OS War 7: China siap mendepak OS asing dari negaranya


Setelah Rusia, China kini juga ingin melokalisasi penggunaan sistem operasi di negaranya. Jika Rusia memiliki alasan keamanan sebagai faktor utamanya, maka China lebih kearah keuntungan dan tidak ingin negaranya menjadi tambang emas buat perusahaan asing.

Dalam sebuah artikel surat kabar berjudul "操作系统国产化加速布局" yang terbit di Shenzhen, China pada tanggal 23 Februari kemarin, menyoroti bagaimana sistem operasi yang gratis juga bisa menghasilkan banyak uang. Walaupun banyak membicarakan soal Android, tapi foto yang dipajang malah CEO Apple Tim Cook yang lebih populer di China.

Berdasarkan data statistik untuk pasar global, pangsa pasar gabungan dari sistem operasi Apple iOS dan Android (versi Google dan AOSP) mencapai 97,7% dan sisanya sebanyak 2,3% dihuni oleh Windows Phone, Tizen, Blackberry dan YunOS. YunOS adalah sistem operasi mobile berbasis Linux dengan ekosistem aplikasi berbasis web buatan Alibaba, perusahaan ecommerce terbesar di dunia, dan kini menjadi harapan terbesar masyarakat China untuk kebangkitan OS domestik.

Dan berdasarkan data yang diungkap selama persidangan sengketa paten penggunaan kode Java pada Android yang diajukan oleh Oracle kepada Google, sistem operasi yang berbasis Linux ini berhasil menciptakan pendapatan sebesar $31 miliar buat Google dengan margin keuntungan yang sangat tinggi sebesar 70% atau mencapai hingga $22 miliar. Pengungkapan data ini sempat diprotes oleh Google.

Darimana asal keuntungan yang luar biasa ini? Sebagian besar dari toko aplikasi Android atau Google Play, dengan pendapatan utama dari iklan. Berdasarkan laporan dari App Annie, Google Play Store selama tahun 2015 mencatatkan total pendapatan sebesar $12,25 miliar. Didukung oleh ratusan juta pengguna Android diseluruh dunia, rasio download di Google Play Store 100% lebih banyak dari Apple App Store selama tahun 2015, meningkat dari 60% di tahun 2014 yang menunjukkan pertumbuhan pada pengguna Google Play.

Dan yang menjadi permasalahan sekarang, Google ingin memperluas penetrasi Google Play ke China tahun ini. Dengan lebih dari 500 juta pengguna smartphone Android dalam negri, China tidak ingin menjadi "tambang emas" berikutnya buat Google seperti di negara-negara lainnya. Selain itu juga terkait faktor keamanan dan kebocoran data, serta kemungkinan ancaman kepada toko aplikasi Android lokal yang telah terintegrasi di dalam negri.

Pentingnya keberadaan OS yang dikembangkan sendiri membuat setiap elemen industri di China terus berusaha mengejar ketertinggalan mereka. Selama ini hampir semua perangkat Android di China menggunakan AOSP (Android Open Source Project) yang disesuaikan dengan pasar dalam negri dan keinginan produsen perangkat serta operator telekomunikasi.

Spreadtrum Purple Tan
Pada tanggal 23 Januri kemarin Spreadtrum Communications, perusahaan semikonduktor milik Tsinghua Group, meluncurkan solusi keamanan "Purple Tan" buat chip mobile buatan mereka yang menjanjikan perlindungan keamanan pada platform hardware, sistem operasi dan teknologi kunci seperti biometrik. Solusi keamanan milik Spreadtrum bersama dengan YunOS diharapkan bisa menjadikan sistem operasi dalam negri yang kuat dan aman dari sisi hardware maupu software.

Data statistik tahun 2015 dari firma riset pasar Sino menunjukkan bahwa pangsa pasar smartphone di China selama 2015 dikuasai oleh Android (sebagian besar versi AOSP) sebesar 81,36%, diikuti oleh Apple iOS sebesar 11% dan YunOS dengan 7,10%. YunOS yang artinya adalah cloud OS diluncurkan pada tahun 2011 dan pada bulan Desember 2015, presiden divisi OS dari Alibaba Jian Peng mengumumkan bahwa YunOS telah terinstal di lebih dari 40 juta perangkat. YunOS digunanakan oleh beberapa produsen smartphone di China, termasuk Meizu yang bekerjasama dengan operator telekomunikasi China Unicom.

Selain YunOS, Institute of Software di Chinese Academy of Science (ISCAS) dan Shanghai Liantong Network Communications Technology secara bersama-sama juga meluncurkan sistem operasi domestik COS (China Operating System) pada awal 2014, namun hingga sekarang masih belum banyak diadopsi dan produknya sulit ditemukan di pasar. Begitu juga dengan 960 OS yang dikembangkan oleh Coship Electronics dan TOS+ dari Tencent.
















Bersamsung...