Monday, November 21, 2016

Samsung dan Harman akan menjadi penyedia teknologi dan aplikasi buat mobil pintar

Dari kiri ke kanan: Young Sohn, Dinesh Paliwak dan Park Jong-hwan 

Samsung Electronics hari ini kembali menekankan bahwa akuisisi Harman International Industries adalah untuk pengembangan teknologi dan software baru untuk mobil pintar daripada untuk membuat mobil sendiri. Kedua perusahaan ingin menepis kekhawatiran bahwa keduanya akan menjadi seperti Apple dan Google yang ingin membuat mobil sendiri dan bersaing dengan perusahaan otomotif yang sudah ada.

"Pengalaman pengguna semakin penting bagi industri kendaraan otonom di masa depan," kata Young Sohn, Presiden dan chief strategy officer di Samsung Strategy and Innovation Center (SSIC), hari ini dalam sebuah konferensi pers bersama antara Samsung dan Harman di kantor pusat Samsung di Seocho, sebelah selatan Seoul.

"Konvergensi teknologi bukanlah hal yang terjadi semalam, jadi kami percaya kesepakatan terbaru ini harus dipertimbangkan dari sudut pandang jangka panjang," kata Young Sohn. "Sebagai contoh, sistem audio yang unik dari Harman juga dapat berkontribusi untuk bisnis mobile kami. Kami percaya keahlian Samsung dalam display dan video akan membantu menciptakan produk yang lebih baik bersama-sama dengan keahlian audio milik Harman."

"Young Sohn dan saya telah mengunjungi banyak, banyak pelanggan otomotif utama termasuk Hyundai dalam seminggu terakhir," kata CEO Harman Dinesh Paliwak. "Kami telah membuatnya sangat jelas bahwa Samsung, dengan mengakuisisi Harman, ingin menjadi pemasok utama solusi smart mobility yang No.1, dengan mengontrol layanan pengiriman sensor ke mobil."

Dia menambahkan bahwa reaksi dari klien Harman adalah sebagian besar adalah "sangat positif" dan mereka menjadi bersemangat untuk melihat sinergi masa depan yang dihasilkan dari kesepakatan Samsung-Harman, yang dijadwalkan akan selesai pada September tahun depan.

Perusahaan otomotof yang bermitra dengan Harman International antara lain:
  • Harman/Kardon: BMW, Mercedes-Benz, Fiat Chrysler
  • JBL: Toyota, Peugeot, Citroën, Hyundai Motor, Kia Motor
  • Mark Levinson: Lexus
  • Lexicon: Rolls-Royce, Genesis
  • Infiniti: Hyundai Motor, Kia Motor
  • Bowers & Wilkins (B&W): Volvo
  • Bang & Olufsen (B&O): Audi

Lebih dari 65 persen dari pendapatan yang diperoleh Harman berasal dari bisnis connected car. Harman adalah pemimpin pasar dalam industri sistem otomotif global, dengan sebagian besar kliennya merupakan produsen otomotif kelas dunia, termasuk BMW, Audi, Mercedes-Benz, GM, Fiat Chrysler, Ford, Toyota dan Hyundai.

Harman juga terkenal untuk penelitian dan pengembangan besar-besaran di sektor software, tidak puas cuma menjadi pemain dalam industri manufaktur. Perusahaan asal Amerika Serikat ini memiliki sekitar 30.000 karyawan di seluruh dunia, dengan setengah dari mereka menjadi engineer. Dan secara khusus, lebih dari 80 persen dari engineer mereka bekerja pada pengembangan software.

"Klien kami adalah produsen mobil. Tidak ada kesempatan bahwa Samsung menghabiskan $8 miliar untuk masuk ke ranah pelanggan kami," kata Park Jong-hwan, kepala divisi elektronik otomotif di Samsung. "Ini merupakan bukti yang berlawanan bahwa kita tidak punya niat untuk memasuki bisnis manufaktur mobil."


Park juga menarik perbedaan antara apa sedang coba dilakukan oleh Samsung dengan Harman dan apa yang telah coba dilakukan oleh Apple dan Google dengan investasi mereka yang besar dan kuat dalam mobil otonom dan sistem operasi untuk mobil. "Jika Apple dan Google ingin memanfaatkan platform software dan pengetahuan mereka, maka kita berusaha untuk lebih cepat kedepannya dengan menghadirkan komponen buat klien kami dan menjadi jenis baru dari perusahaan Tier-1 buat original equipment manufacturers (OEM)."

Menurut Young Sohn, mobil masa depan akan jauh berbeda dengan saat ini, dan akan menjadi lebih kepada pengalaman pengguna, konektivitas dan mengemudi otonom setelah adanya transisi industri mobil dari model "transportasi bergerak" menjadi model "transportasi pintar," titik di mana Samsung dan Harman akan bisa menciptakan sinergi yang kuat didalamnya.

CEO Harman Dinesh Paliwak mengatakan bahwa kedua perusahaan berbagi budaya yang sama soal inovasi dan kecepatan. "Merek Harman memiliki portofolio otomotif yang sangat kuat sedangkan Samsung memiliki kekuatan dalam prosesor, memori, display, user interface dan konektivitas 5G, yang sangat penting bagi teknologi telematika," kata Paliwak.


No comments:

Post a Comment