Samsung luncurkan Tizen 3.0 dan Tizen RT di SOSCON 2016


Samsung Electronics hari ini mengadakan Samsung Open Source Conference (SOSCON) 2016 di Samsung Seoul R&D Campus di Umyeon-dong, Seocho-gu, Seoul, selama dua hari antara tanggal 17-18 November. Di penyelenggaraan tahun ketiga ini dihadiri lebih dari 2000 pengembang software open source dari dalam maupun luar Korea untuk membahas berbagai topik yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT), platform, web, big data, cloud, maupun machine learning.

"Kemitraan berbasis open source sangat penting bagi Samsung Electronics untuk memperluas kehadirannya sebagai perusahaan yang berfokus pada software," kata Cho Seung-hwan, Wakil Presiden di Samsung Software R&D Center yang membuka konferensi ini. "Acara ini diharapkan menjadi landasan untuk membangun ekosistem open source di Korea."



Selain Cho Seung-hwan, acara ini juga menghadirkan pembicara utama Lee Hyo-gun, Wakil Presiden untuk Samsung Software R&D Center; Kim Yeong-yun, Wakil Presiden yang mewakili Samsung Electronics sebagai anggota dewan di Linux Foundation; Brian Behlendorf, kreator dari Apache Software Foundation dan Direktur Eksekutif dari Hyperledger Project; Kris Borchers, Direktur Eksekutif dari JS Foundation; Kim Young-gun, Direktur dari Python Software Foundation; dan Gary Martz, Direktur IoT dan Connectivity Market Development di Intel.

Secara khusus, Samsung Electronics mengumumkan versi terbaru dari sistem operasi Tizen dan juga kerjasama mereka dengan Microsoft untuk mengembangkan ekosistem open source Tizen.


Menurut Lee Hyo-gun, Tizen saat ini sudah mampu untuk digunakan dalam menjalankan berbagai perangkat seperti smartphone, smartwatch, dan lainnya. Secara khusus, Tizen RT akan ditujukan buat perangkat low-end yang memiliki kapasitas memori yang kecil, bahkan tanpa layar seperti pada AC, robot vacuum, mesin cuci, kulkas dan sebagainya. Tizen RT diciptakan sebagai bagian dari strategi Tizen 3.0 untuk pemanfaatan dan integrasi Internet of Things (IoT) pada model perangkat yang tak terbatas.

Source code dari Tizen 3.0 dan Tizen RT juga ikut diluncurkan pada acara ini.

Sementara Lee Sung-jae, Principal Engineer dari Samsung Software Center menjelaskan tentang "Transition of Tizen Developer Environment", dimana untuk Tizen 3.0 pengembang Tizen tidak hanya bisa memanfaatkan bahasa pemrograman C untuk membuat aplikasi native, tapi juga C#. Melalui kerjasama dengan Microsoft, pengembang dari komunitas open source .NET dan Xamarin.Forms kini bisa memanfaatkan Visual Studio Tools untuk membuat aplikasi native buat perangkat yang menjalankan OS Tizen 3.0.


Selain itu, peserta konferensi juga bisa mengikuti Home Appliance Hackathon untuk pertama kalinya yang diadakan selama dua hari semalam di Samsung Seoul R&D Campus D Tower. Selama hackathon, peserta akan diuji dalam pengembangan aplikasi native dan web berbasis OS Tizen 3.0 dengan menggunakan Tizen Studio 1.0 untuk kulkas Tizen Samsung Family Hub.