Samsung ekspansi ekosistem IoT ke Drone dan Robot


Samsung Electronics berusaha untuk mengembangkan robot sebagai salah satu sumber pendapatan berikutnya dari perluasan ekosistem Internet of Things (IoT). Mereka telah mengalokasikan bagian dari sumber daya manusia dalam divisi bisnis telekomunikasi untuk mengembangkan robot untuk digunakan dalam bidang pendidikan dan industri.

"Investasi yang meningkat dalam bisnis mesin seperti robot dan drone menunjukkan bahwa strategi Samsung adalah untuk memotong ketergantungan pada bisnis business-to-consumer (B2C) yang terus bergejolak kearah bisnis business-to-business (B2B) yang lebih stabil," kata seorang sumber industri di Korea kepada The Korea Times hari ini.

Dia mengatakan bahwa Samsung masih dalam proses pengembangan teknologi SmartThings, yang diakuisisi untuk memperkenalkan platform Internet of Things (IoT). Samsung juga telah mengidentifikasi bahwa robot dan drone sebagai "dua top" item untuk menyoroti upaya mereka dalam bisnis IoT. Kepala Samsung Mobile yang baru, Ko Dong-jin, bahkan secara teratur selalu memberikan pengarahan atas pengembangan proyek robot tersebut.


Samsung sudah kembangkan Robot Humanoid sejak tahun 2004

Samsung Electronics sebelumnya telah memperkenalkan robot humanoid (menyerupai manusia) pertama mereka pada tahun 2012 yang bernama Roboray. Pengembangan Roboray dipimpin oleh Roh Kyung-shik, seorang ahli teknologi artificial intelligence (AI) dan navigasi pemetaan 3D, yang sebelumnya telah mengembangkan robot humanoid sejak tahun 2004 bersama dengan Korea Institute of Science Technology (KIST).

Roboray adalah salah satu robot humanoid yang paling canggih di dunia, dengan ketinggian 140 cm dan berat 50 kg. Memiliki kamera stereo di kedua matanya dan 53 aktuator yang berbeda termasuk enam untuk setiap kaki dan 12 untuk masing-masing tangan.

Sepasang kaki Roboray didukung oleh kombinasi aktuator penggerak harmonik dan beberapa aktuator penggerak tendon, yang semuanya dikendalikan oleh pengontrol torsi. Berbagai sendi yang digunakan di pinggul, lutut, dan pergelangan kaki bisa diperketat atau dilonggarkan layaknya manusia sebenarnya. Tidak seperti robot-robot humanoid sebelumnya yang berjalan dengan lutut ditekuk, sendi pada Roboray dapat menyerap dampak yang ditimbulkan, yang memberikan keleluasaan untuk berjalan secara alami dan bergerak dengan lebih efisien.

Roboray menggunakan gravitasi untuk berjalan seperti manusia. Setiap waktu yang dibutuhkan untuk melangkah, semuanya adalah program untuk menempatkan berat di depan sehingga menggunakan energi yang minimal untuk bergerak. Itulah alasannya kenapa bisa berjalan tanpa menekuk sendi lutut sepanjang jalan.



Tim dari Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT) menjelaskan bahwa dua hal penting atau teknologi yang paling mencolok yang digunakan pada Roboray adalah gerakan yang halus dan kemampuan untuk mengenali area sekitarnya dalam jarak tertentu.

Juga karena Roboray perlu mengenali daerah sekitarnya untuk bergerak, dia akan selalu menciptakan visualisasi peta 3D secara real time di otaknya. Ketika Roboray melihat sesuatu, dia akan mencatat dan menyimpan semua informasi kedalam memori untuk pergerakan di masa depan jika menemui hal yang sama.

Tim dari SAIT telah mengumumkan bahwa mereka menargetkan kemampuan robot untuk terhubung dengan manusia. Mereka ingin Roboray bisa menjadi sahabat manusia yang selalu siap menolong setiap saat ketika dibutuhkan, untuk itu dikembangkan software untuk bisa mengenali wajah dan suara manusia. Di beberapa produk elektronik, teknologi pengenalan suara dan wajah sudah digunakan. Namun tim SAIT mencoba untuk memberikan Roboray kebebasan untuk berbicara dan bergerak tanpa pembatasan atau frame tertentu. Tim SAIT telah berpikir ke titik di mana robot ini akan bisa mengungkapkan perasaannya atau keakraban mereka melalui kemampuan pengenalan tersebut.


Bisnis robot akan sangat menguntungkan di masa depan

CEO Samsung Electronics Kwon Oh-hyun baru-baru ini mengatakan kepada para pemegang saham bahwa perusahaannya berencana untuk meningkatkan keuntungan dengan berfokus pada bisnis B2B dan layanan konten yang belum banyak tersentuh sebelumnya untuk mengisi kekosongan yang mungkin terjadi menurunnya keuntungan dari bisnis komponen dan perangkat elektronik untuk konsumen.

"Penggunaan robot akan diperluas karena mereka akan bisa digunakan untuk pendidikan, industri, perawatan kesehatan dan bekerja dengan anak-anak. Menggunakan saluran global milik Samsung yang sudah terjamin, perusahaan memiliki posisi yang ideal untuk mengangkat bisnis robotnya. Ini sangat masuk akal dan akan membantu mitra lokal Samsung menaikkan harga saham mereka," kata salah seorang eksekutif di mitra lokal Samsung.

Juru bicara resmi Samsung menolak berkomentar mengenai hal ini, termasuk apakah telah bekerjasama dengan mitranya untuk memproduksi robot. "Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah Samsung telah melakukan pembicaraan dengan mitra teknologi dalam proyek robot ini," katanya.