Samsung membentuk kehidupan normal yang baru di IFA 2017


Dengan fokus pada keahlian, konektivitas pintar dan memperjuangkan produk dan layanan baru yang tidak mungkin, Samsung menetapkan untuk membentuk kehidupan "normal yang baru".

Samsung Electronics kemarin (31/8) menggunakan kehadirannya di IFA 2017 di Berlin untuk menampilkan produk konsumen dan teknologi inovatif terbaru yang membantu membuat masa depan yang tidak mungkin diwujudkan menjadi sebuah hal 'normal yang baru'. Selama konferensi persnya yang diadakan di Tempodrom di Berlin, Samsung menyoroti fokusnya pada keahlian dan konektivitas produknya, bersamaan dengan kemitraan yang memungkinkan teknologinya untuk menetapkan standar baru dengan cepat.

"Inovasi Samsung terinspirasi oleh konsumen dan dirancang untuk membuat perbedaan secara langsung," kata David Lowes, Chief Marketing Officer untuk Samsung Electronics Europe. "Inovasi ini didasarkan pada ketrampilan, konektivitas yang pintar dan menjunjung tinggi hal yang tidak mungkin. Seiring teknologi menjadi semakin berperan dalam setiap bagian kehidupan kita, kita menciptakan produk dan layanan yang sesuai dengan konsumen dan menetapkan sebuah pertanda untuk apa yang menjadi sebuah hal 'normal yang baru' buat mereka."


Standar Gaya Hidup Baru di Visual Display

Samsung terus merevolusi industri visual display di IFA 2017, dengan merilis versi baru 43-inci dari The Frame yang pertama kali diluncurkan awal tahun ini. Sebelumnya tersedia dalam ukuran 55- dan 65-inci, pengalaman menikmati TV yang mengutamakan sis desain sangat ideal untuk ruang keluarga atau ruangan yang berukuran lain di rumah.

Samsung telah bermitra dengan galeri dan museum ternama seperti LUMAS, Saatchi Art, dan Sedition untuk lebih meningkatkan The Frame sebagai perangkat yang artistik di dalam rumah. Samsung juga mengumumkan kemitraan baru dengan museum Prado, serta rencana untuk mengakuisisi sekitar 1.000 karya seni terkemuka yang dapat dinikmati di Art Store - toko karya seni yang ada di The Frame - dalam waktu dekat. Pengguna akan dapat memilih dari beragam karya seni yang diperluas, memanfaatkan TV mereka sebaik-baiknya meski sedang tidak dinyalakan.

Selain Art Store, potongan karya seni dalam Samsung Collection yang dikurasi khusus dan fitur My Collection, yang memungkinkan konsumen memproyeksikan foto atau gambar pribadi mereka ke layar, memberi konsumen lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan ruang mereka secara visual, dimanapun mereka memilih untuk menempatkan The Frame di dalam rumah.

Seiring dengan The Frame, Samsung mempresentasikan rencana untuk memperluas jajaran QLED TV ke Eropa, untuk terus mengembangkan kepemimpinannya di pasar TV premium. Model Q8F, versi layar datar dari model Q8C dengan layar yang melengkung, akan diluncurkan di Eropa dengan ukuran 55- dan 65-inci. Model ini akan menjadi bagian dari jajaran TV terbesar di Eropa, yang terdiri dari 14 QLED TV secara penuh, dalam model melengkung dan datar, mulai dari 49-inci hingga 88-inci yang super besar. Untuk lebih memperkuat lini QLED TV premiumnya, Samsung juga telah menandatangani kemitraan dengan Panasonic dan 20th Century Fox untuk mengembangkan teknologi HDR10+. Di bulan-bulan yang akan datang, Samsung akan terus memperluas kemitraan untuk memasukkan beragam studio Hollywood, penyedia konten, dan pengembang game.

