Rusia habiskan 300 miliar untuk kembangkan OS Tizen bercita rasa lokal


Saat pembukaan acara Startup Village 2016 hari ini di Moskow, Rusia, Tizen Association Russia mengumumkan solusi IT buat enterprise pertama yang dibuat di Rusia berdasarkan sistem operasi (OS) Tizen. OS Tizen versi Rusia yang dikembangkan oleh Samsung Electronics Rusia dan perusahaan-perusahaan teknologi Rusia ini akan digunakan pada produk mobile, PC dan Internet of Things (IoT).

Smartphone pertama yang dikembangkan oleh Samsung dan perusahaan IT Rusia - NII SOKB dan Infotecs - yang merupakan versi lebih canggih dari Samsung Z3 dengan peningkatan fungsi perlindungan keamanan ikut dipamerkan di acara startup terbesar buat industri teknologi di Rusia dan negara-negara CIS ini. Mode pengembang di Samsung Z3 telah benar-benar dihilangkan dan diganti dengan berbagai fungsi perlindungan dari bawah keatas.


"Kami telah menghapus beberapa sistem yang ada di versi internasional dan menggantinya dengan lapisan keamanan," kata Andrey Tikhonov, Presiden Tizen Association Russia. Sebagai contoh, jika pada versi internasional yang pertama kali dirilis di India pada akhir 2015 itu harus mengatur dan memasukkan secara manual agar bisa digunakan pada jaringan kemanan perusahaan, maka untuk Z3 versi Rusia semua kebijakan keamanan sudah diterapkan secara default.

Secara prinsip, dasar penggunaan dari perangkat ini harus sesuai dengan yang sudah termasuk dalam 'white list,' dalam arti smartphone ini hanya bisa diinstal dengan aplikasi yang diperlukan oleh pengguna dalam lingkungan sistem perusahaannya bekerja. Ketika pengguna mencoba untuk menginstal atau mengaktifkan aplikasi yang tidak bisa dipercaya atau untrusted, maka skrip yang ada pada smartphone secara otomatis akan memverifikasi integritas sistem operasi dan perimeter keamanan yang diberlakukan. Perusahaan yang menyediakan perangkat Tizen buat karyawannya akan menyediakan toko aplikasi internal dan pengguna hanya bisa menginstal aplikasi dari sana.


Dalam kasus dimana smartphone mengalami kerusakan parah dan mati total, maka untuk pengaturan ulang (reset) akan bisa dilakukan setelah laporan dikirimkan ke departemen IT perusahaan. Oleh karena itu dampak akibat menginstal software yang tidak sah atau adanya virus berbahaya yang menginfeksi infrastruktur perusahaan hampir tidak mungkin terjadi. Selain itu, dalam Z3 versi Rusia juga telah diimplementasikan sistem otorisasi multi-level: untuk setiap karyawan, Anda dapat menentukan tingkat akses. Dan hal lainnya yang tidak kalah pentingnya - smartphone dan perangkat Tizen lainnya tidak terikat ke layanan cloud milik perusahaan asing - seperti Apple dan Google. Pelanggan perusahaan dapat menggunakan layanan cloud milik mereka sendiri atau afiliasinya, yang pusat datanya terletak di Rusia.

"Proyek Tizen adalah bagian yang signifikan dari hasil kerja ilmuwan Rusia, yang selama bertahun-tahun untuk mengoptimalkan kode untuk mempercepat sistem Tizen," kata Viktor Ivannikov, pendiri dan direktur ilmiah dari Institut System Programming di RAS (Russian Academy of Sciences).



Pengembangan sistem operasi yang aman selama beberapa tahun telah melibatkan anggota dari Tizen Association Russia, yang mencakup 11 perusahaan diantaranya Samsung Electronics Rusia, Research Institute of Complex Security Systems (NII SOKB), Grup T1 (GK "Renova"), pengembang software untuk lembaga penegak hukum Sphere, New Cloud Technologies dan lain-lain. Menurut Andrey Tikhonov, selama setahun ini Tizen Association telah menghabiskan biaya sebesar $1,5 juta atau sekitar 20 miliar rupiah untuk proyek OS Tizen versi Rusia. Total biaya investasi diperkirakan akan mencapai $22,3 juta atau sekitar 300 miliar rupiah dengan jangka waktu 4-5 tahun.

"Kami terus mengintegrasikannya ke dalam rilis ekosistem Tizen internasional. Prilisan versi enterprise baru dari smartphone Samsung Z3 adalah sebuah peristiwa yang sangat penting bagi kami. Ini pertama kalinya kami mengembangkannya bersama dengan para ilmuwan Rusia dan profesional di bidang keamanan informasi. Ini bisa berfungsi sebagai sebuah prototipe untuk menciptakan lini baru dari smartphone, tablet dan notebook yang terlindungi keamanannya berdasarkan Tizen," kata Marat Guriev, direktur untuk hubungan dengan organisasi publik di Samsung Electronics Russia.

"Kami sangat optimis dengan hasil kemitraan teknologi dengan Tizen Assoiation Russia dan Samsung Electronics. Sebagai hasil dari kerja bersama kami telah dikembangkan persyartan dan pelaksanaan untuk MDM API, yang memungkinkan untuk menghadirkan keamanan infrastruktur mobile enterprise yang sesuai dengan tuntutan tertinggi dari perusahaan Rusia dan regulator di bidang keamanan informasi," kata Igor Alekseevich Kalayda, CEO dari NII SOKB. "Tahap berikutnya dari kemitraan kami adalah mengembangkan repositori aplikasi enterprise TizenStory untuk menjamin keamanan aplikasi yang diterapkan dalam proses bisnis pelanggan korporat. Modifikasi seperti yang ada di OS Tizen menyediakan fleksibilitas yang diperlukan dalam memenuhi persyaratan undang-undang di Rusia."