Friday, February 26, 2016

OS War 8: Kalahkan AllJoyn, IoTivity menjadi standar koneksi IoT global


Harus diakui bahwa fragmentasi akan sangat mengganggu perkembangan teknologi dan menghadirkan pengalaman pengguna yang tidak konsisten kepada penggunanya. Tidak ingin perkembangan Internet of Things (IoT) akan terhambat seperti industri mobile, sekelompok raksasa industri teknologi telah bergabung untuk membuat grup standarisasi yang disebut Open Connectivity Foundation (OCF).

Awalnya Qualcomm yang mempresentasikan proyek protokol open source mereka "AllJoyn" di Mobile World Congress (MWC) 2011 sebagai standar komunikasi buat perangkat IoT. Kemudian mereka menjalin kerjasama dengan Linux Foundation untuk mendirikan organisasi AllSeen Alliance pada bulan Desember 2013 yang akan menjadi yang menjadi sponsor dari pengembangan dan penyebaran protokol AllJoyn sebagai standar koneksi IoT. Beberapa perusahaan kemudian ikut bergabung dalam AllSeen Alliance, diantaranya Foxconn, LG, Microsoft, Xiaomi dan lainnya.

Pada bulan Juli 2014, Intel dan Samsung bekerjasama mendirikan Open Interconnect Consortium (OIC) yang bertujuan untuk menciptakan standar koneksi buat IoT seperti halnya AllSeen Alliance. Dan lucunya, AllSeen Alliance dan IoTivity yang kemudian menjadi koneksi IoT standar yang disponsori oleh OIC sama-sama merupakan proyek kolaborasi dari Linux Foundation.

Ada beberapa faktor kenapa kedua perusahaan ini membuat organisasi standarisasi sendiri. Yang pertama tentu saja terkait dengan Qualcomm yang merupakan pesaing langsung dari Intel dan Samsung di industri semikonduktor. Setelah sebelumnya bekerjasama menciptakan proyek Tizen sebagai standar sistem operasi (OS) buat berbagai perangkat yang terhubung, menjadi hal yang wajar buat kedua perusahaan juga bekerjasama menciptakan standar koneksi buat perangkat yang terhubung. Dan rencananya IoTivity dari OIC akan menjadi standar koneksi buat semua perangkat Tizen.

Intel mengatakan bahwa OIC berbeda dengan AllSeen Alliance karena tidak diciptakan oleh satu perusahaan yang kemudian dibuat open source, namun murni merupakan proyek kolaborasi dari anggotanya. Beberapa perusahaan kemudian bergabung dengan OIC seperti Cisco, General Electric (GE) dan MediaTek.

Perbedaan lain diantara dua organisasi ini terkait dengan lisensi patent atau hak kekayaan intelektual (IP). Karena tidak memiliki pabrik sendiri, Qualcomm selama ini berbisnis dengan menjual lisensi paten teknologi yang mereka ciptakan (royalti) atau memesan produk kepada perusahaan lain yang memiliki pabrik berdasarkan desain produk yang mereka buat. Maka dari itu AllSeen Alliance tidak memiliki perjanjian yang ketat terkait paten, dalam arti anggotanya bisa saling menggugat satu sama lain.

Sedangkan OIC memiliki kebijakan yang ketat soal ini, yang melarang anggotanya untuk saling menggugat satu sama lain. Hasil kerja mereka yang disumbangkan ke organisasi menjadi hak organisasi yang akan melindunginya buat semua anggota. Kebijakan inilah yang kemudian membuat Broadcom keluar dari OIC karena sifat bisnis mereka yang seperti Qualcomm.


Akhirnya pada 19 Februari kemari OIC berubah menjadi OCF dengan masuknya Qualcomm dan Microsoft sebagai anggota baru. Ini artinya OIC berhasil mengalahkan AllSeen Alliance karena IoTivity secara global akan digunakan menjadi standar koneksi tunggal untuk IoT, serta Samsung dan Intel tetap menjadi pimpinan untuk anggota dewan OCF.

