Tizen DevClass diadakan di Korea untuk pemula


Tizen terus meningkat pangsa pasarnya di segmen Internet of Things (IoT) sejak pertama kali dirilis versi penuhnya pada tahun 2012. Untuk itu Samsung Electronics mengadakan pelatihan Tizen DevClass selama dua hari di kantor pusat R&D mereka di Umyeon-dong, Seocho-gu, Seoul yang ditujukan untuk pengembang pemula.


Sebagai sistem operasi yang open source, siapapun bisa berpartisipasi dalam pengembangan Tizen, termasuk aplikasinya karena telah dilengkapi alat pengembangan yang berdedikasi seperti SDK (Software Development Kit) dengan lingkungan pengembangan bahasa C serta HTML5 dan JavaScript yang memiliki struktur yang sederhana dan aksesibilitas yang tinggi.


Hari pertama pelatihan dimulai dari konsep dasar perangkat wearable seperti Samsung Gear S2 seperti deskripsi proses pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan SDK dan pendaftaran untuk bisa menginstal SDK pada PC. Peserta pelatihan bisa mencoba menjalankan aplikasi buatan mereka sendiri dengan memanfaatkan sebuah Remote Test Lab Gear S2 secara langsung.


Karena Tizen DevClass ini dimaksudkan untuk pengembang pemula, maka sebagian besar pelatihan dilakukan secara bertahap agar mereka yang tidak terlalu paham dengan bahasa pemrograman yang spesifik namun sedikit memiliki pengetahuan HTML bisa mengikutinya tanpa kesulitan. Seperti misalnya tanpa bahasa pemrograman yang rumit, peserta pelatihan bisa menampilkan frase 'Hello World' di layar Gear S2. Setelah itu peserta pelatihan diuji untuk mencoba membuat aplikasi kalkulator dengan mengambil keuntungan dari teknologi HTML5.


Peserta pelatihan juga banyak mendapat penjelasan tentang sejarah dan konsep pengembangan HTML5 beserta berbagai fungsi yang ada di dalamnya. Selain untuk Gear S2, peserta pelatihan juga bisa mencoba membuat aplikasi Tizen untuk smartphone dan Smart TV.