Laba Samsung pertengahan 2017 melebihi Apple, Exxon Mobil, Walmart dan Google


Samsung Electronics diperkirakan bisa menjadi perusahaan yang memperoleh pendapatan terbesar di dunia pada kuartal kedua tahun ini. Laba operasional Samsung Electronics tidak hanya diproyeksikan akan lebih tinggi dari laba operasional dari pesaingnya seperti Apple dan Intel, namun juga akan serupa dengan laba operasional dari gabungan perusahaan Facebook, Amazon, Netflix dan Google (yang dikenal di dunia saham lewat singkatan FANG), yang selama ini menyebabkan kenaikan saham perusahaan IT Amerika.

Konsensus (rata-rata estimasi yang dibuat oleh analis saham) laba operasional Samsung Electronics pada kuartal kedua adalah $11,6 miliar (sekitar 154 triliun rupiah). Karena perkiraan kinerjanya terus meningkat dan kuartal kedua akan segera selesai, ada kemungkinan yang lebih besar bahwa laba operasi akhir yang berhasil dicapai akan lebih tinggi dari perkiraan saat ini. Itulah sebabnya ada banyak analis saham yang memperkirakan bahwa laba operasional Samsung Electronics pada kuartal kedua akan lebih dari $12,3 miliar (163 triliun rupiah).

Dalam kondisi seperti ini, estimasi laba operasional kuartal kedua Samsung Electronics akan melampaui estimasi laba operasional Apple yang sebesar $10,55 miliar.

Perbedaan laba operasional kuartal kedua antara Samsung Electronics dan Intel sebagai sesama perusahaan semikonduktor juga akan lebih lebar dibanding sebelumnya. Intel diproyeksikan menghasilkan sekitar $3,89 miliar pada laba operasi untuk kuartal kedua, sementara Samsung Electronics diperkirakan akan menghasilkan lebih dari $6,16 miliar hanya dari bisnis semikonduktor semata.

Laba kuartalan Samsung Electronics hampir sama dengan total laba operasi dari FANG. Total laba operasional dari FANG untuk kuartal pertama adalah $11.152 miliar. Karena kemungkinan kinerja FANG juga diperkirakan akan meningkat pada kuartal kedua, total laba operasi dari gabungan Facebook, Amazon, Netflix dan Google ini akan serupa dengan laba operasi dari Samsung Electronics.

Dibandingkan industri lainnya, estimasi laba operasi kuartal kedua Samsung Electronics tidak ada bandingannya. Perusahaan minyak seperti Exxon Mobil dan Sinopec (China Petroleum & Chemical Corporation), yang merupakan perusahaan global yang berada di peringkat teratas berdasarkan laba operasionalnya, tidak akan menghasilkan lebih dari $8,80 miliar dalam laba operasi selama kuartal kedua. Meskipun mereka nantinya menghasilkan lebih banyak penjualan, perbedaan rasio keuntungan operasional antara mereka dan Samsung Electronics sangat besar. Kasus yang serupa dengan Walmart, yang merupakan perusahaan terbesar di Amerika dan dunia, juga menghasilkan penjualan lebih banyak daripada Samsung Electronics, namun laba operasinya hanya sekitar $2,64 miliar.

Kinerja Samsung Electronics di kuartal kedua sangat dipengaruhi oleh booming di pasar semikonduktor dan keunggulan kompetitifnya dalam teknologi terdiferensiasi. Tampaknya lebih dari 50% keseluruhan laba operasi Samsung akan berasal dari bisnis semikonduktor karena peningkatan persediaan memori DRAM dan NAND dan kenaikan harga jual rata-rata. Ini akan menghadapi keuntungan operasional terbesar dari sejarah Samsung seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan akan panel layar dan kebangkitan bisnis smartphone dan peralatan rumah tangga akan menambahkan kinerja yang lebih positif terhadap keseluruhan kinerjanya.

"Rasio laba operasional Samsung Electronics dalam bisnis semikonduktornya melebihi 40%," kata seorang perwakilan untuk sebuah industri. "Meskipun kenaikan jumlah permintaan dari pasar telah mempengaruhi rasio keuntungannya, alasan mengapa rasio keuntungannya meningkat sangat tinggi adalah karena telah memperlebar kesenjangan antara dirinya dan pesaingnya dalam keterampilan teknis."

Kinerja Samsung Electronics selama kuartal kedua juga terlihat positif. Tidak hanya pada pasar semikonduktor dan panel layar yang akan melanjutkan tren positif mereka selama paruh kedua, namun kinerja yang konsisten diharapkan terjadi di seluruh lini bisnisnya seperti smartphone dan peralatan rumah tangga. Samsung Electronics berencana untuk bisa menghasilkan laba operasional lebih dari $44 miliar untuk pertama kalinya tahun ini. Dan kemungkinan tren positif di bisnis semikonduktor dan panel layar ini juga masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Namun ada kemungkinan Samsung Electronics harus menyerahkan posisi teratasnya ke Apple selama paruh kedua tahun ini ketika Apple merilis iPhone barunya. Meski diperkirakan keduanya akan berkompetisi secara sengit di posisi teratas pada kuarter ketiga bergantung pada tanggal rilis iPhone baru, pada kuartal keempat adalah ketika rasio laba operasi Apple umumnya naik satu langkah lagi.