Monday, November 2, 2015

Samsung mulai kejar Sony di pasar sensor kamera


Sony hingga saat ini masih memimpin pasar sensor kamera untuk perangkat IT, dengan Apple dan Samsung merupakan pelanggan terbesar mereka. Namun menurut data terbaru, Samsung LSI yang merupakan divisi bisnis komponen dan semikonduktor milik Samsung Electronics merupakan pemain baru yang paling cepat berkembang. Apakah sejarah sepuluh tahun akan berulang ketika Samsung mampu mengejar Sony di pasar TV?

Menurut perusahaan riset pasar IHS iSuppli, bisnis sensor kamera Samsung Electronics berhasil meraih pertumbuhan penjualan sebesar 23,1 persen pada kuartal kedua, tertinggi di antara pembuat sensor kamera di seluruh dunia. Samsung mulai terjun pada bisnis sensor kamera pada tahun 1989 namun baru menunjukkan kinerja yang luar biasa mulai dari 2013 berkat teknologi baru yang disebut ISOCELL.

Selain itu, investor China baru-baru juga melompat ke kompetisi dengan mengakuisisi produsen sensor kamera terbesar lainnya, Omnivision, yang semakin memperlebar peta persaingan menjadi tiga kekuatan.

Sensor kamera atau image sensor adalah komponen semikonduktor yang mengubah gambar optik menjadi sinyal elektronik. Sensor ini digunakan sebagai salah satu bagian inti tidak hanya untuk berbagai perangkat keamanan dan pada modul kamera smartphone, kamera digital, Smart TV pintar, dan closed-circuit TV (CCTV), tetapi juga untuk kendaraan otonom dan perangkat Internet of Things (IoT).

Pasar sensor kamera telah tumbuh dengan cepat tahun demi tahun, dengan ukuran pasar tahun ini diperkirakan akan melebihi US$ 10 miliar. Sony masih terus di posisi teratas dengan pangsa pasar 42 persen pada kuartal kedua tahun ini, selisih tiga kali lipat dari peringkat kedua Samsung Electronics. Sony mengumumkan pada 29 Oktober bahwa mereka membukukan laba operasional dari 184,9 miliar yen pada kuartal ketiga berkat kinerja yang kuat di sensor kamera dan konsol game, dua bisnis Sony yang paling menguntungkan saat ini.


No comments:

Post a Comment