Samsung siapkan 500 game untuk Tizen TV 2016


Samsung Electronics hari ini mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan lebih banyak game yang kompatibel dengan Tizen TV tahun depan, sebagai usaha untuk mengatasi kekhawatiran atas kurangnya konten hiburan yang menggunakan fungsi yang unik dari Smart TV berbasis OS Tizen. Tidak kurang dari 500 game telah disiapkan untuk Tizen TV tahun depan, baik yang bisa didownload melalui toko aplikasi Tizen maupun yang bisa dimainkan secara streaming.

Beberapa game untuk platform Tizen TV telah disiapkan untuk showcase di pameran Consumer Electronics Show (CES) 2016 di Las Vegas awal bulan depan, diantaranya adalah Revolt 3, Asphalt 8, PlatStation Now, Assassin Creed III, Batman Arkham Origins, Real Football, Dungeon Hunter 4, Deer Hunter, Eternity Warriors 3, Mortal Kombat, The Last of Us: Left Behind, God of War III, World Rally Championship (WRC5), TOMBRAIDER dan FEAR2.


Menurut Samsung, lebih dari 4,5 juta pengguna Tizen TV suka memanfaatkan perangkat mereka untuk bermain game berdasarkan data bulanan pada akhir November kemarin, terjadi peningkatan tajam dari 1,4 juta pengguna pada bulan Januari. Selama periode yang sama, jumlah download untuk game dari toko aplikasi Tizen TV telah menunjukkan kecenderungan yang sama, dengan sekitar 8 juta akumulasi download selama bulan November, lebih dari yang lima kali lipat kenaikan dari 1,4 juta download pada bulan Januari.

Samsung mengatakan bahwa pengguna Tizen TV akan dapat menikmati sekitar 400 judul game streaming tahun depan, meningkat hampir tiga kali lipat dari 150 judul yang ada sekarang. Sedangkan untuk game yang bisa didownload dari toko aplikasi Tizen TV akan, Samsung berharap akan bisa melebihi 100 judul game tahun depan, meningkat dari 63 judul game yang sudah tersedia saat ini.

Untuk game streaming, Samsung Electronics mengatakan akan melanjutkan kerjasama eksklusif mereka dengan Sony untuk PlayStation Now. Platform game streaming berbasis game-game PlayStation 3 dan PlayStation 4 ini telah mendapatkan traksi di Amerika Utara dan Eropa, di mana industri video game dianggap sangat menguntungkan. Tapi layanan live streaming ini belum lepas landas di Korea, di mana permintaan untuk online game melalui PC dan game mobile melalui smartphone masih jauh melebihi permintaan untuk video game melalui Smart TV.

"Meskipun permintaan untuk konten video game di sini relatif lebih lemah daripada di negara-negara seperti Amerika Serikat, namun semakin banyak pengembang game lokal yang sedang mencari upaya untuk meluncurkan game buat Smart TV," kata seorang pejabat dari industri game di Korea.


Samsung mengatakan bahwa permintaan untuk game Smart TV telah berkembang dengan cepat selama beberapa bulan terakhir. Untuk itu mereka akan meningkatkan kualitas visual dan game controller agar terasa lebih realistis buat gamer.

"Untuk memenuhi tuntutan yang berkembang terhadap TV sebagai alat hiburan, Samsung Electronics akan memperluas kemitraan dengan perusahaan game dan menawarkan layanan permainan yang lebih beragam ke depannya," kata Kim Young-chan, wakil presiden divisi Visual Display (VD) Business di Samsung Electronics.