Eropa dan peralatan rumah tangga."

Sebenarnya, Eropa telah memiliki sentimen anti-Google yang kuat sampai batas tertentu hingga "pajak Google" baru diciptakan. Sebenarnya, ada permintaan kuat untuk pesaing baru yang mampu bersaing dengan Google yang dianggap telah melakukan monopoli secara virtual.

Baru-baru ini, Uni Eropa memberlakukan denda sebesar 2,24 miliar euro pada perusahaan mesin pencarian global ini, dengan mengatakan bahwa Google memanipulasi hasil pencarian dengan menyalahgunakan posisi yang mendominasi pasar dalam pelanggaran Undang-Undang Antimonopoli.

Sebelumnya pada tahun 2015, untuk mencegah perusahaan multinasional menghindari pajak, Inggris secara legal menetapkan Sistem Pajak Google yang memaksa perusahaan multinasional ini membayar 25% keuntungan pajak yang ditransfer jika perusahaan tersebut mentransfer keuntungan yang dilakukan perusahaannya di Inggris ke negara lain. Hal ini memaksa Google untuk membayar £130 juta pajak ke Inggris.


Sementara itu, wakil ketua dan Chief Executive Officer (CEO) Kwon Oh-hyun dari Samsung Electronics telah mengunjungi Eropa akhir Juni lalu untuk menjadi salah satu pembicara utama di POLITICO Playbook Breakfast bersama dengan Cecilia Malmström, Komisioner Perdagangan Eropa, di Brussel, Belgia.

Di acara ini Kwon Oh-hyun untuk bertemu dengan para pemimpin Uni Eropa dan mengusulkan sebuah OS terintegrasi untuk Uni Eropa untuk bersaing dengan Google dan Apple. Dilandasi kepercayaan bahwa dengan cara langsung (memasok OS melalui peralatan rumah tangga) akan membuat peluang Samsung makin bagus, wakil ketua Kwon meletakkan dasarnya dengan bertemu para pemimpin di awal proyek ini.

Wakil ketua Kwon bertemu dengan kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron satu per satu. "Kami sedang mempertimbangkan sebuah OS terintegrasi untuk Uni Eropa," wakil ketua Kwon mengutarakan maksudnya, sambil mengumpulkan pendapat kedua pemimpin negara maju tersebut. Wakil ketua Kwon dilaporkan menjelaskan ekosistem OS baru dengan menggunakan Internet of Things (IoT) untuk peralatan rumah tangga dan TV selain PC dan smartphone.

"Wakil ketua Kwon mendapat tanggapan positif dari masing-masing pemimpin," kata seorang sumber informasi yang terpercaya. "Secara khusus, saya mendengar bahwa Macron yang menjabat sebagai menteri ekonomi dan industri mencapai konsensus yang kuat dengan wakil ketua."

Belum dipastikan apakah wakil ketua Kwon juga akan bertemu dengan pejabat produsen produk jadi di Eropa disamping masing-masing pimpinan. Namun, kunjungan ke Eropa ini ditafsirkan sebagai batu loncatan untuk mencapai konsensus di awal proyek dan mendapat dukungan kebijakan dan kelembagaan dengan bertemu para pemimpin Eropa sambil memanfaatkan sentimen anti-Google.