Perintah suara lebih nyaman digunakan daripada layar sentuh


Baru-baru ini, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengenalkan produk yang lebih inklusif ke rumah konsumen, Samsung Electronics mengundang para penyandang cacat atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik ke Samsung R&D Campus di Seoul untuk mencoba berbagai peralatan rumah tangga yang dirancang untuk aksesibilitas yang optimal.

Tujuan dari prakarsa penelitian yang sedang berlangsung adalah untuk mengidentifikasi kesulitan umum yang dihadapi orang tua dan penyandang cacat saat menggunakan peralatan rumah tangga. Setiap kali Samsung mengundang konsumen ini untuk memberikan wawasan berharga mereka, mereka mengungkapkan cara baru untuk memperbaiki aksesibilitas peralatannya, yang pada akhirnya membantu inovasi desain Samsung yang memudahkan semua pengguna untuk mengalami kenyamanan di rumah.


Berinovasi untuk Kemudahan Penggunaan

Para peserta yang telah mencicipi berbagai peralatan Samsung, termasuk lemari es, mesin cuci, AC, penyedot debu dan oven terbarunya, di Home Experience Labs yang ada di Samsung R&D Campus, dipersilahkan mengomentari dampak penambahan perangkat tambahan seperti dukungan suara dan desain ergonomis pada kemudahan penggunaan.

Salah satu peserta menjelaskan, "[Bagi saya], produk analog relatif selalu mudah digunakan, namun peralatan digital bisa lebih sulit, karena fitur seperti layar sentuh yang mengubah cara kerjanya. Tapi ketika saya mencoba menggunakan peralatan yang memiliki dukungan suara, saya pikir saya bisa menggunakannya dengan mudah, bahkan oleh saya sendiri."


Daftar Penawaran Inklusif

Beberapa peralatan rumah tangga terbaru dari Samsung, termasuk lini kulkas Family Hub miliknya, serta penyedot debu dan pendingin udara pilihan yang tersedia di Korea, menampilkan pengenalan suara atau teknologi panduan suara yang canggih yang memudahkan mereka untuk menggunakannya, termasuk yang memiliki berbagai gangguan penglihatan.


Panduan dan pengenalan suara berakar kuat ke antarmuka intuitif di kulkas Family Hub, yang memungkinkan tuna netra untuk mengakses berbagai informasi yang bermanfaat dengan mudah yang telah dirancang untuk digunakan pada peralatan pintar. Ini termasuk pembaruan pendengaran pada isi kulkas mereka, serta pembacaan menu pagi pada Family Hub lewat suara, yang menginformasikan pengguna cuaca hari itu, dan resep di aplikasi memasak yang sudah built-in di kulkas.

Selain itu, layar yang terpasang pada kulkas Family Hub untuk pasar Amerika Serikat memungkinkan pengguna yang menderita buta warna untuk mengubah layar mereka menjadi hitam dan putih agar mudah dibaca, dan memungkinkan pengguna yang bertubuh pendek untuk menurunkan layar ke ketinggian optimal mereka.



Virtual Flame yang menyalakan kompor Samsung Induction Range juga mempermudah pengguna dengan gangguan penglihatan untuk mengatur makanan dengan nyaman. Lampu LED built-in yang bersinar ke panci dan wajan untuk menciptakan kesan api pada kompor gas, akan memungkinkan pengguna untuk memeriksa, dengan pandangan sederhana, apakah jangkauannya padam atau aktif dan bahkan pada kekuatan nyala api.

Terakhir, aplikasi Samsung Connect, yang menawarkan pengguna pusat kontrol untuk beragam peralatan rumah pintar atau smart home, juga telah dioptimalkan dengan panduan suara, sehingga memudahkan pengguna tuna netra untuk mengendalikan perangkat mereka.



Upaya Samsung untuk mengidentifikasi cara baru untuk menghadirkan produk yang mudah dan inklusif ke rumah konsumen menggarisbawahi komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan produk dan layanan yang mudah digunakan yang menawarkan akses kepada inovasi terdepan.