Samsung Bixby 2.0 akan meluncur di bulan Oktober


Setelah peluncuran Galaxy Note8 kemarin malam di Park Avenue Armory, Koh Dong-jin, presiden divisi Mobile Business di Samsung Electronics, langsung menggelar jumpa pers dengan wartawan asal Korea di hotel The Pierre, Fifth Avenue, Manhattan, New York. Di acara ini, presiden Koh menjelaskan cetak biru untuk asisten suara digital Bixby milik perusahaannya.

Menurut Koh, perusahaannya saat ini sedang mengerjakan Bixby 2.0, yang akan menarik lebih banyak pengembang luar untuk bergabung dengan ekosistem dibandingkan Bixby 1.0 saat ini. 

“Untuk Bixby 1.0, waktunya tidak cukup bagi kita untuk mendukung pengembang yang ada diluar,” kata Koh.

Bixby versi 2.0 diharapkan akan diluncurkan saat berlangsungnya Samsung Developer Conference (SDC) 2017 yang akan berlangsung dari tanggal 18-19 Oktober mendatang di Moscone West, San Francisco.

Bixby saat ini sudah tersedia di 200 negara, walaupun untuk sementara hanya bisa mengenali bahasa Korea dan Inggris. Menurut Koh, Samsung saat ini sedang mengerjakan versi Bixby yang bisa mengenali bahasa Mandarin untuk peluncuran di China, dan sekitar 90% dari proyek ini telah selesai.

Pada saat yang sama, Samsung akan menerapkan Bixby untuk produk rumah tangga seperti AC, kulkas dan TV, selain smartphone, untuk bisa mengumpulkan lebih banyak data yang merupakan elemen kunci untuk pembelajaran dalam buat Artificial Intelligence (AI) agar bisa lebih pintar dan memahami penggunanya.

Presiden Koh juga mengatakan bahwa perusahaannya akan mengungkapkan sebuah produk smart speaker dalam waktu dekat, yang dipicu oleh pembelian Harman International Industries, meski perilisannya mungkin tidak terjadi tahun ini.

“Akuisisi Harman adalah pembelian yang bagus. Kami pasti akan mengembangkan smart speaker meskipun tidak untuk tahun ini,” katanya.

Selain smart speaker yang akan memanfaatkan kemampuan AI, Samsung juga berencana untuk berbagi Application Programming Interface (API) dari Bixby dengan pengembang di luar Samsung sehingga layanan asisten digital ini akan bisa digunakan pada produk di luar Samsung.

Dan pada akhirnya, Koh mengharapkan perusahaannya bisa menjadi salah satu pemimpin di industri AI di tahun 2020 dan sesudahnya, bersaing dengan perusahaan seperti Google dan Amazon yang sudah lebih dulu terjun di bidang ini.

"Kami saat ini bekerja sama sangat erat dengan Amazon dan Google, namun mereka diperkirakan akan menjadi sekitar 30% dari pesaing kami di dan setelah tahun 2020," pungkas kepala bisnis mobile di Samsung ini.