Samsung: Virtual Reality bisa menggantikan smartphone


Samsung Electronics akan mendorong bisnis virtual reality (VR) sebagai mesin pertumbuhan baru yang dapat menggantikan peran smartphone buat perusahaan di masa depan. Samsung mengharapkan bahwa perangkat VR untuk sementara waktu akan tetap memainkan perannya sebagai perangkat tambahan atau aksesoris pelengkap untuk smartphone di area seperti hiburan dan game. Namun, VR akan segera tumbuh menjadi perangkat independen dengan ruang lingkup aplikasi yang terus diperluas ke berbagai area baru, termasuk pendidikan, pelatihan kerja, kesehatan, konstruksi, olahraga, dan komunikasi.

Sikap baru ini diungkapkan setelah dilakukan pertemuan mingguan antar eksekutif puncak perusahaan yang berlangsung hari Rabu (17/2) kemarin di Seoul. Beberapa eksekutif tampak menguji Samsung Gear VR selama berlangsungnya pertemuan.

"VR memiliki potensi pertumbuhan yang cukup kuat untuk menggantikan smartphone. Kita harus mendahului area VR ini tidak hanya di perangkat tetapi juga di pasar konten juga," kata Lee Jay-yong (Jay Y. Lee), vice chairman Samsung Electronics kepada eksekutif bawahannya.

Samsung merasa perlu untuk membangun ekosistem VR sejak dini, mengingat mereka telah melakukan start lebih awal untuk produk ini seperti halnya pada produk smartwatch bersama dengan perusahaan lainnya seperti Google, Facebook dan HTC sehingga masih belum ada pemenang yang pasti di segmen ini. Hal ini berlawanan dengan segmen smartphone dimana mereka dalam posisi mengejar ketinggalan. "Sangat penting untuk membangun ekosistem untuk pasar VR," kata seorang pejabat dari Samsung Electronics.

Samsung juga menyadari bahwa ketertarikan konsumen pada sisi hardware hanyalah sementara, sedangkan kualitas software atau konten didalamnya akan menjadi kunci untuk bisnis yang keberlanjutan.

Samsung amankan berbagai teknologi VR

Samsung Group baru-baru ini telah berinvestasi di startup Wevr yang mengembangkan model platform VR bersama-sama dengan HTC dan co-founder Sun Microsystems Scott McNealy senilai $25 juta. Platform yang dikembangkan disebut Wevr Transport, yang saat ini masih dalam tahap uji coba, yang dirancang untuk berjalan pada berbagai headset VR melalui aplikasi dan situs web. Wevr Transport ini disebut-sebut bakal menjadi sebesar YouTube nantinya buat pengguna VR.

Tahun lalu, Samsung Group juga telah menginvestasikan dana sebesar $60 juta buat startup VR Baobab Studio yang bercita-cita untuk menjadi Pixar dari dunia VR. Sementara di bulan Oktober lalu, Samsung juga melakukan investasi di startup 8i asal Selandia Baru, yang menciptakan video 3D volumetrik dari orang-orang dalam format VR. Dan pada bulan Juni lalu, Samsung berinvestasi di startup Fove, yang dikenal sebagai pengembang teknologi pelacakan mata pada headset VR.