Samsung juga memperkenalkan monitor game QLED terbesar di dunia - CHG90, yang berukuran 49-inci, dengan sudut pandang ultra-lebar 178 derajat. CHG90 menawarkan pandangan penuh dan mendalam dari aksi setiap game, memperluas kemampuan visual dari monitor game tanpa mengorbankan kecepatan.



Keahlian untuk Inovasi Bermakna di Peralatan Rumah Tangga

Peralatan rumah tangga baru Samsung yang diperkenalkan di IFA 2017 dirancang dengan satu tujuan: untuk membuat perbedaan bermakna dalam kehidupan orang-orang dengan inovasi cemerlang yang menjadi andalan mereka.

Misalnya, kebutuhan untuk merancang seputar masalah kehidupan nyata yang ditampilkan dengan peluncuran mesin cuci baru Samsung dengan teknologi QuickDrive. Teknologi Samsung QuickDrive menyingkat waktu hingga setengahnya dan menghemat penggunaan energi sebesar 20 persen, menawarkan solusi hemat energi kepada konsumen, tanpa mengurangi kualitas kinerja pencucian. Q-Drum yang unik terdiri dari drum utama yang besar dan plate di bagian belakang yang berputar secara independen. Tidak seperti mesin cuci konvensional yang memindahkan pakaian berulang kali ke atas dan ke bawah selama siklus pencucian berlangsung, QuickDrive memindahkan pakaian dari atas ke bawah di drum tapi dengan dimensi tambahan. Plate di bagian belakang drum mengenalkan gerakan maju mundur, membuat tindakan dinamis yang didukung oleh kekuatan ganda yang dengan cepat dan lembut menghilangkan kotoran untuk menghasilkan siklus pencucian yang kuat dan menyeluruh.

Samsung memperkenalkan konsep inovatif yang disebut AddWash di IFA pada tahun 2015, yang memungkinkan pengguna menambahkan pakaian ke mesin cuci selama siklus pencucian aktif. QuickDrive mengambil inovasi ini selangkah lebih maju dengan menawarkan tingkat kenyamanan dan kinerja baru. Ini adalah jenis teknologi yang menurut Samsung pada akhirnya akan menjadi teknologi "normal yang baru" yang akan segera membuat kita tidak dapat hidup tanpanya.

Sejalan dengan tema utama Keahlian, Samsung juga mengungkapkan vacuum cleaner tanpa kabel POWERstick PRO. Memberikan solusi pembersihan terbaik, POWERstick PRO menjamin kinerja pembersihan yang kuat, perawatan yang mudah dan baterai yang tahan lama. Vacuum cleaner ini memiliki daya hisap 150 watt terdepan di industri dan 40 menit daya tahan baterai - dua kali lebih lama daripada baterai tradisional - dengan masa pakai baterai hingga lima tahun. POWERstick PRO juga menawarkan Flex Handle yang bisa melipat hingga 50 derajat, memudahkan pengguna membersihkan ruang yang sulit dijangkau, seperti perabotan di bawah, dengan sedikit usaha.

Samsung juga akan memperluas kemampuan suara di kulkas Family Hub ke negara-negara di Eropa secara bertahap tahun ini, dimulai dengan Bahasa Inggris British, Jerman, Prancis, dan Italia. Family Hub juga akan terintegrasi dengan Samsung Connect, yang akan membuat pengguna bisa mengendalikan berbagai macam peralatan pintar yang sudah dilengkapi dengan IoT terlepas dari sistem operasi yang digunakan.


Selalu Terhubung untuk Kehidupan yang Terus Bergerak

Sebuah hal "Normal yang baru" untuk teknologi wearable bukan hanya pelacak aktivitas yang menghitung langkah Anda - ini tentang konektivitas yang disempurnakan untuk menghadirkan keseluruhan dari manajer kesehatan dan membuat hidup kita lebih sehat. Pada IFA 2017, Samsung meluncurkan tiga perangkat wearale baru.

