Mobil Otonom Samsung mulai diuji di jalanan Korea


Samsung Electronics telah mendapatkan ijin untuk menguji teknologi mobil otonom mereka sendiri di jalan-jalan yang ada di Korea. Kementerian Pertanahan, Transportasi, dan Infrastruktur Korea Selatan hari ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengijinkan Samsung untuk menguji sebuah mobil tanpa sopir yang dilengkapi dengan teknologi pembelajaran dama (deep learning) yang dikembangkan oleh tim risetnya sendiri.

Ini adalah pertama kalinya sebuah perusahaan elektronik di Korea untuk menerima ijin tersebut. Sebelumnya Hyundai juga menerima ijin serupa di bulan Maret 2016, diikuti oleh Naver Labs pada bulan Februari tahun ini.

"Mobil otonom Samsung Electronics adalah kendaraan domestik yang direnovasi yang dilengkapi dengan beragam sensor termasuk Lidar," kata kementerian tersebut dalam siaran persnya. "Ini juga menggunakan kecerdasan buatan [artificial intelligence], atau algoritma pembelajaran dalam, yang bisa membuat kesimpulan tersendiri tentang situasi dan hambatan jalan."

Inisiatif mobil otonom milik Samsung Electronics dimulai pada tahun 2015 saat membentuk tim yang didedikasikan untuk mengembangkan komponen elektronik untuk kendaraan masa depan. Dikatakan pula bahwa perusahaan tersebut tertarik untuk mengembangkan teknologi infotainment dalam kendaraan dan connected car. Samsung mengakuisisi pemasok komponen otomotif Amerika Harman International tahun lalu sebesar 108 triliun rupiah.

Samsung juga menjelaskan bahwa mereka belum tertarik untuk membuat mobil meskipun sudah memiliki teknologi mobil otonom. Mereka lebih fokus pada pengembangan solusi dan onderdil mobil yang diperlukan untuk mobil masa depan yang terhubung ke internet. "Samsung Electronics berencana mengembangkan algoritma, sensor dan modul komputer yang bisa untuk membuat mobil otonom yang handal meski dalam kondisi cuaca buruk," kata pernyataan resmi Samsung hari ini.

Kementerian Perhubungan Korea telah mengurangi peraturan untuk menguji mobil penggerak sendiriotonom di negara mereka. Di bulan Maret, mereka mulai mengijinkan mobil otonom tanpa kemudi atau pedal untuk diuji di jalan-jalan yang sebenarnya. Mereka juga mengurangi persyaratan jumlah orang yang dibutuhkan di dalam mobil pengujian dari dua orang mnjadi satu orang.