Bagaimana Samsung menguasai pasar elektronik Amerika


Berdasarkan data dari peneliti pasar TraQline, Samsung Electronics menjadi pemain terbesar di pasar elektronik konsumen Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada) pada kuartal keempat untuk pertama kalinya sejak memulai operasional disana. Ini merupakan modal berharga buat Samsung untuk mengembangkan bisnis baru terkait Internet of Things (IoT) dan smart home dimana semua perangkat elektronik akan saling terhubung dan berkomunikasi antar satu sama lain.

TraQline yang merupakan anak perusahaan dari Stevenson Compani asal Kentucky, secara rutin memperkenalkan data pangsa pasar peralatan elektronik utama setiap kuartal, yang mendasarkan pada survei individu tentang lima produk elektronik konsumen masing-masing lemari es, mesin cuci, mesin pengering, oven dan mesin pencuci piring. AC dan vacuum cleaner tidak diperhitungkan karena mayoritas pelanggannya adalah mantan korporasi, dan yang terakhir dihuni oleh beberapa produsen kecil.

Samsung mengambil 16,6 persen dari pangsa pasar Amerika pada periode Oktober-Desember tahun lalu, mengambil posisi teratas dari pemimpin sebelumnya Whirlpool, yang memiliki 15,7 persen pasar. Pangsa pasar Samsung sebelumnya adalah 14,9 persen keseluruhan, sementara Whirlpool 16,4 persen. General Electrics (GE) berada di peringkat ketiga dengan 14,3 persen, diikuti oleh LG Electronics dengan 13,5 persen.

Kesuksesan ini berkat strategi jitu dan upaya tak kenal lelah dari Samsung Electronics yang membuatnya muncul sebagai pesaing serius di pasar peralatan elektronik di Amerika Utara. Dua sampai tiga tahun yang lalu, Samsung Electronics hanya berada di peringkat kelima dalam hal pangsa pasar tahunan di wilayah tersebut. Dan tujuh sampai delapan tahun lalu, pangsa pasar Samsung Electronics di pasar elekronik Amerika Utara sangat tidak signifikan, terhitung hanya memiliki sekitar 2 sampai 3 persen pangsa pasar. Saat itu, penjualan mereka terutama dari produk murah, dan kehadiran mereka hampir tidak ada di sektor peralatan rumah tangga built-in yang umumnya mencapai lebih dari setengah dari pasar elektronik rumah tangga di Amerika Serikat. Bisa dikatakan saat itu merek Samsung untuk peralatan elektronik belum dikenal luas.

Pertumbuhan penjualan mulai telah terlihat di pasar Amerika Utara selama beberapa tahun terakhir setelah mereka mulai serius menyingsingkan lengan baju untuk meningkatkan kualitas produk secara bertahap. Samsung tidak hanya mengeluarkan upaya untuk meningkatkan kualitas produk peralatan rumah tangga mereka, tetapi juga mengembangkan produk yang disesuaikan dengan permintaan konsumen Amerika.

Secara khusus, Samsung kemudian memperkenalkan merek "Chef Collection" untuk lineup peralatan rumah tangga premium untuk pertama kalinya di pasar Amerika Serikat pada bulan Juni 2014. Meskipun dibanderol dengan harga tinggi, kulkas, oven dan mesin pencuci piring premium ini segera memenangkan hati konsumen Amerika. Pada saat yang sama, Chef Collection membantu mengangkat harga jual rata-rata produk Samsung Electronics menjadi $ 1.046 tahun lalu, hampir 50 persen lebih tinggi dari harga rata-rata penjualan peralatan rumah tangga di pasar Amerika yang sekitar $702. Produk kelas atas ini juga secara perlahan membantu meningkatkan pengenalan merek Samsung di mata konsumen.

Upaya Samsung ini segera terbayarkan. Selama dua tahun berturut-turut di 2014 dan 2015, Samsung Electronics dinilai sebagai produsen elektronik No.1 dalam hal kepuasan konsumen oleh perusahaan riset pasar Amerika Serikat JD Power.

Samsung juga membuat upaya untuk mempromosikan pemasaran yang lebih disesuaikan, dengan menargetkan gerai ritel besar. Samsung memperluas pasokan produk untuk pengecer besar di Amerika Serikat, seperti Sears, Home Depot, Lowe's dan Best Buy. Mereka juga meningkatkan jumlah yang disebut 'try-out zone' di dalam toko elektronik di mana konsumen dapat secara pribadi menjajal produk untuk memeriksa kualitas dan kinerjanya.

Kesuksesan Samsung ini membuat para pesaingnya melakukan konsolidasi untuk menetapkan strategi baru dalam menjaga penguasaan pasar mereka, yang secara tidak langsung juga berusaha meniru strategi Samsung.

Awal bulan ini di pameran elektronik CES 2016, LG Electronics mengikuti jejak Samsung dengan meluncurkan merek premium untuk produk elektronik konsumen mereka lewat "Signature," yang meliputi TV high-end, mesin cuci dan lemari es.

Sementara itu, Whirlpool yang untuk pertama kalinya dikalahkan oleh Samsung di kandangnya sendiri mengajukan permohonan bulan lalu untuk meminta pemerintah Amerika Serikat untuk memaksakan pengujian tambahan pada mesin cuci dari Samsung dan LG yang sedang dibuat di China. Perusahaan elektronik terbesar di Amerika Serikat ini menuduh bahwa dua perusahaan Korea ini mampu memperoleh bagian lebih besar dari pasar Amerika Serikat dengan menjual pencuci piring dengan harga kurang dari biaya produksinya.

Sedangkan perusahaan elektronik terbesar China Haier yang ingin masuk pasar Amerika Serikat memilih jalan pintas dengan mengakuisisi divisi peralatan elektronik rumah tangga dari General Electric. Keterbatasan teknologi dan inovasi membuat banyak perusahaan China memilih untuk mengakuisisi merek yang sudah dikenal di dunia untuk masuk pasar global dengan cepat, sebagai contoh Lenovo yang masuk pasar IT global setelah mengakuisisi IBM dan Motorola, walaupun langkah yang terakhir tidak sesuai dengan harapan.

Qingdao Haier membeli unit peralatan elektronik konsumen General Electrics senilai $5,4 miliar.

Ketika ditanya tentang akuisisi ini, Samsung mengatakan kalau mereka lebih fokus pada inovasi kedepan daripada mengkhawatiran potensi ancaman yang mungkin akan ditimbulkan oleh Haier.

"Akuisisi baru-baru ini akan memiliki dampak yang terbatas pada kita saat ini," kata Seo Byung-sam, wakil presiden di divisi elektronik konsumen dari Samsung Electronics saat konferensi pers di kantor pusat Samsung di Seoul selatan pada hari Senin kemarin. "Lanskap kompetisi dapat berubah sepanjang waktu. Kami sedang mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut melalui inovasi yang mendasar dan disruptif."

"Kita akan bersaing di pasar elektronik konsumen global dengan strategi dua jalur, dengan fokus baik pada model premium dan menyebar," katanya. "Menjelang itu, sangat penting bagi kita untuk menjauh dari stereotip produk dan terus berinvestasi dalam mengembangkan produk-produk inovatif."