Smartwatch serbaguna, Gear Sport, mengambil alih fungsionalitas yang diinginkan pengguna dari gadget kebugaran saat ini. Gear Sport dikemas dengan fitur untuk orang-orang yang tidak menginginkan adanya batasan antara kehidupan dan kesehatan mereka. Fitur didalamnya termasuk built-in GPS, berlari bolak-balik dan pelacakan nutrisi.

Dengan fokus pada konektivitas, ekosistem terhubung yang terus tumbuh juga membawa kebutuhan akan kontrol yang lebih besar. Gear Sport dapat mengendalikan perangkat Samsung yang sudah dilengkapi IoT, bertindak sebagai remote control untuk presentasi PowerPoint atau Samsung Gear VR, dan membayar barang pembelian via Samsung Pay (dengan NFC).

Samsung juga meluncurkan Gear Fit2 Pro - sebuah band kebugaran GPS yang canggih. Smartband memiliki layar AMOLED 1.5" yang melengkung dan mampu melacak berbagai aktivitas - baik di darat atau di kolam renang. Untuk kemampuan berenang yang baru, Samsung bermitra dengan ahli berenang Speedo untuk membuat Speedo On, aplikasi wearable Speedo pertama yang secara akurat melacak pelatihan di kolam renang. Semuanya dari mengukur jumlah stroke atau waktu lap, dimana untuk melacak stroke yang dilakukan pengguna sekarang mungkin dilakukan melalui Gear Sport dan Gear Fit2 Pro yang sudah memiliki sertifikasi 5 ATM dengan aplikasi Speedo.

Aktivitas sehari-hari dapat dilengkapi lewat kemitraan dengan Under Armour dan Spotify yang diperbarui. Kedua perangkat menyediakan akses ke aplikasi kebugaran Under Armour, termasuk Under Armour Record, MyFitnessPal, MapMyRun dan Endomondo untuk fungsi pelacakan aktivitas, nutrisi, tidur dan kebugaran - aplikasi ini memberikan gambaran holistik kesehatan dan kebugaran penggunanya. Sementara earphone Gear IconX (2018) tanpa kabel juga melengkapi jajaran perangkat wearable yang diluncurkan oleh Samsung di IFA 2017.



Memimpin Standardisasi Teknologi IoT; Konvergensi dengan HARMAN

Samsung telah memimpin standarisasi teknologi IoT global sebagai anggota diamond di Open Connectivity Foundation (OCF). Samsung adalah yang pertama di industri ini yang menerima sertifikasi OCF untuk Smart TV, kulkas Family Hub dan AC, dan bermaksud untuk memperluas sertifikasi ke semua peralatan rumah tangga di sepanjang tahun.

Sertifikasi OCF akan memungkinkan adanya kompatibilitas terbuka antara berbagai produk yang dibuat oleh perusahaan anggotanya. Selain Samsung, lebih dari 390 perusahaan telah bergabung dengan OCF, dengan 20 miliar produk IoT akan disinkronkan dengan standar OCF dalam tiga tahun.

Kemitraan berkelanjutan Samsung dengan HARMAN juga memperkuat gambaran besarnya untuk hal "normal yang baru". Setelah enam bulan kemitraan, Samsung kini menjadi pemimpin global dalam teknologi mobil yang terhubung, dengan lebih dari 50 juta mobil yang melaju di jalan di seluruh dunia telah didukung oleh teknologi HARMAN dan Samsung.

Kemitraan ini difokuskan untuk menciptakan pengalaman audio dan visual yang baru beberapa saat yang lalu, yang sebelumnya dianggap tidak mungkin. Sebagai contoh, layar HDR LED Samsung yang baru untuk bioskop, berukuran lebih dari 10 meter atau 34 kaki, menghadirkan kualitas gambar yang tak tertandingi dan dihidupkan kembali oleh teknologi audio dari HARMAN Professional Solutions, bersama dengan Samsung AudioLab. Kombinasi kuat Samsung dan HARMAN bertujuan untuk menemukan kembali mobilitas dan hiburan, mengambil sesuatu yang baru dan membuatnya menjadi hal yang normal.