Samsung: Quantum Dot masih layar terbaik untuk TV


Samsung Electronics meluncurkan televisi premium SUHD TV 2016 dengan layar quantum dot saat berlangsungnya pameran elektronik terbesar Consumer Electronics Show (CES) 2016. Lewat lineup produk baru ini, Samsung menegaskan kembali janjinya untuk menetapkan standar baru dengan teknologi light-emitting diode (LED) backlighting.

"Peran teknologi quantum dot akan tumbuh lebih besar dengan lebih banyak penyedia konten yang terus memproduksi film atau konten resolusi tinggi dengan teknologi gambar high-dynamic-range (HDR)," kata Kim Hyun-suk, presiden Samsung Electronics divisi Visual Display Business, kepada wartawan Korea di Keep Memory Alive event center di Las Vegas hari ini.

Teknologi HDR menjadi pencapaian puncak dari semua produsen televisi dan pembuat konten di CES tahun ini karena dapat menampilkan tingkatan gelap dan terang yang lebih luas, sehingga menghasilkan gambar yang lebih hidup.

Pernyataan itu disampaikan di tengah perdebatan sengit di industri layar atas teknologi backlighting generasi berikutnya. Samsung telah mempromosikan lineup SUHD TV miliknya dengan layar quantum dot, sementara LG berfokus pada layar organic light-emitting diode (OLED). Samsung Electronics telah mengembangkan teknologi quantum dot bebas kadmium sejak tahun 2002.

"Kami tidak memiliki rencana untuk memproduksi TV OLED, karena mempertimbangkan berbagai faktor - termasuk harga tinggi, kehandalan dan kurangnya fasilitas produksi," kata Presiden Kim. "Tidak ada yang telah resmi memutuskan untuk mana yang lebih baik, tapi kami sangat percaya quantum dot tidak ada duanya untuk TV saat ini."

Dia mengatakan bahwa perusahaannya tidak merasa perlu untuk memproduksi massal TV OLED besar karena TV quantum dot terbukti masih cukup baik untuk bersaing dengan TV lainnya.

"Kita perlu untuk membuat keuntungan dengan bisnis kami," katanya. "Kami tidak akan melakukan investasi besar dalam bisnis TV OLED, apalagi dengan investasi besar-besaran. Jika kita mengalihkan fokus kita ke OLED, kita harus membangun infrastruktur baru untuk memproduksinya."


Selain hardware, Samsung juga serius mengembangkan software dan ekosistem disekitar platform TV Tizen mereka dengan mengakuisisi beberapa perusahaan teknologi yang potensial dan bekerjasama dengan pengembang software dan konten di seluruh dunia. Sementara LG malah merumahkan beberapa staf potensial yang bekerja pada pengembangan platform software webOS miliknya pada bulan Desember kemarin.

Selama acara showcase, Samsung menyoroti dua fitur kunci dari televisi baru - peningkatan kecerahan dan sistem Internet of Things (IoT). Menurut Samsung, semua televisi SUHD di tahun 2016 datang dengan kecerahan 1.000 nits, yang merupakan tingkatan tertinggi di industri untuk televisi dengan teknologi HDR.

"Televisi premium baru kami dapat menghasilkan gambar yang sangat terang dan detil," kata Presiden Kim. "Tapi kami juga meningkatkan efisiensi daya dengan 30 persen lebih baik menggunakan teknologi quantum dot kami sendiri. Singkatnya, model-model baru menampilkan gambar yang lebih baik tanpa konsumsi daya tambahan."


Samsung juga meluncurkan fitur IoT yang diwakili oleh platform Smart TV yang baru, "Smart Hub." Menurut amsung, pengguna akan dapat mengelola berbagai perangkat IT di rumah dengan remote control baru.

"Apa yang harus kita lakukan untuk konsumen adalah untuk membangun sebuah hub untuk menghubungkan 'thing' dalam jumlah yang tak terbatas untuk sepenuhnya merealisasikan IoT," kata Presiden Kim. "Hanya dengan hub, seperti Smart Hub, kita bisa menyebarkan IoT di seluruh dunia, membuat kehidupan masyarakat lebih mudah dan lebih nyaman. Cara termudah untuk mengatur hub adalah dengan menggunakan televisi."