"Qualcomm telah mengejar tujuan interoperabilitas yang terbuka dari awal. Kami membantu mengembangkan kerangka AllJoyn untuk mendorong tujuan ini, dan sekarang kami berharap dapat bekerja sama dengan perusahaan terkemuka yang berfokus pada IoT untuk membentuk OCF untuk tepatnya alasan yang sama. Kami berharap untuk mencapai visi IoT yang kita semua bisa berbagi bersama," kata Michael Wallace, Presiden Qualcomm Connected Experiences.

"OIC telah bekerja untuk mengembangkan spesifikasi standar untuk perangkat IoT, dan pada saat yang sama mengembangkan IoTivity sebagai implementasi referensi open source. Kami menyambut para pemimpin di bidangnya ini untuk OCF, yang kami percaya akan menjadi organisasi global yang paling beragam yang mengembangkan standar dan kode untuk IoT," kata Cho Seung-hwan, Wakil Presiden Eksekutif dan Wakil Kepala Samsung Software R&D Center.

"Kami percaya di masa depan di mana semua perangkat dalam kehidupan kita akan terhubung akan mengaktifkan cara hidup dan kerja yang kita bahkan tidak bisa membayangkannya saat ini. Satu-satunya cara untuk membuka kemungkinan inovasi di Internet of Things yang tak terbatas adalah untuk menyatukan pekerjaan kami dengan rekan-rekan di industri. Kerjasama ini merupakan langkah yang menarik ke arah itu," kata Doug Fisher, Senior Vice President dan General Manager, Intel Software dan Services Group.


Walaupun AllSeen Alliance menjadi organisasi pertama yang mengumumkan proyek standarisasi koneksi IoT, namun mereka sulit menerapkannya ke pasar. Hal ini berbeda dengan OIC dimana anggotanya seperti Samsung dan Intel yang memiliki software dan pabrik sendiri sudah memiliki banyak produk IoT yang dijual di pasar, baik berupa produk elektronik konsumen maupun chip semikonduktor buat perangkat IoT.

Apalagi setelah Samsung mengakuisisi SmartThings yang memiliki ekosistem dan komunitas IoT terbesar didunia dengan lebih dari 5000 pengembang dan 8000 aplikasi didalamnya, yang dikombinasikan dengan banyaknya produk elektronik yang dijual Samsung di pasar menjadikan mereka menjadi raksasa baru di dunia IoT. Hal ini membuat perusahaan lain yang ingin masuk dunia IoT harus mempertimbangkan kerjasama dengan Samsung agar produk mereka mudah terserap oleh pasar.


Samsung Electronics telah mengumumkan bahwa IoTivity akan di benamkan disemua perangkat Tizen mulai tahun ini. Microsoft yang juga mulai terjun di bisnis IoT tentunya ingin produk mereka bisa mengontrol perangkat elektronik buatan Samsung maupun anggota OCF lainnya seperti GE, Electrolux dan lainnya, serta memanfaatkan chip buatan Samsung maupun Intel. Jadi jangan heran di masa depan produk Tizen akan bisa berkomunikasi secara mulus dan kompatibel dengan produk Windows 10 karena sama-sama menggunakan IoTivity.

"OCF akan membantu mengkonsolidasikan perhatian industri dan menciptakan peluang, melalui seperangkat protokol yang disepakati bersama untuk bergerak maju. Kami sedang merancang Windows 10 menjadi sistem operasi yang ideal dan Azure menjadi pendamping cloud terbaik buat Things, dan membuat keduanya untuk beroperasi dengan semua Things. Perangkat native Windows 10 akan mendukung standar OCF yang baru, sehingga mudah buat Windows untuk menemukan, berkomunikasi, dan mengatur beberapa perangkat IoT di rumah, dalam bisnis, dan seterusnya. Kami berharap untuk melihat inovasi standar baru ini yang akan memungkinkan untuk semua konsumen dan kesempatan tak terbatas akan tercipta untuk pengembang," kata Terry Myerson, wakil presiden eksekutif untuk Windows and Devices Group.


Bersamsung...


No comments:

Post a Comment