Aplikasi BBM siap mendukung smartphone Tizen


Dengan lebih dari 60 juta pengguna di Indonesia, Blackberry Messenger (BBM) ingin hadir di semua platform mobile yang ada di Indonesia - termasuk Tizen yang baru saja masuk lewat Samsung Z2 sekitar tiga bulan yang lalu - untuk semakin memperkokoh posisinya di pasar lokal.

“OS Tizen tidak jauh berbeda dengan Android. Pengembang bisa memporting aplikasi Android mereka menjadi aplikasi Tizen dengan beberapa modifikasi. Tentu kami akan senang bila bisa mendukung Tizen. Saat ini kami sedang berdiskusi dengan Samsung soal pengadaan aplikasi BBM di OS Tizen,” kata Matthew Talbot, CEO BBM kepada Selular.ID hari ini.


Dominasi BBM di Indonesia

Walaupun Blackberry Messenger (BBM) sudah bukan lagi menjadi aplikasi messaging terpopuler di dunia, namun di Indonesia masih merajai dan terus melebarkan sayapnya dengan menggandeng beberapa perusahaan lokal untuk memperkaya layanan yang disediakan.

Berdasarkan data dari perusahaan riset pasar Gfk, Blackberry masih menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan di Indonesia dengan prosentase 90% pengguna smartphone menggunakan BBM di perangkat mereka, meninggalkan WhatsApp dan LINE di posisi kedua dan ketiga. Fenomena BBM di Indonesia ini seperti WeChat di China, LINE di Jepang, KakaoTalk di Korea Selatan, yang tetap menjadi pilihan komunikasi utama karena banyak dari anggota keluarga atau teman-teman mereka yang masih menggunakan aplikasi ini walaupun untuk pasar global sudah dikuasai oleh WhatsApp dan Messenger dari Facebook.

"Kita telah melihat WeChat menjadi pemimpin di China dalam menciptakan ekosistem di sekitar kegiatan chatting, LINE juga telah berhasil melakukan pencapaian ini di Jepang dan KakaoTalk di Korea," kata Matthew Talbot. "Tapi tak satu pun dari pemain ini yang telah mencapai skala di Indonesia seperti yang kita miliki dengan BBM."


Kejasama Blackberry dengan KMK Online untuk evolusi BBM

Pada 27 Juni 2016, PT. Kreatif Media Karya (KMK Online), anak perusahaan dari PT Elang mahkota Teknologi (Emtek Group), mengumumkan bahwa mereka telah menjalin aliansi strategis dengan Blackberry untuk mempercepat pengembangan dan evolusi BBM dengan berinvestasi dalam membawa fitur, layanan dan konten baru yang menarik dan berfokus pada konsumen untuk aplikasi BBM. Sebagai bagian dari strategi ini BBM telah membuat API mereka tersedia untuk mempercepat pertumbuhan mitra dan jasa seperti:
  • Content - musik dan video streaming, game, saluran olahraga dan berita, blog selebriti blog dan lainnya
  • Commerce - shopping, gifting dan kupon/voucher
  • Online to Offline Commerce - pemesanan tiket film, wisata, pelayanan kesehatan atau informasi lowongan pekerjaan
  • Finance - proses pembayaran, transfer uang, re-charge ponsel, dan utilitas penagihan

KMK Online sekarang beroperasi di bawah bendera BBM sebagai entitas bisnis mandiri yang berfokus pada konsumen dengan kantor pusat Blackberry di Waterloo, Mississauga, Ottawa, Singapura dan Jakarta.

"Dengan lebih dari 100 juta instalasi di Android, iOS, dan Windows, BBM tidak hanya bergerak di luar perangkat BlackBerry, juga merupakan aplikasi mobile messaging pertama di dunia dan salah satu yang terbesar," kata Matthew Talbot. "BBM telah beralih dari aplikasi messaging murni untuk komunikasi (teks & video) menjadi eko-sistem sosial yang menggabungkan Messaging, Social, Commerce, ServiceJasa dan Ads."

Ketika ditanyakan kapan tepatnya aplikasi BBM bisa hadir di Tizen Store, Matthew Talbot belum bisa memberi jawaban pastinya. “Memang bukan saya yang berdiskusi langsung dengan tim Samsung, tapi itu semua sedang berjalan. Kami masih belum punya jadwal pastinya, tinggal menunggu waktu.”