Tizen jadi platform software resmi untuk IT, telekomunikasi dan IoT di Rusia

Delegasi pemerintah Rusia (kiri) mengadakan pertemuan dengan delegasi Samsung Electronics (kanan)

Menteri Komunikasi dan Media Massa dari Federasi Rusia Nikolai Nikiforov hari ini mengadakan pertemuan dengan wakil presiden eksekutif dari Samsung Electronics Software Center Lee Hyo-gun yang sekaligus juga menjabat sebagai co-Chair Tizen Technical Steering Group (TSG). Peserta dari pertemuan tersebut membahas kemungkinan kerjasama di bidang teknologi informasi (IT), telekomunikasi, dan Internet of Things (IoT). Kepala Departemen Komunikasi Rusia juga berbicara tentang kerjasama negara-negara BRICS di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan perluasan potensi kerjasama global di daerah ini.

BRICS adalah akronim dari Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan), yaitu lima negara berkembang yang pertumbuhan ekonominya paling pesat di dunia. Akronim ini pertama kali dicetuskan oleh Goldman Sachs pada tahun 2001. Menurut Goldman Sachs, pada tahun 2050 nanti, gabungan ekonomi kelima negara itu akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini. Dan kebetulan Rusia sekarang menjadi pemimpin dari kelompok BRICS saat ini dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-7 pada bulan Juli kemarin.

Menteri Komunikasi dan Media Massa dari Federasi Rusia Nikolai Nikiforov (kanan)

Pihak-pihak yang mengikuti pertemuan mendiskusikan penggunaan sistem operasi (OS) Tizen yang independen dan terbuka, serta kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam ekosistem aplikasi Tizen di Rusia.

"Dalam pertemuan antara menteri telekomunikasi dan teknologi informasi antar negara-negara BRICS yang berlangsung untuk pertama kalinya pada bulan Oktober tahun lalu di Moskow dengan partisipasi dari perusahaan ICT terkemuka dari negara-negara ini, kita membahas isu-isu kunci yang berkaitan dengan kemampuan untuk diversifikasi pasar teknologi informasi global," kata Menteri Nikolai Nikiforov. "Kami percaya bahwa di masa depan adalah mungkin untuk mencapai keseimbangan di mana proporsi single-player atau satu pemain besar di pasar negara ini tidak akan melebihi 50%."

"Dalam pengembangan ekosistem Tizen di Rusia, kita telah menggandeng banyak mitra," kata Andrey Tikhonov, Presiden Tizen Association Rusia yang juga menjabat sebagai direktur bisnis enterprise di Samsung Electronics Rusia.

Presiden Tizen Association Rusia Andrey Tikhonov (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Eksekutif Samsung Electronics Lee Hyo-gun.

Nikolai Nikiforov mengatakan bahwa isu perkembangan sistem operasi nasional Rusia memiliki relevansi yang tinggi, terutama untuk mencapai kemerdekaan teknologi dan pembentukan pusat kompetensi nasional untuk pengembangan sistem software yang mandiri.

"Kami akan membuka pusat pengembangan dan kompetensi dari sistem operasi kami di Skolkovo," kata Lee Hyo-gun dari Samsung Electronics menjawab permintaan dari Menteri Nikiforov. "Program pelatihan khusus untuk instruktur akan dimulai di Rusia, yang akan dapat mempersiapkan pengembang Rusia untuk bisa menguasai penggunaan Tizen di masa depan."





Sebelumnya, kepala Departemen Komunikasi Rusia telah membahas masalah kerjasama dengan Samsung Electronics tentang kemungkinan penggunaan Tizen sebagai OS nasional pada akhir 2014, dan pada Februari 2015 Departemen Perhubungan di Rusia mulai mengadakan presentasi dan pengenalan dari sistem operasi Tizen secara terbuka.