Teknologi chip Spreadtrum di smartphone Tizen


Sejak awal hingga model terbaru yang sudah tersedia di pasar, Samsung Electronics selalu menggunakan chipset dari Spreadtrum buat smartphone Tizen. Bersama dengan perangkat mobile Tizen, Spreadtrum berharap bisa terus tumbuh dan berkembang dari segmen low-end menuju high-end.

Spreadtrum memulai operasionalnya sebagai produsen chip fabless global yang awalnya fokus pada pasar China pada tahun 2001. Pabrikan fabless dalam hal ini artinya mereka menjual chip semikonduktor namun tidak memiliki pabrik pengecoran sendiri. Proses pembuatan atau pengecoran chip dilakukan secara outsourcing berdasarkan pesanan mereka sesuai dengan desain yang mereka buat. Selain Spreadtrum, perusahaan seperti Qualcomm, MediaTek dan Nvidia termasuk yang tidak memiliki pabrik sendiri alias fabless.

Jika sebagian chip Snapdragon terbaru milik Qualcomm dibuat oleh pabrik milik Samsung Electronics, sementara MediaTek oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), maka chip dari Spreadtrum dibuat di pabrik milik Intel yang sudah terkenal kehandalannya sejak era personal komputer (PC). Kolaborasi ini terjadi karena Intel merupakan salah satu investor terbesar di Spreadtrum. Pada bulan September 2014, Intel setuju untuk membeli 20 persen saham Spreadtrum Communications senilai 9 miliar yuan (sekitar 18 triliun rupiah).

"Kemitraan ini akan meningkatkan kemampuan kami untuk mendukung pelanggan mobile yang lebih luas di China dan seluruh dunia dengan lebih cepat memberikan portofolio yang luas dari arsitektur Intel dan solusi teknologi komunikasi," kata Brian Krzanich, CEO dari Intel.

Benar-benar dimulai dari bawah, Spreadtrum awalnya adalah perusahaan yang membuat chip prosesor buat feature phone hingga mereka menjadi pemimpin di segmen ini pada tahun 2013. Di tahun 2014 mereka meluncurkan chip pertama buat smartphone 3G, dan tidak lama kemudian juga menjadi salah satu pemimpin di segmen 3G. Saat berlangsungnya Mobile World Congress (MWC) 2017 yang berakhir awal Maret kemarin, Spreadtrum meluncurkan platform SoC high-end 64-bit 8-core dengan modem LTE yang dibangun di atas platform pengecoran 14nm milik Intel.

Menurut pihak Spreadtrum, pendapatan mereka saat ini sudah mendekati $2 miliar dan Samsung merupakan pelanggan terbesar mereka.

"Seri Tizen benar-benar didasarkan pada chipset Spreadtrum karena buat Tizen Samsung memberikan banyak perhatian khusus karena mereka tidak akan berjalan di Android, jadi kami berkomitmen secara penuh dan bekerja sama dengan Samsung untuk hal yang sama," kata Neeraj Sharma dari Spreadtrum Communications, sambil menambahkan bahwa beberapa smartphone seri Galaxy yang berbasis Android juga menggunakan SoC Spreadtrum.

Kerjasama antara Spreadtrum dan Samsung adalah untuk mengoptimalkan penggunaan kinerja perangkat Tizen dengan mengurangi konsumsi daya maupun memori yang digunakan lewat integrasi yang mendalam antara chip hardware Spreadtrum dengan software berbasis Tizen.

"Kami sangat bangga bisa bermitra dengan Samsung untuk menambahkan sistem operasi Tizen untuk portofolio OS yang kami dukung, dan bekerja sama dalam mempromosikan adopsi smartphone di seluruh dunia. Kerjasama yang erat dari kedua tim dan integrasi mendalam dari produk kami membantu untuk mengurangi konsumsi daya perangkat dan konsumsi sistem memori, yang akan sangat meningkatkan pengalaman pengguna untuk smartphone entry-level," kata Dr Leo Li, chairman dan CEO dari Spreadtrum.